PTK SD Matematika Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG OPERASI HITUNG CAMPURAN BILANGAN BULAT MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MOBIL BILANGAN DI KELAS V SD NEGERI 3 CIKEMBULAN

sudir

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan alat peraga mobil bilangan dalam rangka meningkatkan keaktifan siswa dan prestasi hasil belajar siswa pada pembelajaran operasi hitung campuran bilangan bulat pada mata pelajaran Matematika di kelas V SD Negeri 3 Cikembulan Unit Pendidikan Kecamatan Pekuncen semester I tahun pelajaran 2015/2016. Metode penelitian ini didesain sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK ) yang terdiri dari dua siklus, pada setiap siklus tindakan dibagi dalam dua kali pertemuan tatap muka. Setiap siklus tindakan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yaitu : Perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data- data yang diperoleh selama tindakan dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Keberhasilan tindakan diukur dengan kriteria yang telah ditetapkan, yakni keaktifan siswa dinyatakan baik apabila  ≥80% siswa mencapai nilai rata-rata skor 2,4 atau setara dengan nilai 80. Dan ketuntasan belajar  telah mencapai 75% dari jumlah siswa. Dari segi proses tindakan, penelitian ini telah mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar dan prestasi hasil belajar siswa serta ketuntasan dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan bahwa hasil rata-rata nilai keaktifan siswa 69,70 pada kondisi awal menjadi 79,39 pada siklus I dan menjadi 86,36 pada siklus II. Sementara nilai rata-rata hasil prestasi belajar dari 57,73 pada kondisi awal, menjadi  68,64 pada kondisi siklus I, dan pada  siklus II naik menjadi 80,00.

Kata Kunci : PTK, keaktifan, hasil belajar, tuntas,  alat peraga, mobil bilangan.

 

PENDAHULUAN

Tercapainya suatu tujuan pembelajaran matematika pada operasi hitung campuran bilangan bulat yang telah ditetapkan merupakan ciri keberhasilan dari pelaksanaan pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran Matematika ditunjukkan dengan dikuasainya materi pelajaran dan meningkatnya kemampuan siswa dalam materi pembelajaran tersebut. Pada kenyataannya hasil belajar pelajaran Matematika tentang operasi hitung campuran bilangan bulat di kelas V SD Negeri 3 Cikembulan  masih rendah. Dari 22 siswa hanya 9 siswa ( 40,91 %) yang mampu mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal (64,00) dan, 13 siswa (59,09 %) lainnya mendapat nilai di bawah 64,00. Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar matematika karena belum digunakannya alat peraga yang relevan.

Pengembangan pembelajaran Matematika khusunya materi operasi hitung campuran bilangan bulat dengan penggunaan alat peraga mobil bilangan.Dengan dipergunakannya alat peraga mobil bilangan dalam pembelajaran Matematika tentang operasi hitung campuran bilangan bulat ini, diharapkan keaktifan dan prestasi hasil belajar dapat ditingkatkan. Sesuai dengan fokus masalah yang telah ditetapkan dalam perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ini, maka rumusan masalahnya adalah  “ Apakah melalui penggunaan alat peraga berupa mobil bilangan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Matematika tentang operasi hitung campuran bilangan bulat di kelas V SD Negeri 3 Cikembulan ?”. Tujuan dalam penelitian tindakan ini adalah : (a) Mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran Matematika materi operasi hitung campuran bilangan bulat melalui penggunaan alat peraga mistar bilangan dan mobil bilangan. (b) Meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika materi tentang operasi hitung campuran bilangan bulat melalui penggunaan alat peraga mistar bilangan dan mobil bilangan.

KAJIAN TEORI

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan membantu daya pikir manusia (Permendiknas, No. 22. 2006:  138). Matematika sebagai salah satu jenis mata pelajaran di Sekolah Dasar memiliki ruang lingkup yang memiliki aspek-aspek; 1) bilangan, 2) geometri dan pengukuran serta, 3) pengolahan data.

Pembelajaran Matematika yang efektif  dan efisien akan dapat membantu dalam mencapai prestasi belajar yang diharapkan. Pembelajaran yang efektif dilakukan dengan melalui berbagai model pembelajaran dan aktivitas, antara lain pemberian motivasi kepada siswa, penggunaan metode atau teknik pembelajaran yang bervariasi, penggunaan alat peraga yang memadai secara maksimal, pemberian soal-soal latihan dan cara penyelesaiannya. Selanjutnya masalah alat peraga Moh. Uzer Usman ( 2006 : 31 ) menyatakan bahwa “ Alat peraga pengajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran”. Masih pendapat senada yang disampaikan oleh Nana Sudjana (dalam Suryo Subroto  2002 : 71 ) tentang alat peraga, ia menjelaskan bahwa ,” Alat peraga adalah alat bantu yang digunakan guru ketika mengajar untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif”. Pendapat yang lebih spesifik disampaikan oleh Guntoro Kukuh ( 2001 : 71 ) mengatakan bahwa alat peraga Matematika adalah seperangkat benda konkret yang dipergunakan untuk membantu menanamkan konsep , fakta, dan prinsip dalam pembelajaran Matematika “. Dari pendapat Guntoro Kukuh dapat dijelaskan bahwa alat peraga Matematika merupakan seperangkat benda konkret baik benda lansung atau model ( tiruan ) yang dibuat atau disusun secara sengaja  yang dipergunakan untuk membantu menanamkan konsep, fakta, dan prinsip dalam pembelajaran Matematika.

              Dari beberapa pendapat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa alat peraga Matematika adalah alat bantu berupa benda konkret yang digunakan guru untuk membantu menanamkan konsep Matematika dengan harapan siswa dapat dengan mudah memahami konsep materi yang dipelajari melalui penggunaan alat peraga tersebut. Alat peraga mobil bilangan adalah merupakan model atau tiruan mainan yang menyerupai mobil diberi roda pada porosnya yang dapat digerakkan maju maupun mundur. Mobil bilangan ini dapat dibuat dari kayu atau kertas karton. Dalam penggunaannya mobil ini bermanfaat sebagai penanda suatu bilangan bulat baik positif maupun negative. Nana Sudjana (dalam Suryo Subroto 2002 : 70 ) menyebutkan fungsi pokok alat peraga adalah : (a) Alat peraga sebagai alat bantu untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif, (b) penggunaan alat peraga merupakan bagian intergral dari situasi belajar, (c) alat peraga penggunaannya integral dengan isi dan tujuan pembelajaran, (d) alat peraga diutamakan untuk mempercepat proses belajar , dan (e) alat peraga diutamakan mempertinggi mutu belajar mengajar.
Secara praktis, alur kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

mobil

Berdasarkan pada kajian teori maupun kerangka berpikir yang tersebut diatas, maka sebagai rumusan hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah: Melalui penggunaan alat peraga mobil bilangan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika  tentang operasi hitung campuran bilangan bulat siswa kelas V di SD Negeri 3 Cikembulan Unit Pendidikan Kecamatan Pekuncen.

METODE PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas dilakukan selama 3 bulan dari bulan September 2015 sampai November 2015 semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 di kelas V SD Negeri 3 Cikembulan UPK Pekuncen Kabupaten Banyumas. Obyek yang diteliti dikelompokkan menjadi 2 variabel, yakni : keakifan siswa dalam pembelajaran matematika dan (2) kemampuan atau prestasi siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam putaran siklus, dimana setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Sementara untuk pengumpulan data digunakan instrumen observasi, lembar tes dan dokumentasi. Data – data yang diperoleh selanjutnya dianalisis deskriptif dengan persentase skor. Dengan analisis data ini akan terlihat perbandingan antara frekuensi terbanding dengan pembanding yaitu frekuensi keseluruhan. Indikator keberhasilan yang peneliti gunakan dalam upaya perbaikan pembelajaran ini adalah:

  1. Secara Individu : Siswa dinyatakan tuntas belajar apabila nilai siswa  telah mencapai ≥ 64
  1. Secara klasikal : Secara klasikal dinyatakan berhasil atau tuntas belajar jika ≥ 75% jumlah siswa telah mencapai KKM pada materi operasi hitung campuran bilangan bulat dalam pembelajaran matematika
  1. Keaktifan siswa dalam pembelajaran dinyatakan baik jika 80% siswanya aktif dalam pembelajaran.

HASIL PENELITIAN

Diskripsi prasiklus

            Pada kondisi awal, sebelum penelitian dilakukan dapat dijelaskan keaktifan siswa dan prestasi hasil belajar tentang materi operasi hitung campuran bilangan bulat pada mata pelajaran Matematika rendah. Dari observasi dan analisis hasil tes formatif dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata keaktifan siswa  69,70 termasuk dalam kategori kurang aktif.  Nilai rata-rata kelas dari 22 orang siswa adalah 57,73. Sementara siswa yang tuntas belajar baru 9 ( orang ) siswa atau sekitar 40,91 % dan siswa yang belum tuntas belajar ada 13 ( orang ) siswa atau sekitar 59,09 %. Dari hasil analisis data tersebut dijadikan dasar untuk menyusun skenario pembelajaran perbaikan dengan menggunakan alat peraga mobil bilangan dalam pembelajaran operasi hitung campuran bilangan bulat pada mata pelajaran Matematika di kelas V SD Negeri 3 Cikembulan.

Diskripsi  Siklus I

Siklus I dilaksanakan dalam 2 ( dua ) pertemuan dengan rincian pembagian waktu setiap 1 kali pertemuan (2x 35 menit ), dengan berpedoman pada skenario pembelajaran sebagai berikut :

Tahap perencanaan dilakukan, peneliti menyiapkan dan menyusun RPP, khususnya mata pelajaran Matematika beserta skenario tindakan. Skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan guru dan siswa dalam tindakan dan perbaikan, memilih penggunaan alat peraga mobil bilangan dengan fariasinya dalam pembelajaran. Disamping itu peneliti menentukan alat dan bahan yang diperlukan sesuai dengan hipotesis yang dipilih seperti : lembar kerja siswa, lembar analisis nilai, lembar observasi, alat bantu pelajaran berupa alat peraga mobil bilangan dan matrik garis bilangan.

Pada tahap pelaksanaan pertemuan pertama dan kedua guru melaksanakan tindakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Guru menjelaskan materi secara klasikal. Guru membagi kelompok besar  ( tiap kelompok terdiri dari 4/5 anak) dan diberikan tugas menyelesaikan hitung campuran dengan menggunakan alat peraga mobil bilangan. Guru memberikan kesempatan kepada perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil lembar kerja di papan tulis dengan peragaan mobil bilangan. Kelompok lain memberikan respon. Siklus I diakhiri pada pertemuan kedua. Siswa mengerjakan soal tes formatif secara individu. Dalam penelitian ini peneliti dibantu oleh dua orang pengamat yang bertugas mengamati kegiatan guru dalam pembelajaran dan aktifitas siswa selama pembelajaran. Adapun hasil observasi dan hasil tes pembelajaran sebagai berikut :

No Nilai Frekuensi X Fx % Ket
1 90 – 100 3 93,33 279,99 13,64 Baik sekali
2 80 – 89 11 84,85 933,35 50 Baik
3 70 – 79 1 73,33 73,33 4,55 Cukup
4 60 – 69 7 65,72 460,04 31.81 Kurang
5 =<59 0 0 0 0
Jumlah 22 1.746,71 100%
Rata-rata 79,39 Cukup

Tabel 1. Hasil nilai keaktifan siswa selama pembelajaran

Dengan memperhatikan data pada tabel 1. nilai rata-rata keaktifan siswa mengalami kenaikan dari 69,70 ( kurang aktif ) pada kondisi awal menjadi 79,39 ( cukup aktif ) pada siklus I, ada kenaikan sekitar 9,69 atau sekitar 9,60%. Demikian juga  hasil belajar siswa seperti tercantum dalam tabel 2. berikut :

No Nilai Frekuensi Fx % Ket
1 50 2 100 9,09 Tidak tuntas
2 60 9 540 40,91 Tidak tuntas
3 70 4 280 18,18 Tuntas
4 80 4 320 18,18 Tuntas
5 90 3 270 13,64 Tuntas
Jumlah 22 1510 100%
Rata-rata kelas 68,64 Belum tuntas

Tabel 2. Tabel hasil  belajar operasi hitung campuran bilangan bulat pada siklus I

Berdasarkan hasil belajar seperti tersebut pada tabel 2. ( di atas ) jika dibandingkan dengan  kondisi awal ada peningkatan nilai rata-rata dari 57,73 pada kondisi awal menjadi 68,64 pada kondisi siklus I. Ada peningkatan sebesar 10,91 setara dengan  18,90%. Sedangkan siswa yang tuntas  belajar pada kondisi awal 9 (orang) siswa atau 40,91% menjadi 11 (orang) siswa atau 50% pada siklus I, yang berarti ada peningkatan sebesar 9,09%. Berdasarkan  analisis di atas dapat dijelaskan bahwa melalui penggunaan alat peraga mobil bilangan dalam pembelajaran  operasi hitung campuran pada mata pelajaran Matematika, ternyata dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dan hasil belajar sebagian siswa. Tetapi pencapaian nilai ketuntasan belum memenuhi harapan peneliti. Dengan mempertimbangkan beberapa aspek  maka diputuskan untuk melakukan perbaikan dengan penekanan pada item indikator dan kriteria yang belum dipahami dan dikuasai siswa, karena itu peneliti memutuskan untuk melakukan kegiatan lebih lanjut melalui siklus II.

Diskripsi Siklus II

Melihat hasil pengamatan keaktifan siswa dan hasil belajar pada siklus I ternyata kealtifan siswa baru pada kategori cukup, sementara  siswa yang mencapai KKM baru 50 %, maka perlu ditindaklanjuti pada siklus II. Pada siklus II siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 2 siswa. Masing-masing kelompok kecil diberi peraga mobil bilangan 1 set. Pada pelaksanaan pembelajaran seperti biasa guru mengingatkan kembali secara klasikal bagaimana mengoperasikan peraga mobil bilangan untuk memecahkan operasi hitung campuran bilangan bulat. Selanjutnya dengan cara kompetisi guru memberikan lembar kerja untuk dikerjakan tiap kelompok kecil. Bagi kelompok yang selesai mengerjakan lebih awal dan benar mendapat hadiah bintang. Setelah  pengerjaan kelompok selesai, salah satu dari anggota kelompok memaparkan hasil kerjanya di muka kelas dan kelompok lain memberi tanggapan.

Pada pelaksanaan siklus II ini, siswa lebih aktif dan antusias mengikuti proses pembelajaran. Mereka merasa senang dan bersemangat mengikuti pembelajaran karena disamping tiap kelompok kecil diberi alat peraga mobil bilangan, guru juga menggunakan media visual (LCD ) didalam penjelasan materi pelajaran. Mereka juga merespon dengan antusias ( bertanya, menanggapi dan membuat catatan) ketika guru menjelaskan cara mengoperasikan mobil bilangan untuk menyelesaikan operasi hitung campuran. Saat perwakilan kelompok kecil memaparkan hasil dengan pembuktian peraga mobil bilangan salah, mereka mengoreksi memperbaiki kesalahan kelompok lain. Berdasarkan uraian di atas, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan perilaku positif siswa dalam mengikuti pembelajaran siklus II. Adapun hasil non tes dan hasil belajar ( tes ) pada siklus II sepenuhnya  dapat dilihat pada tabel berikut :

No Nilai Frekuensi X Fx % Ket
1 90 – 100 7 93,33 653,31 31,81 Baik sekali
2 80 – 89 12 86,67 1.040,04 54,55 Baik
3 70 – 79 1 73,33 73,33 4,55 Cukup
4 60 – 69 2 66,67 133,34 9,09 Kurang
5 =<59 0 0 0 0
Jumlah 22 1.900.02 100%
Rata-rata 86,36 Baik

Tabel 3. Hasil nilai keaktifan siswa selama pembelajaran

Dengan melihat hasil nilai rata-rata keaktifan seperti tesebut pada tabel 3 ( diatas ) dibandingkan dengan kondisi pada siklus I,  mengalami kenaikan dari 79,39 dengan predikat cukup aktif  pada siklus I menjadi 86,36 dengan predikat aktif pada siklus II, ada kenaikan sekitar 6,97 atau sekitar 8,78%. Sedangkan hasil belajar siswa sepenuhnya dapat dilihat pada  tabel 4. berikut ini :

No Nilai Frekuensi Fx % Ket
1 60 2 120 9,09 Tidak tuntas
2 70 7 490 31,82 Tuntas
3 80 6 480 27,27 Tuntas
4 90 3 270 13,64 Tuntas
5 100 4 400 18,18 Tuntas
Jumlah 22 1760 100%
Rata-rata 80 Tuntas

Tabel 4. Tabel hasil  belajar operasi hitung campuran bilangan bulat pada siklus II

            Berdasarkan tabel 4 ( di atas ) dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 68,64  menjadi  80,00  pada siklus II. Yang berarti ada peningkatan nilai rata-rata sebesar 11,36 atau setara dengan 16,55%. Berdasarkan deskrepsi di atas,dengan mempertimbangkan hasil dari kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus II, keaktifan siswa dalam pembelajaran baik dan kemampuan rata-rata siswa dalam operasi hitung campuran bilangan bulat memuaskan dan telah mencapai ketuntasan belajar. Hal ini didasarkan pada pencapaian indikator dan kriteria yang telah ditetapkan. Setelah diadakan refleksi terhadap hasil yang diperoleh, maka diputuskan tidak perlu melakukan perbaikan lanjutan.

PEMBAHASAN

            Semua data hasil tindakan menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten dan signifikan, baik dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, maupun prestasi hasil belajar siswa melalui penggunaan alat peraga mobil bilangan pada pembelajaran operasi hitung campuran bilangan bulat pada mata pelajaran Matematika bagi siswa kelas V SD Negeri 3 Cikembulan Unit Pendidikan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas semester I tahun pelajaran 2015/2016. Selanjutnya peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran,  prestasi hasil belajar siswa serta ketuntasan hasil belajar siswa  dapat dilihat pada diagram berikut :

grafik

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Penggunaan alat peraga mobil bilangan pada pembelajaran operasi hitung campuran bilangan bulat dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Kenaikan keaktifan siswa dalam pembelajaran ditandai dengan naiknya rata-rata keaktifan siswa dari 69,70 pada kondisi awal menjadi 79,39  pada siklus I dan menjadi 86,36% pada siklus II.
  2. Penggunan alat peraga mobil bilangan pada mata pelajaran Matematika tentang Operasi hitung campuran bilangan bulat di kelas V SD Negeri 3 Cikembulan Unit Pendidikan Kecamatan Pekuncen semester I tahun pelajaran 2015/2016, mampu meningkatkan nilai rata-rata kelas. Terbukti dari rata-rata nilai kelas pada kondisi awal 57,73 menjadi 68,64 pada siklus I dan menjadi 80,00 pada akhir siklus II.
  3. Melalui penggunan alat peraga mobil bilangan pada mata pelajaran Matematika tentang Operasi hitung campuran bilangan bulat mampu meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Keberhasilan ini ditandai dengan naiknya persentase siswa yang tuntas belajar, yaitu dari 40,91% pada kondisi awal menjadi 50% siswa yang tuntas belajar pada siklus I, serta menjadi 90,91% siswa yang tuntas belajar pada kondisi akhir siklus II.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Arikunto.2010. Penelitian Tindakan. Jogyakarta : Aditya Media

Depdikbud. 1995/1996. Petunjuk Kegiatan Belajar Mengajar Kelas V Sekolah Dasar. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah

Depdiknas. 2006. Standar Isi, Standar Kompetensi Kelulusan, Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan, Jakarta. Peraturan Menteri No. 22,23,24, tahun 2006.

Mulyasa.2006. Kurikulum yang Disempurnakan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Kukuh Guntoro.2001. Alat Peraga Matematika. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Kemendiknas Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2010. Pedoman Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar

Nana Sudjana. 2001. Penilaian Hasil Belajar Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Poerwadarminta,W.J.S.1984. Kamus Umum  Bahasa Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka

Sudijono,Anas.2005. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Suryo Subroto. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : Remaja Rosdakarya.

Sunarti dkk. 2014. Penilaian dalam Kurikulum – Membantu Guru dan Calon Guru Mengetahui Langka-langkah Penilaian Pembelajaran.  2013. Yogyakarta : CV Andi.

Usman,Moh. Uzer. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.

BIODATA

Nama guru      : Drs. Sudir

NIP                 : 19630514 198508 1002

Gol / Ruang     : Pembina , IV/A

Jabatan            : Guru kelas

Unit Kerja       : SDN.3 Cikembulan UPK Pekuncen – Banyumas




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *