UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DENGAN PEMANFAATAN MEDIA BOLA GANTUNG BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI LOMANIS 01 TAHUN PELAJARAN 2013/2014

 

NAMA ; Murniyah, S.Pd

NIP : 19600805 198304 2 005

Pangkat : {embina IV a

Kepala sekolah SDN Lomanis 01, Kec : Cilacap tengah- Cilacap

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa penggunaan media bola gantung dalam pembelajaran  lompat jauh gaya jongkok dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Lomanis 01  Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas terdiri atas dua siklus. Berdasarkan penelitian dan hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh simpulan bahwa proses pembelajaran lompat jauh gaya jongkok menggunakan media bola gantung dapat meningkatkan hasil belajar Siswa Kelas V SD Negeri Lomanis 01 Kecamatan Cilacap Tengah  Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar pada siklus pertama ke siklus kedua. Rata-rata hasil belajar pada siklus pertama 69,28 meningkat menjadi 76,57. Sedangkan dari ketuntasan belajar pada siklus pertama persentase ketuntasan belajar yaitu 23,33% masuk dalam kategori rendah. Dan pada siklus kedua persentase ketuntasan belajar yaitu 100% masuk dalam kriteria sangat tinggi. Sedangkan dalam ranah afektif pada siklus I 68,8% meningkat pada siklus II 90,4 % .

 

Kata Kunci: Hasil belajar, lompat jauh gaya jongkok, media bola gantung.

 

Latar Belakang Masalah.

            Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan Nasional.

            Guru pendidikan jasmani sebagai fasilitator harus berusaha memilih suatu strategi yang tepat dalam pembelajaran pendidikan jasmani, strategi pembelajaran yang efektif dapat dilakukan dengan cara guru berusaha melibatkan siswa secara tepat dalam materi pembelajaran tertentu melalui pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan, agar siswa lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Karena kurangnya pemberian variasi dalam pembelajaran guru SD Negeri Lomanis 01 mengakibatkan sebagian besar atau 75% dari 35 siswa ( 26 siswa) kurang tertarik dan takut terhadap materi lompat jauh yang menyebabkan prestasi belajar rendah, hasil belajar belum memenuhi KKM

Berdasarkan  latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah  tersebut diatas, diajukan rumusan masalah sebagai berikut :

1.Bagaimanakah proses pembelajaran dengan memanfaatkan media bola gantung untuk meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok bagi siswa kelas V SD Negeri Lomanis 014 tahun pelajaran 2013/2014 ?

2.Seberapa besar peningkatan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dengan memanfaatkan media bola gantung bagi siswa kelas V SD Negeri Lomanis 01?

 

KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

Hakikat Hasil Belajar.

Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh pembelajar. Oleh karena itu apabila pembelajar mempelajari pengetahuan tentang konsep, maka perubahan perilaku yang harus dicapai oleh pembelajar setelah melaksanakan aktivitas belajar dirumuskan dalam tujuan pembelajaran (Tri Anni, 2006: 5).

Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilannya, kecakapan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik (Sudjana, 2001: 49).

Hakikat Lompat Jauh.

Lompat jauh merupakan suatu gerakan melompat menggunakan tumpuan satu kaki yang bertujuan untuk mencapai jarak yang sejauh-jaunya. Menurut Aip Syarifudin (1992:90) bahwa, “Lompat jauh adalah suatu bentuk gerakan melompat mengangkat kaki ke atas dan ke depan dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya”. Yoyo Bahagia, Ucup Yusup & Adang Suherman (2000:15) mengemukakan bahwa, “tujuan nomor lompat jauh adalah memindahkan jarak horisontal titik berat badan pelompat sejauh mungkin”.

 

Hakikat Lompat Jauh Gaya Jongkok.

Awalan (run up).

            Tahap pertama pada lompat jauh adalah pengambilan awalan. Tujuan awalan lompat jauh adalah untuk mendapatkan kecepatan pada saat akan melompat. Menurut Yoyo Bahagia dkk.(2000: 16) bahwa ,”   tujuan awalan lompat jauh adalah untuk mendapatkan posisi optimal atlet untuk melakukan tolakan kaki (take of) dengan kecepatan lari dan menolak secara terkontrol”. Awalan lompat jauh dilakukan dengan berlari yang kian lama kian mendekati kecepatan maksimal (akselerasi), tetapi masih terkendali untuk melakukan tumpuan yang tepat.

 

 

 

 

 

 

 

Tolakan Kaki (Take off).

Tolakan atau tumpuan adalah waktu perpindahan yang tepat dari lari awalan dengan saat melayang. Tumpuan atau tolakan lompat jauh dilakukan dengan menjejakkan salah satu kaki untuk menumpu tanpa langkah melebihi papan tumpu untuk mendapatkan dorongan ke depan atas (kecepatan vertikal) yang besar. Yoyo Bahagia dkk. (2000:16 ke depan pada papan tolakan, tungkai belakang diayunkan  sekuat-kuatnya ke atas ke depan lurus dibantu dengan mengayunkan kedua lengan dari belakang ke depan atas”

 

 

 

 

 

 

Melayang di Udara (Flight).

Gerakan atau sikap tubuh yang dilakukan pada saat melompat melayang di udara disebut gaya lompat jauh. Kunci pokok prestasi lompat jauh adalah tergantung pada lamanya pelompat dalam melakukan gerakan untuk memperoleh posisi yang efisien. Sikap melayang di udara  dalam lompat jauh gaya jongkok yaitu seperti duduk di udara. Pelaksanaan tehnik lompat jauh gaya jongkok menurut Aip Syarifudin (1992:93) adalah, pada waktu lepas dari tanah (papan tolakan),

 

 

 

 

Pendaratan (Landing).

Menurut Soegito dkk (1993:148) pelaksanaan teknik pendaratan lompat jauh adalah sebagai berikut:

1.Pada saat badan akan terjatuh di tanah lakukan gerakan pendaratan sebagai berikut:

a) Luruskan kedua kaki ke depan.

b) Rapatkan kedua kaki.

c) Bungkukkan badan ke depan.

d) Ayunkan kedua tangan ke depan.

e) Berat badan di bawa ke depan.

2.Pada saat jatuh di tanah atau mendarat.

a) Usahakan jatuh pada ujung kaki rapat/sejajar.

b) Segera lipat kedua lutut.

c) bawa dagu ke dada sambil mengayun kedua tangan ke bawah arah belakang.

 

 

 

 

 

 

 

Hakikat Pembelajaran Lompat Jauh Dengan Media Bola Gantung ..

            Pembelajaran lompat jauh dengan menyundul bola yang digantung dapat diterapkan pada siswa SD. Pelaksanaan pembelajaran lompat jauh dengan bola gantung dapat diterapkan pada siswa SD. Pelaksanaan  pembelajaran lompat jauh dengan bola gantung menurut Gerry A,Carr, 1997: 120 ) yaitu,” gantungkan bola setinggi 30 hingga 60 cm (1 hingga 2 kaki) di atas kepala peserta. Dari run-up 3 hingga 5 langkah, masing-masing atlet melompat untuk menyundul bola, dengan menggunakan take off 1 kaki” gambaran mengenai pembelajaran lompat jauh gaya jongkok menggunakan alat bantu bola sebagai berikut:.

Pembelajaran lompat jauh gaya jongkok menggunakan alat bantu bola gantung memiliki kelebihan. Berdasarkan pelaksanaanya, dapat dikemukakan mengenai kelebihan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok menggunakan alat bantu bola gantung sebagai berikut:

1.Penggunaan bola gantung dalam pembelajaran lompat jauh dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik, sehingga dalam pelaksanaanya siswa lebih bersemangat.

2.Alat bantu bola yang dipasang di depan atas tolakan merupakan rangsangan agar siswa bertumpu sekuat-kuatnya dan melompat setinggi-tingginya dengan berusaha menyentuh bola. Hal ini dapat meningkatkan daya lompat atau daya ledak otot tungkai.

Media Pembelajaran Bola Gantung Media merupakan Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir tersebut diatas diajukan hipotesis tindakan sbb:” Melalui media bola gantung dapat meningkatkan   hasil  belajar lompat jauh gaya jongkok    bagi siswa kelas  V SD Negeri Lomanis 01 Kecamatan Cilacap Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014”

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Lomanis 01 Jalan Nuri Tinur No 22 Rt 07/Rw V Tegalreja Kecamatan Cilacap Tengah Kabupaten Cilacap.  Penelitian dilaksanakan 5 bulan sampai dengan pelaporan dimulai bulan agustus s/d desember 2013.

            Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, terdiri dari siklus I dan siklus II, dalam pelaksanaanya dibantu oleh teman sejawat sebagai observer, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian PTK. Kusnandar ( 2011: 41). Subjek  penelitian ini adalah siswa kelas  V  SD Negeri  Lomanis 01 Tahun Pelajaran 2013/2014 .berjumlah 35 siswa.

Sumber data yang digunakan penelitian ini  adalah  data  kualitatif.  Sedangkan data kualitatif diperoleh dengan mengadakan tes lompat jauh gaya jongkok di akhir siklus. Untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa peneliti   mengadakan tes perbuatan/praktik mengukur kejauhan siswa dalam melakukan lompatan, maka alat yang digunakan adalah  media bola gantung, sedangkan untuk mengetahui afektif siswa dalam pembelajaran dengan ceklis. Instrument pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

1.Silabus

2.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

3.Lembar Obsevasi

Agar diperoleh data yang obyektif, sahih dan handal, maka peneliti menggunakan teknik triangulasi  dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

1.Triangulasi data yakni dengan membandingkan data antara hasil tes praktek lompat jauh di siklus ke I dan siklus  ke II.

2.Melaksanakan tes lompat jauh sebanyak tiga kali lompatan/

3.Melakukan pengecekan ulang dari data yang telah terkumpul.

Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini ada dua teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui hasil dari penelitian:

Teknik yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar lompat jauh media bola gantung yang dilihat dari aspek psikomotor, aspek afektif disetiap siklusnya.

1.Persentase Ketuntasan Belajar

Rumus untuk menghitung persentase ketuntasan belajar adalah sebagai berikut:

 

 

 

Setelah hasil diperoleh maka hasil dapat dimasukan dalam kriteria tingkat ketuntasan belajar siswa dalam persen. Kriteria Ketuntasan Belajar dalam (%)

0,00 – 20,00% Sangat Kurang

20,01 – 40,00% Kurang

40,01 – 60,00% Cukup

60,01 – 80,00% Baik

80,01 – 100% Sangat Baik.

2.Hasil belajar siswa dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan data kualitatif dari kondisi awal,siklus 1 dan siklus II. Data keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan kegiatan. Sedangkan skor rata-rata tiap siswa  yang diperoleh yaitu :

 

 

 

Indikator Kinerja

1.Adanya peningkatan hasil belajar lompat jauh melalui media bola gantung.

2.Prosentase ketuntasan minimal 75% siswa tuntas dari jumlah keseluruhan siswa .

 

Prosedur  Penelitian.

Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini meliputi dua siklus.

1.Perencanaan (planning)

Perencanaan adalah sebuah langkah yang paling awal, yaitu langkah untuk merencanakan tindakan yang telah dipilih untuk memperbaiki keadaan. Pada tahap perencanaan telah tertuang berbagai skenario untuk siklus yang bersangkutan, terutama tentang hal–hal teknis terkait dengan rencana pelaksanaan tindakan dan indikator-indikator capaian pada akhir siklusnya..

2.Pelaksanaan Tindakan (action)

Tahap tindakan adalah tahap untuk melaksanakan hal–hal yang telah direncanakan dalam tahap perencanaan. Peneliti utama dan kolaborator harus saling meyakinkan bahwa apa yang telah disepakati dalam perencanaan benar–benar dapat dilaksanakan. Hal yang cukup berat adalah menjamin agar seluruh pelaksanaan itu berlangsung secara alamiah.

3.Hasil Pengamatan (observasi)

Tahap observasi adalah tahap mengamati kejadian yang ada pada saat pelaksanaa tindakan. Observer tidak mencatat semua kejadian, tetapi hanya mencatat hal-hal penting yang perlu diamati dengan memanfaatkan lembar observasi yang sudah dipersiapkan peneliti.

4.Refleksi (reflection)

Refleksi pada dasarnya merupakan bentuk perenungan yang sangat mendalam dan lengkap atas apa yang telah terjadi. Refleksi pada akhir siklus merupakan sharing of idea yang dilakukan antara peneliti utama dan kolaborator atas hal yang telah direncanakan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.

Deskripsi Hasil Siklus 1   

1.Perencanaan Tindakan.

Peneliti menyusun skenario pembelajaran  dan skenario tindakan berdasarkan hipotesis tindakan yang telah dirumuskan. Skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti. Untuk pelaksanaan tindakan guru menyiapkan Rencana Perbaikan Pembelajaran dan lembar kerja. Untuk kelengkapan observasi peneliti menyiapkan   lembar observasi.

2.Pelaksanaan Tindakan.

Langkah – Langkah Pembelajaran.

Siklus I.  Senin, 2 September 2013  (pertemuan ke 1).

a.Kegiatan awal (10 menit).

-Siswa dibariskan menjadi empat bagian, berdoa, apersepsi dan melakukan permainan kecil lompat tali.

-Mengecek kehadiran siswa.

-Menegur siswa yang tidak berpakaian lengkap.

-Melakukan kegiatan pemanasan yang berorientasi pada kegiatan inti.

-Mendemonstrasikan materi inti yang akan dilakukan/dipelajari.

b.Kegiatan inti (45 menit)

-Guru menjelaskan teknik awalan, tolakan, melayang diudara, pendaratan lompat jauh, menggunakan media bola gantung.

-Siswa melakukan lompatan sesuai petunjuk guru

-Tes lompat jauh gaya jongkok.

-Menjelaskan dan mengevaluasi kegiatan.

c.Kegiatan akhir (10 menit).

-Melaksanakan pendinginan, penjelasan tentang keslahan-kesalahan pada waktu melakukan lompatan dengan alat bantu gawang serta menugaskan empat siswa untuk memberi contoh di depan teman-temannya. Siswa dibubarkan untuk istirahat.

-Guru menutup pelajaran dengan berdoa dan memberi salam.

3.Observasi

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama pembelajaran lompat jauh melalui permainan bola gantung, pembelajaran berjalan dengan lancar dan tingkat antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat sehingga pembelajaran lebih hidup dan menyenangkan. Pengisian lembar observasi dilakukan oleh observer berdasarkan pengamatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Pengisian lembar observasi berkaitan dengan proses pembelajaran kelas, aspek psikomotor, aspek afektif siswa selama mengikuti pembelajaran lompat jauh melalui media bola gantung.

4.Refleksi

Dalam pelaksanaan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui permainan bola gantung siklus I sudah berjalan dengan lancar, anak sudah antusias dalam pembelajaran. Namun hasil belajar masih belum maksimal.

1.Pada siklus 1, siswa yang tuntas belajar sebanyak 15 siswa dari 35 siswa  (23,33 %) dengan nilai rata-rata 69,28

2.Siswa yang belum tuntas sebanyak 20 siswa dari 35 siswa (57,14 %).

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan observer dan peneliti, aspek afektif siswa dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok pada siklus I banyaknya siswa yang masuk dalam kriteria aktif dalam pembelajaran sebanyak 35 siswa (100%), kriteria menampilkan sikap kerjasama dengan siswa lain sebanyak 23 siswa (65%), kriteria menampilkan sikap sportif sebanyak 18 siswa (51%), kriteria menghargai teman sebanyak 22 siswa (62%), kriteria disiplin dalam pembelajaran sebanyak 23 siswa (65%). Rata-rata keseluruhan kriteria sebanyak 24.

Deskripsi Siklus II

Pelaksanaan siklus II terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi, dan refleksi yang merupakan penyempurnaan dari siklus I. Tahap-tahap yang dilaksanakan pada siklus II adalah sebagai berikut:

1.Perencanaan

Pada tahap perencanaan siklus II ini peneliti mempersiapkan pembelajaran yang terdiri atas rencana pembelajaran siklus II.

a.Menambah variasi pemanasan lari, lompat,

b.Memasang media bola gantung dua buah sebagai awalan lompat.

2.Pelaksanaan Tindakan.

Pelaksanaan penelitian Tindakan pada siklus II peneliti melaksanakan       pembelajaran sesuai sekenario pembelajaran.

a.Menjelaskan tehnik lompat jauh dengan media bola gantung.

b.Membagi siswa menjadi 4 kelompok.

c.Menyiapkan alat bantu peti lompat pada awalan

d.Memberikan petunjuk cara melakukan lompat dengan media bola gantung.

e.Mendemonstrasikan media bola gantung untuk mendapatkan lompatan yang maksimal.

f.Menugaskan siswa melakukan lompat dengan media bola gantung secara bergilir, pada kelompoknya masing-masing. Langkah-langkah pembelajaran. Siklus II pertemuan ke 1, dilaksanakan hari Senin,  tanggal 16 september 2013.

Kegiatan awal (10 menit)

1)Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa.

20Siswa dibariskan menjadi empat bersaf, berdoa, apersepsi, dan melakukan permainan,jalan, lari, lompat, loncat.

Kegiatan inti (45 menit).

Sesuai landasan teori, langkah-langkah yang diambil pada kegiatan inti  adalah :

1.Guru menjelaskan tehnik lompat jauh.

2.Membagi siswa menjadi empat kelompok

3.Menyiapkan media bola gantung.

4.Memberikan petunjuk cara melakukan lompat jauh dengan media bola gantung

5.Mendemonstrasikan alat bantu peti lompat,diikuti siswa mencoba melakukan lompatan perkelompok dan diberi penguatan untuk melakukan tenik lompatan yang benar.

6.Guru menjelaskan dan mengevaluasi kegiatan.

7.Siswa melakukan tes lompat jauh

Kegiatan akhir (10 menit).

Latihan penutup diisi dengan penjelasan tentang kesalahan-            kesalahan pada waktu melakukan lompat dengan media bola   gantung,serta menugaskan empat siswa untuk melakukan lompatan       yang benar.dilanjutkan dengan pendinginan, berbaris, berdoa        kemudian siswa dibubarkan.

3.Observasi

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama pembelajaran lompat jauh dengan media bola gantung, pembelajaran berjalan dengan lancar dan tingkat antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.  Pengisian lembar observasi dilakukan oleh observer berdasarkan pengamatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Pengisian lembar observasi berkaitan dengan proses pembelajaran kelas, aspek psikomotor, aspek afektif, siswa selama mengikuti pembelajaran.

4.Refleksi

Dalam pelaksanaan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui media bola gantung siklus II sudah berjalan dengan lancar, anak sudah   antusias dalam pembelajaran. Hasil belajar sudah mencapai hasil sesuai dengan target yang diharapkan karena ketuntasan klasikal mencapai batas minimal yang diharapkan oleh peneliti.

 

 

 

 

 

Rata-rata hasil belajar pada siklus pertama 69,28 meningkat menjadi 76,57, naik 7,29. Sedangkan dari ketuntasan belajar pada siklus pertama persentase ketuntasan belajar yaitu 23,33% masuk dalam kategori rendah. Dan pada siklus kedua persentase ketuntasan belajar yaitu 100% masuk dalam kriteria sangat tinggi, naik secara signifikan 76,67 %. Sedangkan dalam ranah afektif pada siklus I 68,8% meningkat pada siklus II 90,4 % naik 21,6 %. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada sajian grafik berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

Berdasarkan data dan analisis kemajuan prestasi belajar lompat jauh  dapat disimpulkan bahwa dengan memanfaatkan media bola gantung dalam pembelajaran penjasorkes materi lompat jauh dengan gaya jongkok terbukti dapat meningkatkan  hasil  belajar siswa kelas V SD Negeri Lomanis 01 tahun pelajaran 2013/2014 Kecamatan Cilacap tengah Kabupaten Cilacap. Rata-rata hasil belajar pada siklus pertama 69,28 meningkat menjadi 76,57, naik 7,29. Sedangkan dari ketuntasan belajar pada siklus pertama persentase ketuntasan belajar yaitu 23,33% masuk dalam kategori rendah. Dan pada siklus kedua persentase ketuntasan belajar yaitu 100% masuk dalam kriteria sangat tinggi, naik secara signifikan 76,67 %. Sedangkan dalam ranah afektif pada siklus I 68,8% meningkat pada siklus II 90,4 % naik 21,6 %.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anni Tri, Chatarina. 2006. Psikologi Belajar. Semarang: UNNES PRESS.

Bernhard, G 1993. Atletik Prinsip Dasar latihan Lompat Tinggi, Jauh, Jangkit         dan Lompat Galah. Alih Bahasa Tim Redaktur Effhar & Dahara Prize    Offset. Semarang : Effhar dan Dahara Prize Offset.

Carr, G. A. 1997 Atletik Untuk Sekolah, Alih Bahasa Eri Desmarini Nasution.        Jakarta : PT. Rajagrofindo Persada.

Iskandar Wassid, Dadang Suhendar (2010),Strategi Pembelajaran Bahasa          ,Jakarta ;  PT Remaja Rosdaya.

Jarver, J 1986. Blajar dan berlatih Atletik, Alih Bahasa BE. Handoko. Bandung:   Pionir Jaya.

Nana Sudjana (2001). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT.   Remaja Rosdikarya.

Santoso. 2002. Hakikat, Fungsi dan Peranan Media dan Sumber Belajar.   http://santoso.wordpress.com/ (12 mei 2013).

Syarifudin Aip. 1992. Atletik. Jakarta: Departemen pendidikan dan Kebudayaan.

Soegito, Bambang Wijanarko & Ismaryati. 1993. Pendidikan Atletik. Jakarta :        Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Direktorat Jendral pendidikan           dan kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Menengah,

Direktorat Pendidikan Guru  dan tenaga Teknis Bagian Proyek        Peningkatan Mutu guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Yoyo Bahagia, Ucup Yusuf & Adang Suherman. 2000. Atletik. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *