UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI CEPAT MELALUI PENDEKATAN BERMAIN BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI WONOREJO KECAMATAN SELOMERTO KABUPATEN WONOSOBO SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2016/2017

BIODATA PENULIS

NAMA                        : ENDAH PURNAWATI, S. Pd

NIP                             : 19600521 198405 2 002

JABATAN / GOL      : Pembina / IV a

UNIT KERJA             : SD NEGERI WONOREJO

ABSTRAK

Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan pada pembelajaran atletik dengan materi lari cepat yang tidak tepat. KKM 75% harus di capai tapi data kenyataannya dari 30 siswa hanya 12 siswa atau  40% yang dapat mencapai batas ketuntasan. Oleh karena itu tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar lari cepat melalui pendekatan bermain pada siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang di laksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo.Pelaksanaan penelitian pada semester dua tahun pelajaran 2016/2017. Tempat penelitian di SD Negeri Wonorejo Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap semua kejadian-kejadian yang muncul pada saat proses pembelajaran gerak dasar lari. Analisis data dilakukan dengan kuantitatif  dan kualitatif.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar lari cepat. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil ketuntasan 30 siswa. Pada pra siklus, siswa yang dapat mencapai ketuntasan belajar adalah 12 siswa atau sebesar 40%, siklus I adalah 18 siswa atau 60%, dan siklus II adalah 28 siswa atau 93%. Berdasarkan data persentase tersebut menunjukkan  bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa pada tiap siklus. Peningkatan persentase dari kondisi awal ke siklus I sebesar 20%. Sedangkan dari siklus I ke siklus II sebesar 33%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui melalui pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar lari cepat siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo pada semester II tahun pelajaran 2016/2017.

Kata kunci: hasil belajar, lari cepat, pendekatan bermain

PENDAHULUAN

Atletik  merupakan  bahan  ajar  yang kurang diminati siswa dalam pelajaran pendidikan jasmani. Mayoritas siswa menolak dan menghindari materi atletik, karena siswa menganggap atletik hanya berisi aktivitas membosankan dan melelahkan,  kurang menarik bila dibanding dengan materi yang lain seperti materi permainan. Dengan mempertimbangkan materi pembelajaran yang kurang bernuansa bermain seperti cabang atletik, maka perlu   dilakukan   upaya   strategis   dan   efektif   agar   anak   termotivasi   untuk beraktivitas layaknya dalam pembelajaran aktivitas penjas seperti pada materi permainan. Pada lari cepat  terdapat  beberapa  indikator  yang  harus  dicapai  oleh  siswa,  diantaranya adalah gerak ayunan tangan, condong badan dan langkah kaki. Apabila keterampilan ini telah dikuasai dengan baik maka siswa akan dengan mudah pula melakukan lari cepat dengan baik. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo belum menguasai gerak dasar lari cepat dengan benar.

Berdasarkan data hasil belajar pada pembelajaran lari cepat sebelum penelitian, diketahui bahwa dari 30 siswa SD Negeri Wonorejo 40% atau 12 siswa yang dapat mencapai batas ketuntasan belajar. Selebihnya sebesar 18 siswa atau 60% masih di bawah KKM. Dari hasil observasi kelas dapat diketahui bahwa siswa di kelas IV SD Negeri Wonorejo memiliki minat dan motivasi yang kurang terhadap materi pembelajaran atletik. Hal ini tercermin pada saat pembelajaran atletik dengan materi lari cepat dimana siswa kurang bergairah, malas, tidak semangat dalam melakukan tugas gerak. Sebagian siswa pasif saat siswa lain melakukan tugas gerak. Disisi lain pembelajaran di dominasi oleh komando dan suara peluit serta ceramah guru. Pada saat yang sama pembelajaran terlalu menekankan pada teknik lari, bukan pada proses pembelajarannya. Akibatnya pembelajaran menjadi suasana yang menyiksa bagi siswa, karena tidak adanya aktifitas yang menyenangkan bagi siswa, mengingat anak usia SD cenderung menyukai aktifitas yang menyenangkan. Situasi yang demikian kadang kala tidak disadari dan pada akhirnya tujuan pembelajaran tidak tercapai.

Melihat permasalahan di atas, maka satu pemikiran yang muncul adalah bahwa perlu adanya sebuah tindakan nyata untuk mengatasi proses pembelajaran lari cepat yang kurang efektif. Alternatif tersebut harus bisa mengatasi persoalan dalam proses pembelajaran lari yang mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak tercapai. Dari beberapa persoalan dalam proses pembelajaran, nampaknya solusi yang paling mungkin adalah menggunakan pendekatan bermain yang mudah meriah, mudah di dapat dan dapat mewakili karakteristik lari yang sesungguhnya. Melalui pendekatan bermain tersebut di atas diharapkan dapat mendongkrak minat siswa dalam pembelajaran lari cepat di SD Negeri Wonorejo sehingga efektifitas pembelajaran dapat memaksimalkan pencapaian tujuan pembelajaran.

Masalah dapat yang diidentifikasi sebagai berikut: 1)  Guru belum menciptakan suasana yang menyenangkan ini terbukti siswa tidak fokus dalam memperhatikan langkah-langkah pembelajaran; mayoritas siswa menolak dan menghindari materi atletik, karena siswa menganggap atletik hanya berisi aktivitas membosankan dan melelahkan, kurang menarik bila dibanding dengan materi yang lain seperti materi permainan, dan pada saat yang sama pembelajaran terlalu menekankan pada teknik lari, bukan pada proses pembelajarannya. 2)  Di sisi lain pembelajaran didominasi oleh komando dan suara peluit serta ceramah guru.

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar lari cepat melalui pendekatan bermain pada siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017.

KAJIAN PUSTAKA

Sprint / Lari Cepat

            Menurut Slamet Subagio (1982:50), “Lari cepat /sprint adalah suatu perlombaan  lari  yang  menggunakan  kecepatan/tenaga  penuh  sepanjang jarak  yang harus di tempuh.sampai jarak 400 m masih di golongkan dalam lari cepat/sprint”. Gerak dominan yang utama dari gerak lari adalah gerakan langkah kaki dan ayunan lengan. Sedangkan aspek lain yang perlu diperhatikan pada saat berlari adalah kecondongan badan, pengaturan napas, dan harmonisasi gerakan lengan dan tungkai. Sedangkan yang paling menentukan kecepatan lari seseorang adalah panjang langkah dan kekerapan langkah. Langkah kaki terdiri dari tahap menumpu dan tahap melayang. Sedangkan gerakan kaki mulai tahap menumpu kemudian mendorong (kaki tolak) sedangkan kaki ayun melakukan gerak pemulihan dan gerak ayunan.

Hakikat Belajar Gerak        

John N Drowtzky dalam Sugiyanto (2001: 736), mengemukakan bahwa “Belajar gerak adalah belajar yang diwujudkan melalui respon-respon muskular yang diekspresikan dalam gerakan tubuh atau bagian tubuh”. Proses mempelajari gerak dasar lari cepat/sprint diperlukan jangka waktu tertentu. Aktivitas dalam pelaksanaan pembelajaran lari cepat/sprint melalui pendekatan bermain, pada dasarnya merupakan suatu proses. Untuk dapat berubah dari tidak bisa menjadi bisa, dari kurang terampil menjadi terampil, memerlukan suatu proses yang disebut sebagai proses belajar. Dalam prosesnya, belajar gerak lari cepat/sprint melalui beberapa tahap atau fase yang pada prinsipnya sama dengan fase dalam proses belajar gerak keterampilan lainnya. Menurut Fitts and Posner dalam Davis (1989: 227) fase-fase tersebut adalah fase kognitif, fase asosiatif, dan fase otonom.

Hasil Belajar

            Menurut Sri Anitah.W, dkk (2008: 2.19), ”Hasil belajar merupakan kulminasi dari suatu proses yang telah dilakukan dalam belajar”. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku secara menyeluruh dan hasilnya relatif permanen.

Permainan

Menurut Syamsir Azis (2001:   1.4), ”Permainan adalah suatu kegiatan yang menarik, menantang dan yang menimbulkan kesenangan  yang  unik,  baik  dilakukan  oleh  seorang  atau lebih, yang dilakukan oleh anak-anak atau orang dewasa, tua atau muda, orang miskin atau kaya, laki-laki atau perempuan”.

Pembelajaran Lari Cepat Melalui Pendekatan Bermain

            Menurut Zainal Aqib (2009: 23) bahwa, ”Pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang membuat siswa nyaman, aman, dan tenang hatinya karena tidak ada ketakutan (dicemooh, dilecehkan) dalam mengaktualisasikan kemampuan dirinya”. Permainan dapat digunakan untuk memberikan penjelasan terhadap materi pelajaran  yang membosankan seperti atletik nomor lari cepat.  Guru dapat   menyisipkan   materi   melalui   permainan sehingga  siswa dapat memperoleh pengertian dari konsep-konsep dasar materi yang dipelajari. Jadi, dapat dikatakan bahwa pembelajaran yang baik adalah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa yang belajar, sehingga diharapkan akan diperoleh perubahan perilaku dalam pemahaman terhadap apa yang dia pelajari selama Karakteristik lari cepat/sprint adalah merupakan gerakan  eksplosif, membutuhkan  reaksi  yang  cepat,  akselerasi  yang  baik  dan  jenis  lari  yang efisien. Oleh karena itu pembelajaran lari cepat yang dilakukan melalui pendekatan permainan dirancang secara spesifik sesuai dengan karakteristik lari cepat tersebut di atas. Pemilihan permainan yang akan dilakukan dalam pembelajaran juga harus mengacu dan disesuaikan dengan gerak dasar lari cepat/sprint. Selain itu permainan yang dipilih juga harus menarik perhatian siswa, agar mendukung tercapainya keberhasilan pembelajaran.

Kerangka Berpikir

Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diagram 1 Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan penelitian ini adalah “Pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran lari cepat/sprint pada siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo semester II tahun pelajaran 2016/2017.

METODE PENELITIAN

            Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Wonorejo yang terletak di jalan Banyumas Km. 03 Selomerto, Wonosobo. Pelaksanakan  penelitian ini pada semester II tahun pelajaran 2016/2017 yaitu  bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2017. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang direncanakan 2 siklus,setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas IV  SD Negeri Wonorejo Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo yang berjumlah 30 siswa, terdiri dari 19 siswa putra, 11 siswa putri. Berikut disajikan tabel tentang alat dan teknik pengumpulan data yang digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Data  yang  terkumpul  dalam  penelitian  ini  berupa  data  kuantitatif  dan kualitatif.  Data kuantitatif  dianalisis dengan  teknik statistik, deskriptif, komparatif, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan analisis kritis. Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa terhadap materi ajar adalah meningkatnya hasil pembelajaran lari cepat yang di lihat pada perolehan nilai siswa kelas IV yaitu: 1) Dari kondisi awal 40 % menjadi sedang  60% ke siklus I, diharapkan pada siklus terakhir mendekati tinggi atau tuntas belajar mencapai 75%; 2) Untuk hasil belajar anak dari nilai rata-rata 60 menjadi 66 dan diharapkan pada tindakan akhir mencapai rata-rata lebih dari 75 dan mencapai KKM.

Prosedur Penelitian

Pada awal tahapan penelitian, peneliti pertama melakukan tahap persiapan survei awal, yang meliputi tahap seleksi informan, penyiapan instrumen dan alat, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyusunan laporan. Kemudian, peneliti melakukan penelitian pada siklus I dan siklus II. Dalam setiap siklus terdapat beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang setiap tahapan juga dijabarkan kegiatannya.

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Pra Tindakan

Sebelum melaksanakan proses penelitian tindakan kelas, terlebih dahulu telah dilakukan kegiatan survei yang bertujuan untuk mengetahui keadaan nyata di lapangan. Adapun hasil survei tersebut adalah sebagai berikut: 1) Siswa  kelas  IV  SD  Negeri  Wonorejo  Tahun  Pelajaran  2016/2017 berjumlah 30 siswa yang terdiri atas 19 siswa putra dan 11 siswa putri; 2) Dari jumlah keseluruhan 30 siswa, hanya 12 siswa atau sekitar 40% siswa yang dapat mencapai ketuntasan belajar dalam pembelajaran lari cepat; 3) Model  pembelajaran  yang  diterapkan  masih  bersifat  tradisional,  dominasi peluit dan komando guru masih terlalu dominan.

Dari hasil observasi pra penelitian tersebut di atas menjadi bukti nyata bahwa tingkat keberhasilan pembelajaran dalam hal ini hasil belajar siswa masih rendah. Hal tersebut disebabkan oleh model pembelajaran yang belum menarik bagi siswa. Adapun data hasil belajar siswa kelas IV Negeri Wonorejo Tahun Pelajaran 2016/2017 pada tahap pra penelitian adalah sebagai berikut.

 

 

 

 

 

Deskripsi Hasil Penelitian Siklus I

            Perencanaan tindakan dilakukan dua kali pertemuan sesuai dengan jadwal pelajaran penjaskes di kelas IV SD Negeri Wonorejo. Satu kali pertemuan berlangsung selama dua jam  pelajaran,  yaitu 2 x 35 menit. Pada  tahap  ini  peneliti  menyusun  skenario  pembelajaran.

Pelaksanaan tindakan  dilakukan  sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Pada pelaksanaan siklus I, materi yang disampaikan adalah pembelajaran gerak dasar lari cepat melalui pendekatan   bermain. Urutan kegiatan yang dilakukan pada siklus I yaitu terdiri dari pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan akhir yang dijabarkan dalam RPP.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, dan diperoleh data sebagai berikut:

1.Terjadi peningkatan motivasi dan antusiasme siswa  dalam  mengikuti pembelajarankarena penyajian materi menarikperhatian siswa. Pembelajaran lari cepat melalui pendekatan bermain merupakan hal baru bagi  siswa.  Namun  demikian  masih  ada  beberapa  siswa  yang  masih belum meningkat hasil belajarnya. Hal tersebut karena penjelasan guru tentang konsep gerak dasar lari cepat belum ditangkap secara jelas oleh siswa

2.Terjadi peningkatan  yang  cukup  signifikan  hasil  belajar  siswa  dalam pembelajaran lari cepa Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, diperoleh data peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran pada siklus I meningkat menjadi 60% dibandingkan data pada kondisi awal sebesar 40%. Sejumlah 18 siswa atau sebesar 60% meningkat hasil belajarnyaseperti tertera pada tabel berikut :

 

 

 

 

Dari tabel 3, diketahui dari 30 siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo 18 siswa atau 60% mencapai KKM dalam pembelajaran lari cepat atau masuk dalam kategori tuntas. 12 siswa lainnya atau 40% belum mencapai KKM. Nilai tertinggi yang dicapai yaitu 91,7 nilai terendah 50 dan rata-rata 66,66. Hal tersebut tentu menjukkan peningkatan jika dibanding dengan kondsi awal siswa sebelum dilaksanakan penelitian.

   Berdasarkan hasil observasi dan beberapa permasalahan yang muncul dalam pemberian tindakan pada siklus I, maka perlu diadakan perbaikan pada tindakan pada siklus berikutnya, perbaikan tersebut antara lain: 1) Siswa diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk melakukan tugas  gerak dalam pembelajaran lari cepat melalui pendekatan bermain; 2) Memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran; 3) Memberikan   penjelasan secara jelas tentang tugas gerak dalam pembelajaran lari cepat melalui pendekatan bermain.

Deskripsi Hasil Penelitian Siklus II

Perencanaan tindakan dilakukan dua kali pertemuan sesuai dengan jadwal pelajaran penjaskes di kelas IV SD Negeri Wonorejo Tahun Pelajaran 2016/2017. Setiap pertemuan berlangsung selama dua jam pelajaran, yaitu 2 x 35 menit. Pada tahap ini peneliti menyusun skenario pembelajaran.

Pada pelaksanaannya materi yang disampaikan adalah gerak dasar lari cepat melalui pendekatan bermain. Urutan kegiatan yang dilakukan pada siklus II adalah pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan akhir yang dijabarkan dalam RPP.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada proses pembelajaran pada siklus II, tindakan yang dilakukan cukup efektif. Hal tersebut tercermin pada antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran secara keseluruhan. Mayoritas siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo kecamatan Selomerto kabupaten Wonosobo semester II tahun pelajaran 2016/2017 berhasil mencapai batas ketuntasan belajar dalam pembelajaran lari cepat. Suasana pembelajaran menyenangkan dan sangat kondusif, tertib, dan siswa semangat dalam melakukan setiap aktivitas permainan. Kecenderungan   peningkatan  hasil  belajar  siswa  dapat  dilihat melalui data pada tabel berikut :

 

 

 

 

 

Dari tabel 4, diketahui dari 30 siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo 28 siswa atau 93% mencapai KKM dalam pembelajaran lari cepat atau masuk dalam kategori tuntas. 2 siswa lainnya atau 7% belum mencapai KKM. Nilai tertinggi yang dicapai yaitu 91,7 nilai terendah 50 dan rata-rata 79,88. Hal tersebut tentu menjukkan peningkatan yang signifikan jika dibanding dengan kondsi awal dan siklus I siswa sebelum dilaksanakan penelitian.

Secara umum kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran pada siklus I telah dapat diatasi dalam siklus II. Pemberian tindakan  yang  dilakukan  dalam  tiap  siklus  mampu  meningkatkan  hasil belajar siswa. Pendekatan bermain yang digunakan dalam pemberian materi lari cepat berhasil meningkatkan motivasi, antusiasme, serta  kegairahan siswa dalam melakukan tugas gerak dari guru.

Perbandingan Hasil Tindakan Antar Siklus

            Berdasarkan data hasil observasi pada kondisi awal, siklus I, siklus II, tindakan yang dilakukan melalui pendekatan bermain berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran lari cepat. Perbandingan ketuntasan belajar siswa pada tiap siklus dapat dilihat pada tabel berikut :

 

 

 

 

 

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut ini.

 

 

 

 

 

 

Diagram 2 Perbandingan Antar Siklus

 

PEMBAHASAN

Berdasarkan data hasil penelitian, hasil belajar siswa dalam pembelajaran lari cepat  meningkat jika dibandingkan data pada kondisi awal. Pencapaian persentase padasiklus  I sebesar  60% melampaui  rencana target  pencapaian sebesar 60%. Sedangkan pada siklus II sebesar 93% melampaui target capaian yang direncanakan yaitu sebesar 80%. Dengan demikian pelaksanaan tindakan melalui pendekatan bermain dinyatakan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV Negeri Wonorejo Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017.

Dengan  tercapainya  peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran lari cepat, maka penelitian ini dapat dikatakan berhasil dan dapat dihentikan. Setelah dilakukan tindakan dalam penelitian ini, maka diperoleh fakta sebagai berikut: 1) Penyampaian materi pembelajaran melalui pendekatan bermain lebih menarik bagi siswa; 2) Pendekatan bermain yang digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran lari cepat berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran; 3) Pendekatan bermain yang dirancang sesuai dengan karakteristik teknik dasar lari cepat dapat digunakan dalam pembelajaran lari cepat khususnya bagi siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo Kecamatan Selomerto kabupaten Wonosobo semester II tahun pelajaran 2016/2017.

PENUTUP

Simpulan

Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri Wonorejo kecamatan Selomerto kabupaten Wonosobo semester II tahun Pelajaran 2016/2017 dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) perencanaan 2) pelaksanaan tindakan 3) observasi dan 4) refleksi. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan yang telah  diuraikan  sebelumnya,  maka  dapat  disimpulkan   bahwa pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar lari cepat siswa kelas IV Negeri Wonorejo kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo semester II tahun Pelajaran 2016/2017. Hasil belajar siswa pada tahap awal 40% atau 12 siswa, pada akhir siklus I menjadi 60% atau 18 siswa, dan pada siklus II meningkat menjadi 93% atau 28 siswa.

Saran

1.Bagi Siswa

a.Siswa tidak menjadikan guru sebagai satu-satunya pusat informasi dan bisa mencari informasi dari media lain.

b.Siswa lebih aktif dalam menyampaikan baik pertanyaan, keluhan ataupun hal lain yang berguna untuk memperbaiki pembelajaran.

c.Siswa lebih fokus dalam memperhatikan materi maupun instruksi yang diberikan guru sehingga mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

2.Bagi Guru

a.Guru sebaiknya lebih inovatif dalam memilih model pembelajaran dan pemecahan masalah.

b.Guru hendaknya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, seperti melakukan pemanasan dengan permainan.

c.Guru menjalin kedekatan dengan siswa sehingga siswa dapat lebih berani dalam menyampaikan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan lisan yang diberikan guru.

3.Bagi Sekolah

Alat dan fasilitas pembelajaran perlu dilengkapi sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih optimal

 

DAFTAR PUSTAKA

Davis, Kimmet, Auty. (1989). Physical Education: Theory and Practice. South Melbourne: Mac Millan Company

Slamet Subagio RW.BA (1982). Diktat Atletik. Purworejo. SGO

Sugiyanto (2001). Perkembangan dan Belajar Motorik. Jakarta: Universitas Terbuka

Sri Anitah, W, dkk. (2008). Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Syamsir Azis. (2001). Permainan Kecil di Sekolah Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Zainal Aqib. (2009). Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Bandung: Yrama Widya.

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *