UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH PADA MATA PELAJARAN PENJASKES DENGAN MENGGUNAKAN METODE “KB” BAGI PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 1 KARANGKLESEM SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2014/2015

AGUS SETYAWAN, S.Pd.Jas

ABSTRAK

 Kemampuan siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem dalam pembelajaran lompat jauh secara umum belum memuaskan. Banyak siswa yang nilainya di bawah KKM. Siswa kurang menguasai gerakan-gerakan dasar lompat jauh dengan baik. Selain itu, siswa kurang menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan terkesan memandang olahraga lompat jauh tidak penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi lompat jauh pada siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem semester I tahun pelajaran 2014/2015.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kardus bekas mampu meningkatkan kemampuan lompat jauh siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem. Hasil pada Siklus II penelitian menunjukkan 27 siswa atau 87,1% mampu mencapai nilai 75 atau lebih. Hal ini melampaui indikator keberhasilan dalam penelitian ini, yaitu minimal 75% siswa dapat mencapai nilai sebesar 75 atau lebih dalam tes praktek lompat jauh. Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis penelitian ini diterima. Saran yang diajukan: 1) Guru perlu mengembangkan kreativitas dan inovasi melalui pengembangan media pembelajaran yang sederhana, murah, dan mudah, 2) Siswa agar lebih semangat, fokus dan aktif dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, 3) Sekolah agar terus melengkapi sarana prasarana pembelajaran pendidikan jasmani, 4) Penggunaan media kardus bekas dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada pembelajaran cabang olahraga lain, 5) Perlu diadakan penelitian sejenis pada materi pembelajaran lain yang mendukung penggunaan media ini.

Kata kunci: Kemampuan, media kardus bekas, lompat jauh.

Latar Belakang Masalah

Lompat jauh pada dasarnya merupakan gerakan lompat yang bertujuan mencapai hasil lompatan sejauh-jauhnya. Untuk mencapai hasil lompatan yang maksimal maka perlu diperhatikan beberapa aspek penting, yaitu lari awalan, tumpuan/tolakan, sikap di udara/melayang dan mendarat. Jadi, dalam lompat jauh selain mengandalkan kecepatan berlari, kekuatan kaki juga harus diperhatikan dalam melakukan tolakan lompatan. Sikap badan saat melayang di udara harus juga diperhatikan agar dapat meraih hasil lompatan sejauh mungkin.

Berdasarkan pengamatan pada saat pembelajaran penjas siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem diperoleh data bahwa kemampuan siswa kelas V dalam pembelajaran lompat jauh secara umum belum memuaskan. Banyak siswa yang nilainya di bawah KKM pendidikan jasmani kelas V sebesar 75. Dari 31 siswa kelas V, 17 siswa atau 54,8% nilainya di bawah KKM.

Dalam upaya untuk meningkatkan pembelajaran lompat jauh pada siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem maka diperlukan media pembelajaran yang tepat. Dari sekian banyak media pembelajaran, peneliti menggunakan media yang mudah, sederhana, dan murah, yaitu kardus bekas. Beberapa penelitian terdahulu, seperti penelitian Hanifah (2012) yang menggunakan media jerami dan Sumarti (2012) yang menggunakan media kardus, membutikan bahwa media yang mudah, sederhana, dan murah terbukti mampu meningkatkan prestasi belajar lompat jauh. Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan menggunakan media kardus bekas untuk meningkatkan prestasi lompat jauh pada siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem.

Tujuan Penelitian

Untuk meningkatkan prestasi lompat jauh pada siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem semester I tahun pelajaran 2014/2015.

Kajian Teori

Menurut Suherman (2000 : 22) pengertian pendidikan jasmani dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu pandangan tradisional dan pandangan modern, pandangan tradisional manusia terdiri dari dua komponen utama yang dapat dipilah–pilah yaitu jasmani dan rohani (dikotomi). Oleh karena itu, pendidikan jasmani diartikan sebagai proses pendidikan untuk keselarasan antara tumbuhnya badan dan perkembangan jiwa. Pandangan modern menganggap manusia sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik). Oleh karena itu, pendidikan jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani dan sekaligus merupakan proses pendidikan untuk meningkatkan kemampuan jasmani.

Pada dasarnya pengertian penjasorkes merupakan terjemahan dari physical education yang digunakan di Amerika. Sedangkan makna dari penjasorkes sendiri adalah pendidikan mengenai fisik dan mental seseorang. Jadi arti pendidikan disini adalah proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha untuk mendewasakan anak melalui pengajaran dan pelatihan. Dengan demikian penjasorkes adalah suatu proses aktivitas jasmani, yang dirancang dan disusn secara sistematis,untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, meningkatkan kemampuan dan keterampilan jasmani, kecerdasan dan pembentukan watak serta nilai dan sikap yang positif bagi setiap warga negara dalam rangka mencapai tujuan pendidikan (Sumarti, 2011).

Menurut Syarifuddin dan Muhadi (1992 : 04) tujuan umum penjasorkes di sekolah adalah memacu kepada pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional, dan sosial yang selaras dalam upaya membentuk dan mengembangkan kemampuan gerak dasar, menanamkan nilai sikap dan membiasakan hidup sehat, memacu aktivitas sistem peredaran darah, pencernanaan, pernapasan, dan persyarafan. Penjasorkes dapat pula menanamkan nilai-nilai disiplin, kerjasama, sportivitas, tenggang rasa, dapat meningkatkan pengetahuan penjasorkes, menanamkan kegemaran untuk melakukan aktivitas jasmani.

Belajar tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kegiatan belajar dapat berlangsung di mana-mana, baik disadari maupun tidak disadari, disengaja atau tidak disengaja. Usman (1996), berpendapat bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku individu sebagai akibat interaksi individu dengan lingkungan sehingga mampu berinteraksi dengan baik dengan lingkungan.

Ada empat pilar belajar yang dikemukakan oleh UNESCO, yaitu sebagai berikut (dalam Soedijarto, 2004; 10-18):

1.Learning to know, yaitu suatu proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai tehnik menemukan pengetahuan dan bukan semata-mata hanya memperoleh pengetahuan.

2.Learning to do, yaitu pembelajaran untuk mencapai kemampuan untuk melaksanakan controliling, monituring, maintening, designing.

3.Learning to live together adalah membekali kemampuan untuk hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan penuh toleransi, saling pengertian dan tanpa prasangka.

4.Learning to be adalah keberhasilan pembelajaran harus ditopang oleh tiga pilar sebelumnya,

Hasil dari proses pembelajaran salah satunya adalah prestasi belajar. Arifin (2012:12) mengungkapkan bahwa prestasi berasal dari bahasa Belanda “prestatie” dalam bahasa Indonesia menjadi prestasi yang berarti hasil usaha. Prestasi adalah hasil yang diperoleh dari usaha atau melakukan kegiatan. Tohirin (2005 : 151) berpendapat prestasi belajar adalah apa yang telah dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar.

Menurut Syarifuddin (1992 : 90) lompat jauh didefinisikan sebagai suatu bentuk gerakan melompat, mengangkat kaki ke atas ke depan dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya. Sasaran dan tujuan lompat jauh adalah untuk mencapai jarak lompatan sejauh mungkin ke sebuah letak pendaratan atau bak lompat. Jarak lompatan diukur dari papan tolakan sampai batas terdekat dari letak pendaratan yang dihasilkan oleh bagian tubuh.

Menurut Kosasih (1985:67) tujuan lompat jauh adalah mencapai jarak lompatan yang sejauh-jauhnya yang mempunyai empat unsur gerakan, yaitu: awalan; tolakan; sikap badan di udara; sikap badan pada waktu jatuh atau mendarat. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, pelompat dapat melakukannya dengan berbagai gaya, yaitu: 1) gaya jongkok (gaya ortodok), 2) gaya menggantung (gaya schnepper), 3) gaya berjalan di udara (gaya walking in the air).

Salah satu faktor yang mendorong berlangsungnya proses belajar mengajar agar sempurna adalah penyediaan sarana pendidikan yang menunjang. Arikunto (2013:82), menerangkan bahwa sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar, mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan lancar, teratur, efektif dan efisien. Menurut Soepartono (dalam Sumarti, 2011), istilah sarana adalah terjemahan dari ”facylities” yaitu sesuatu yang dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam pelaksanaan kegiatan. Sedangkan yang dimaksud dengan sarana olahraga yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan dan dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan kegiatan olahraga atau pendidikan jasmani. Sarana olahraga dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:

1.Peralatan (apparatus), adalah sesuatu yang digunakan, contoh: peti lompat, palang tunggal, palang sejajar, gelang-gelang, kuda-kuda dan lain-lain.

2.Perlengkapan (device), yaitu:

-Sesuatu yang melengkapi kebutuhan prasarana, misalnya: net, bendera untuk tanda, garis batas dan lain-lain.

-Sesuatu yang dapat dimainkan dan dapat dimanipulasi dengan tangan atau kaki, misalnya: bola raket, pemukul dan lain-lain.

Menurut Soepartono (dalam Sumarti, 2011), sarana pendidikan jasmani adalah sarana sederhana untuk pelaksanaan materi pembelajaran pendidikan jasmani tertentu dalam bentuk permainan. Seringkali di sekolah terdapat alat-alat sederhana yang tidak pernah keluar dari gudang karena guru tidak dapat memanfaatkannya, misalnya bola plastik, bola kasti, bola tenis bekas, simpai, gada senam dan lain-lain. Dengan kreasi guru dapat memanfaatkan alat-alat tersebut dalam pendidikan jasmani.

Selain alat-alat yang disebut diatas, ada alat-alat sederhana lain yang dapat digunakan dan dengan mudah dapat diadakan oleh guru misalnya: kardus, potongan bambu, ban bekas dan lain-lain. Juga alat-alat yang bisa dibuat sendiri oleh guru misalnya gawang kecil-kecil, bola berekor dan lain-lain.

Hipotesis Tindakan

Penggunaan media kardus bekas dapat meningkatkan prestasi lompat jauh pada siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem semester I tahun pelajaran 2014/2015.

Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2014/2015 di SD Negeri 1 Karangklesem dan subjek penelitiannya adalah siswa kelas V. Metode pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Instrumen yang digunakan adalah rubrik penilaian lompat jauh dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif. Penelitian tindakan ini dilakukan melalui 2 siklus.

Hasil Tindakan dan Pembahasan

1.Deskripsi Hasil Siklus I Penelitian

Berdasarkan data nilai tes pada Siklus I Penelitian dapat disusun ringkasan nilai tes sebagai berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari data yang tersaji pada Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa nilai tes lompat jauh siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem pada Siklus I penelitian belum memuaskan. Hal tersebut ditandai dengan masih banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM sebesar 75 yang menjadi indikator keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan data pada tabel 4.3 dapat diketahui bahwa respon siswa pada siklus pertama cukup positif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya respon yang baik pada dua indikator. Hasil ini sudah memenuhi kriteria untuk mengukur keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini, yaitu minimal 2 indikator dalam kategori baik.

2.Deskripsi Siklus II Penelitian

Berdasarkan data nilai tes pada Siklus II Penelitian dapat disusun ringkasan nilai sebagai berikut.

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan data pada Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa nilai tes lompat jauh siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem pada Siklus II penelitian sudah memuaskan. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya siswa yang mencapai nilai KKM sebesar 75 yang menjadi indikator keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan data pada tabel 4.7 dapat diketahui bahwa pada siklus kedua respon siswa semakin meningkat dibandingkan siklus sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya respon yang baik pada seluruh indikator.

3.Perbandingan Antarsiklus

Berikut ini disajikan data perbandingan hasil penelitian antara Siklus I dan Siklus II.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Data pada Tabel 4.8 menunjukkan bahwa sebagian besar siswa nilainya mengalami peningkatan pada Siklus II penelitian. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media kardus bekas memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan lompat jauh.

4.Pembahasan

Penelitian ini menggunakan media kardus bekas dalam upaya meningkatkan kemampuan lompat jauh pada siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem. Hal ini disebabkan masih banyak siswa yang nilainya di bawah KKM dalam pembelajaran lompat jauh. Data awal menunjukkan 17 siswa atau 54,8% nilainya di bawah KKM. Secara umum siswa kurang menguasai gerakan-gerakan dasar lompat jauh dengan baik. Dalam proses pembelajaran lompat jauh siswa juga kurang menunjukkan semangat belajar yang tinggi, terkesan memandang olahraga lompat jauh tidak penting.

Setelah pembelajaran menggunakan media kardus bekas, ternyata hasil yang diperoleh sangat positif, baik dalam proses maupun hasilnya. Proses belajar menunjukkan kondisi yang dinamis, yang ditandai dengan peningkatan pada semangat belajar, ketekunan belajar, dan keberanian bertanya jawab. Sementara pada hasil belajar, terjadi peningkatan kemampuan lompat jauh siswa yang ditandai dengan nilai hasil belajar yang meningkat.

 

 

 

 

 

Berdasarkan hasil-hasil tersebut di atas, maka jelas bahwa penggunaan media kardus bekas dapat meningkatkan prestasi lompat jauh pada siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem. Adanya media membuat siswa lebih semangat dalam pembelajaran, memudahkan siswa dalam memahami materi yang diberikan oleh guru, serta membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan gerakan dasar dalam lompat jauh, sehingga hasil pembelajaran yang diperoleh menjadi meningkat. Hal ini menandakan bahwa penggunaan media pembelajaran sangat penting dalam mendukung peningkatan proses maupun hasil belajar.

Simpulan

Penggunaan media kardus bekas mampu meningkatkan kemampuan lompat jauh siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem, yang dibuktikan dengan hasil setelah digunakannya media kardus bekas dalam pembelajaran lompat jauh. Hasil pada Siklus II penelitian menunjukkan 27 siswa atau 87,1% mampu mencapai nilai 75 atau lebih. Hal ini melampaui indikator keberhasilan dalam penelitian ini, yaitu minimal 75% siswa dapat mencapai nilai sebesar 75 atau lebih dalam tes praktek lompat jauh. Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis penelitian yang menyatakan: “Penggunaan media kardus bekas dapat meningkatkan prestasi lompat jauh pada siswa kelas V SD Negeri 1 Karangklesem semester I tahun pelajaran 2014/2015”, diterima.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin. (2012). Upaya Peningkatan Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok Melalui Bermain Pada Siswa Kelas II SD Negeri 3 Demangsari Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Yogyakarta: UNY

Arikunto, Suharsismi. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Edisi 2. Jakarta: Bumi Aksara.

Hanifah, Dwi. (2012). Upaya Peningkatan Keterampilan Lompat Jauh Gaya Jongkok Melalui Media Jerami Kelas IV SD Negeri 2 Somogede Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo Tahun 2012. Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Kosasih, Engkos. (1985). Olahraga Teknik dan Program Latihan. Jakarta: Akademika Pressindo.

Soedijarto. (2004). Kurikulum, Sistem Evaluasi, dan Tenaga Pendidikan sebagai Unsur Strategis dalam Penyelenggaraan Sistem Pengajaran Nasional. Jurnal Pendidikan Penabur: No. 03/Tahun III/Desember 2004

Suherman, Adang. (2000). Dasar-Dasar PJOKkes. Jakarta: Depdikbud

Syarifuddin, Aip dan Muhadi. (1992). Atletik. Jakarta : Depdikbud

Sumarti. (2012). “Peningkatan Kemampuan Penguasaan Gerak Dasar Lompat Jauh Gaya Jongkok Dengan Menggunakan Media Kardus Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Wirasana Tahun Pelajaran 2011/2012”. Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang

Tohirin. (2005). Psikologi Pembelajaran Dalam Dunia Pendidikan. Jakarta : Grafindo

Usman, M. Uzer. (1996) Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *