PTK SD Matematika Model Tutor Sebaya Kelas IV

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA DI KELAS IV SD NEGERI TONJONG 01 KECAMATAN TONJONG KABUPATEN BREBES TAHUN 2015 /2016

sapto

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas IV SDN Tonjong 01 melalui penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan pada awal semester I tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan  dengan menggunakan tutor sebaya, penggunaan metode tutor sebaya di kelas empat mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta didik. Hal ini terbukti dengan meningkatnya hasil belajar matematika khususnya konsep  perkalian bersusun menjadi meningkat. Sebelum dilaksanakan penelitian tindakan kelas hasil belajar peserta didik yang berjumlah 35, yang mendapat ketuntasan belajar hanya 48%. Sedangkan 52% peserta didik mendapat nilai di bawah KKM. Setelah penulis melaksanakan penelitian siklus 1 hasil belajar meningkat, peserta didik yang medapat nilai tuntas sejumlah 60%, kemudian pada penelitian siklus 2 pesrta didik yang mendapat nilai tuntas mencapai 95%. Dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya menjadikan motifasi siswa pada kegiatan  pembelajaran matematika menjadi meningkat,bahkan siswa menjadi senang pada mata pelajaran matematika.Dengan senangnya siswa  terhadap mata pelajaran matematika mambawa dampak yang positip terhadap peningkatan hasil belajar matematika.

Kata kunci: model pembelajaran tutor sebaya, hasil belajar, matematika.

A.PENDAHULUAN

Banyak konsep konsep matematika yang sulit dipahami siswa SD, Hal ini seharusnya  tidak terjadi ,karena guru  sudah mengajar dengan baik. Akan tetapi pada kenyataanya hasil belajar matematika siswa masih juga rendah. Rendahnya pemahaman siswa pada konsep matematika menjadi masalah karena akan berdampak pada hasil belajar matematika. Begitu juga yang terjadi pada sekolah kami SDN TONJONG 01, khususnya siswa kelas IV B pada tahun pelajaran saat ini. Dari hasil pengamatan yng penulis lakukan,pada proses kegiatan pembelajaran sebagian besar siswa kurang memperhatikan penjelasan guru. Siswa kelas IV B yang berjumlah 35 siswa yang terdiri dari 15 perempuan dan 20 laki laki sebagian besar memiliki karakter yang sangat aktif, bahkan terkadang susah dikendalikan,sebagian siswa berkarakter cenderung diam susah berkomunikasi dan malu bertanya pada guru..hal ini  tentu saja bisa berpengaruh terhadap kegiatan pembelajaran.

Kondisi seperti diatas ternyata membawa pengaruh terhadap hasil belajar  khususnya hasil belajar matematika, dari beberapa hasil evaluasi baik ulangan maupun tugas harian ditemukan bahwa pemahaman konsep matematika tentang penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian belum dikuasi oleh sebagian besar siswa kelas IVB.Dari 35 siswa yang sudah menguasai konsep penjumlahan,pengurangan, perkalian dan pembagian hanya 16 siswa, ini terbukti pada setiap ulangan atau tugas harian,siswa yang memperoleh nilai diatas KKM hanya 48% sedangkan 52%  mendapatkan nilai jauh dari KKM yang sudah ditentukan yaitu 60. Masalah seperti ini menjadi kendala yang harus segera diatasi supaya hasil belajar matematika tidak rendah. Berdasarkan uraian di atas penulis akan melakukan penelitian  yang berpedoman  pada penelitian tindakan kelas ( PTK) dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya,yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika di kelas IVB. Pembatasan masalah terfokus pada pemahaman konsep perkalian, dan pembagian bersusun. Alasan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya karena penulis akan memanfaatkan siswa yang berkarakter aktif namun mampu menguasai konsep penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian untuk menjadi tutor bagi siswa yang pendiam dan memiliki penguasaan konsep matematikanya rendah. Dengan menggunakan metode tutor sebaya siswa yang pemahaman matematikanya rendah akan lebih leluasa bertanya kepada temannya sendiri yang menjadi tutor, siswa tidak akan malu dan canggung untuk menanyakan kesulitanya dalam belajar matematika, Atas dasar latar belakang yang sudah diuraikan di atas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “apakah metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV B di SD Tonjong 01 kecamatan Tonjong  Kabupaten Brebes tahun 2015/2016 ? ”

KAJIAN PUSTAKA

Pembelajaran Tutor Sebaya.

  Dalam pembelajaran matematika sebenarnya telah banyak upaya yang dilakukan oleh guru kelas untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Namun usaha itu belum menunjukan hasil yang optimal. Rentang nilai siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai terlalu mencolok. Untuk itu perlu diupayakan pula agar rentang nilai antar siswa tersebut tidak terlalu jauh yaitu dengan memanfaatkan siswa yang pandai untuk menularkan kemampuannya pada siswa lain yang kemampuannya lebih rendah. Tentu saja guru yang menjadi perancang model pembelajaran harus mengubah bentuk pembelajaran yang lain. Pembelajaran tersebut adalah pembelajaran tutor sebaya. Menurut Kuswaya Wihardit (dalam Anonim, 2010) menuliskan bahwa:

Pengertian tutor sebaya adalah seorang siswa pandai yang membantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama. Di sisi lain yang menjadikan matematika dianggap siswa sebagai pelajaran yang sulit adalah dalam pembahasaannya. Dalam hal tertentu siswa lebih paham dengan bahasa teman sebayanya daripada bahasa guru. Itulah sebabnya pembelajaran tutor sebaya diterapkan dalam proses pembelajaran matematika.

Sedangkan menurut Arikunto (dalam Nurhayati, 2010) menyatakan bahwa: “tutor sebaya adalah seseorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk oleh guru sebagai pembantu guru dalam melakukan bimbingan terhadap kawan sekelas”.

Sedangkan Hisyam Zaini (dalam Anonim, 2010) menyatakan bahwa:

Metode belajar yang paling baik adalah dengan mengajarkan kepada orang lain. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran tutor sebaya sebagai strategi pembelajaran akan sangat membantu siswa di dalam mengajarkan materi kepada teman-temannya.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tutor sebaya adalah seseorang atau beberapa orang yang dipercaya oleh guru melalui beberapa aspek penilaian mampu membimbing teman sebayanya dalam kegiatan belajar mengajar ditingkat kelas yang sama.

a.Hakekat Matematika

menurut Bruner(dalam Hudoyo,1988), belajar matematika adalah belajar tentang konsep konsep dan struktur matematika yang terdapat dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika.

  1. Hakikat Belajar

Menurut Sudjana (2005:5) belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman. Berdasarkan pengertian tersebut. Maka dalam belajar terdapat proses tertentu yang dialami oleh siswa menjadi pengalaman yang berharga, dan bermakna bagi dirinya. Berbekal dari pengalaman itulah akan melahirkan perubahan perubahan tingkah laku.

  1. Hasil Belajar

    Hasil belajar dapat disamakan pengertiannya dengan produk belajar, yaitu merupakan suatu pola perbuatan, nilai, makna, apresiasi, kecakapan dan ketrampilan yang berguna bagi masyarakat. (tim pengembangan MKDK IKIP Semarang,1990:172).

Sudjana (2005:30) mengemukakan bahwa hasil belajar merupakan bentuk-bentuk kemampuan yang dimiliki siswa setelah iamenerima pengalaman belajar.Sedangkan menurut Nurkancana (2004:27) dalam bukunya  Evaluasi Hasil Belajar menjelaskan bahwa hasil belajar adalah kecakapan baru yang diperoleh seorang individu yangmempengaruhi tingkah lakunya. Berhubungan dengan kegiatan belajar di sekolah. Hasil belajar mengacu pada tujuan instruksional dari pelajaran dan tujuan instruksional itu merupakan tolak ukur yang terus dicapai oleh siswa:

Berdasarkan dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil usaha belajar yang dicapai seorang siswa berupa suatu kecakapan dari kegiatan belajar bidang akademik di sekolah yang berupa ranah pengetahuan, nilai dan sikap serta keterampilan yang diperoleh siswa dari mengerjakan soal tes formatif yang ditunjukkan nilai dan setiap akhir semester dilaporkan dengan rapot

KERANGKA BERFIKIR

Upaya untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran matematika pada konsep perkalian bersusun dapat dilakukan dengan metode tutor sebaya. Penerapan pembelajaran tutor sebaya dipandang tepat sehingga kesulitan yang dihadapi siswa maupun guru dapat dikurangi semaksimal mungkin. Penerapan metode ini memungkinkan siswa lebih antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan menggunakan  tutor sebaya dalam kelompok kecil, mempunyai fungsi antara lain membantu peserta didik yang kurang mampu dalam mengerjakan soal perkalian bersusun agar mudah memahami, siswa yang kurang aktif menjadi aktif karena tidak malu lagi untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat secara bebas.sehingga siswa akan lebih memahami penjelasan dari tutor sebaya daripada penjelasan dari guru.

Dalam kegiatan belajar tentang perkalian bersusun, siswa belum menguasai susunan letak bilangan hasil kali. Sedangkan pada bilangan  perkalian yang hasilnya puluhan siswa kurang paham bilangan mana yang harus ditulis, dan bilangan mana yang harus disimpan, sehingga dalam menjumlahkan perhitungan akhir tidak didapat jawaban benar, meskipun hasil perkalianya benar. Disinilah tutor sebaya berperan sebagai tutor untuk membantu menyelesaikan masalah pada siswa yang belum memahami konsep perkalian bersusun. Siswa yang menjadi tutor akan mendapatkan pengalaman sedangkan yang ditutori akan lebih mudah dalam menerima pelajaran matematika, khususnya perkalian bersusun. Di dalam pembelajaran ini guru berkeliling sebagai fasilitator atau pembimbing,  dan memotivasi siswa untuk aktif belajar.

Gambar siswa sedang melakukan kegiatan belajar tutor sebaya:

sebaya

Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. 1.Model pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan pemahaman siswa pada konsep perkalian bersusun dikelas IV SD Tonjong 01 kecamatan Tonjong kabupaten Brebes tahun pelajaran 2015/2016
  2. Model pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar matematika di kelas IV SD Tonjong 01 kecamatan Tonjong kabupaten Brebes tahun pelajaran 2015/2016.

METODE PENELITIAN

Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Tonjong 01 kecamatan tonjong, kabupaten Brebes. Obyek penelitian ini  adalah  kegiatan selama proses pembelajaran dan hasil pembelajaran matematika. penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( PTK) langkah langkah  yang akan dilaksanakan  dalam  penelitian  ini adalah menggunakan model pemblajaran tutor sebaya.melalui dua siklus. Setiap siklus tindakan meliputi perncanaan, tindakan, obserfasi dan refleksi. Dalam penelitian ini pengupulan data yang digunakan adalah : pengamatan, tes,dan wawancara. Indikator ketuntasan  hasil belajar siswa mengacu pada kriteria belajar tuntas  sebagai berikut:1) siswa telah belajar tuntas jika mencapai nilai  60 ,atau nilai ≥ 60 dari Nilai KKM yang sudah ditetapkan yaitu 60. 2) siswa dikatakan tidak tuntas jika mamperoleh nilai di bawah KKM atau ≤ 60

Penelitian ini menggunakan dua siklus, Jika berdasarkan hasil refeksi , siklus pertama belum mencapai hasil yang maksimal atau yang diharapkan. Serta diketahui faktor faktor penghambat atau kelemahan dari  metode selama kegiatan pembelajaran  siklus pertama. Hal ini akan menjadi pertimbangan pada pelaksanaan siklus ke dua.

Diskripsi siklus 1

Siklus 1 dilaksanakan pada tanggal  1 september 2015. Secara singkat penggunaan metode tutor sebaya akan mengikuti langkah langkah sebagai berikut. 1) Menentukan jumlah anggota dalam kelompok 2).menentukan peserta didik  ynang akan dijadikan tutor sebaya. 3) Menjelaskan tugas  pelajaran.4). Memberikan waktu yang cukup.  baik di dalam kelas maupun di luar kelas. 5) Diskusi kelompok. 6) laporan   tim. 7) Kesimpulan 8) Membagikan tes untuk mengetahui keberhasilan metode tutor sebaya

Diskripsi siklus 2

Siklus ke dua dilaksanakan pada tangga 4 September 2015 langkah yang ditempuh pada hakikatnya sama dengan pada siklus 1  kriteria ketuntasan minimal sebesar 60, maka dapat di simpulkan sebagai berikuut :

  1. Siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 30 siwa dari 35 siswa satu kelas.
  2. Siswa yang belum tuntas belajar adalah  2 dari 35 siwa karena  2 siswa tersebut membutuhkan penanganan khusus.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan motivasi siswa untuk aktif belajar,sehingga meningkatkan hasil belajar, meningkatnya hasil belajar dapat diperoleh data sebagai berikut:

1.Tabel kegiatan prasiklus

No Uraian Nilai Prosentase
1 Nilai Terendah 20 52 %
2 Nilai Tertinggi 78 29,17%
3 Nilai Rata-rata 45

     Setelah peneliti melaksanakan penelitian pada siklus 1 menununjukkan adanya peningkatan pada hasil belajar  matematika  walaupun masih ada 22 siswa yang belum tuntas

Tabel kegiatan siklus 2

No Uraian Nilai Prosentase
1 Nilai Terendah 48 14%
2 Nilai Tertinggi 100 29 %
3 Nilai Rata-rata 60

Pada siklus II prestasi kembali meningkat hingga jumlah siswa yang belum tuntas hanya tinggal 2 orang siswa (5 % ). Hal  ini merupakan penemuan yang sangat luar biasa, selain karena hasil yang diperoleh kita dapat manarik kesimpulan bahwa metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap  pembelajaran matematika konsep perkalian bersusun.Seperti pada tabel berikut ini :

No Uraian Nilai Prosentase
1 Nilai Terendah 55 5%
2 Nilai Tertinggi 100 60 %
3 Nilai Rata-rata 95

            Berdasar kan data hasil penelitian yang dilakukan melalui penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan ( PTK) selama dua siklus dapat di gambarkan seperti pada diagram berikut ini :

Hasil penelitian ini dapat dilihat pada diagram berikut :
sikluuus

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan:

  1. Pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan minat  belajar  matematika, hal ini dibuktikan dengan semakin antusiasnya siswa dalam  pembelajaran  matematika khususnya perkalian bersusun sejak dilaksanakan siklus 1 hingga siklus 2. Siswa jadi memiliki keberanian untuk bertanya kepada guru,dan terlihat aktif dlam pembelajaran
  2. Menggunakan model pembelajaran tutor sebaya sangat tepat karena dapat meningkatkan hasil belajar matematika di kelas IVB SD Negeri Tonjong 01 pada semester 1 tahun 2015/2016.

DAFTAR PUSTAKA

http:// Hariyanto.blogspot.co.id/2014/07/Metode-Pembelajaran-Tutor-Sebaya.html diakses tanggal 5 september 2015

Herman  Hudoyo.1983. Metode Mengajar Matematika. Jakarta : Dijen Dikti Depdikbud

Nana Sudjana.2005. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Prospect

Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang,1990.Psikologi Belajar.Semarang:IKIP  Semarang Pres.

Nurkancana .2004. Evaluasi Hasil Belajar




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *