UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI PERMAINAN KARTU ANGKA PADA ANAK KELOMPOK B1 DI TK DIPONEGORO 110 PURWOKERTO KIDUL TAHUN 2016-2017

BIO DATA PENULIS

Nama               : Rahayu Ekoningsih, S.Pd.AUD

NIP                 : 196211021985032003

Unit Kerja       : TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Melalui Permainan Kartu Angka Pada Anak Kelompok B1 Di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul Tahun 2016-2017.

Permasalahan yang ditemukan adalah anak didik belum paham dalam mengenal konsep bilangan dengan baik dan benar. Hal tersebut nantinya akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak didik dalam mengenal konsep bilangan melalui permainan kartu angka di sekolah tempat peneliti bekerja

Penelitian ini meliputi dua siklus. Subjek pada penelitian ini adalah anak didik di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul. Metode pada penelitian ini menggunakan deskriptif  kualitatif  yang menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan temuan penelitian, pada data awal perolehan nilai prosentase kemampuan anak didik dalam mengenal konsep bilangan yaitu sebanyak 40% (kurang), sedangkan pada siklus 1 perolehan nilai prosentase kemampuan anak didik dalam mengenal konsep bilangan yaitu sebanyak 65% (cukup), dan pada siklus II perolehan nilai prosentase kemampuan anak didik dalam mengenal konsep bilangan meningkat yaitu sebanyak 90%.

Kata kunci: Permainan Kartu Angka, Mengenal Konsep Bilangan

PENDAHULUAN

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh anak didik di jenjang Taman Kanak-kanak adalah mampu mengikuti pendidikan selanjutnya dengan kesiapan yang optimal sesuai dengan tuntutan yang berkembang dalam masyarakat. Kemampuan dasar yang dikembangkan di Taman Kanak-kanak meliputi kemampuan bahasa, fisik atau motorik, seni dan kemampuan kognitif. Pengembangan kemampuan kognitif bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir anak. Pada kemampuan kognitif tersebut, anak diharapkan dapat mengenal konsep sains dan matematika sederhana.

Kegiatan pembelajaran matematika pada anak diorganisir secara terpadu melalui tema-tema pembelajaran yang paling dekat dengan konteks kehidupan anak dan pengalaman-pengalaman riil. Guru dapat menggunakan media permainan dalam pembelajaran yang memungkinkan anak bekerja dan belajar secara individual, kelompok dan juga klasikal. Penggunaan media pada kegiatan pembelajaran matematika anak usia dini, khususnya dalam pengenalan angka bertujuan mengembangkan pemahaman anak terhadap bilangan dan operasi bilangan dengan benda-benda kongkrit sebagai pondasi yang kokoh pada anak untuk mengembangkan kemampuan matematika pada tahap selanjutnya.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan penulis di lapangan ditemukan adanya permasalahan dalam kegiatan pengembangan di kelas yaitu rendahnya kemampuan mengenal konsep bilangan di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul. Pada saat proses pembelajaran tentang pengenalan konsep bilangan, peneliti melihat baha ternyata terdapat beberapa anak didik yang belum paham tentang bagaimana mengurutkan bilangan, menunjukkan lambang bilangan dan mengalami kesulitan dalam mengenal dan menghafal, mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan dan belum dapat mengurutkan lambang bilangan dengan benar. Hal ini dikarenakan kurangnya kemauan belajar pada anak didik, di mana anak didik sering tidak menyelesaikan tugas, dan anak didik cenderung bosan dengan kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung. Pada saat anak didik mulai melakukan kegiatan menghitung, tapi ternyata sebagian besar anak didik tidak tertarik karena mereka belum mengerti untuk apa bilangan itu dipelajari. Kondisi ini ditengarai penyebabnya adalah dalam proses pembelajaran, kegiatan pembelajaran monoton dan tidak bervariasi dan kurang memanfaatkan media pembelajaran juga permainan yang tepat yang dapat menumbuhkan motivasi belajar anak.

Selain kurangnya media pembelajaran dan permainan yang tepat, hal ini lebih disebabkan oleh minimnya media atau alat peraga yang dimiliki oleh TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul. Selain itu ada beberapa permasalahan lain yang terjadi di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul adalah metode yang digunakan masih menggunakan metode drill dan praktek-praktek paper-pencil test. Hal ini merupakan salah satu penyebab rendahnya kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul . Sebagai indikator rendahnya kemampuan anak di TK tersebut, dapat dilihat bahwa dari 20 siswa kelompok B yang sudah mengenal konsep bilangan hanya 8 siswa (10%), dan sisanya sebanyak 12 siswa (90%) belum mengenal konsep bilangan.

Berdasarkan permasalahan yang terjadi di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul, penulis tertarik untuk meneliti secara langsung pemanfaatan media kartu angka sebagai salah satu cara meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak didik  di TK tersebut dan dapat memperbaiki kondisi pembelajaran yang terjadi di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul. Media ini dianggap mampu memecahkan masalah di atas karena dalam proses pembelajaran, alat bantu atau media tidak hanya dapat memperlancar proses komunikasi akan tetapi dapat merangsang siswa untuk merespon dengan baik segala pesan yang disampaikan. Oleh karena itu, peneliti menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan judul “ Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Melalui Permainan Kartu Angka Di Kelompok B1 TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul Tahun 2016-2017”.

Kajian teoretis

Kajian Tentang Lambang Bilangan

Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Menurut  Sudaryanti  (2006:  1) bilangan adalah suatu obyek matematika yang sifatnya abstrak dan termasuk kedalam unsur yang tidak didefinisikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran, serta bersifat abstrak sebagai gambaran banyaknya anggota suatu himpunan.

Oleh karena itu, program pengembangan kemampuan mengenal lambang bilangan di Taman Kanak- kanak memiliki tujuan untuk memperkenalkan anak dalam menggunakan lambang bilangan

Kemampuan Mengenal Angka

Menurut Asmani (1996:102), bahwa kemampuan adalah kapasitas seseorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Menurut Atmosudirdjo (1998:37), kemampuan adalah sebagai sesuatu hal yang perlu dimiliki oleh setiap individu dalam suatu organisasi. Kemampuan adalah yang dapat dikuasai oleh anak setelah terjadinya proses belajar. Kemampuan anak di jenjang Taman Kanak-kanak (TK) tentu tidak sama dengan kemampuan anak pada jenjang yang lebih tinggi, mengingat usia, kematangan cara berpikir anak belum maksimal (PGTK 2402).

Menurut Tadkirotun (2012) angka atau bilangan adalah lambang atau simbol yang merupakan suatu objek yang terdiri dari angka-angka. Sehingga, untuk dapat mengembangkan konsep bilangan pada anak anak di Taman Kanak-kanak tidak dilakuakn dalam jangka waktu pendek, yang harus dilakukan secra bertahap dalam jangka waktu yang lama, serta dibutuhkan media yang kongkrit untuk membantu proses pembalajaran mengenal bilangan.

Hakekat Matematika Usia Dini

Dalam pembelajaran matematika terdapat banyak keterampilan yang dapat dikuasai anak didik. Namun, bagi usia dini khususnya anak TK, keterampilan matematika yang dapat diajarkan pada mereka tidak sebanyak dan sesulit anak-anak di atas usianya. Adapun keterampilan yang dapat dilatih bagi anak-anak TK antara lain : mencacah, membuat pola, menyortir, membandingkan, konsep angka, pemecahan masalah, ukuran dan perkiraan, waktu.

Hakikat Strategi Bermain di TK

Strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar. Strategi pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan demikian strategi pembelajaran menekankan kepada bagaimana aktivitas guru mengajar dan aktivitas anak belajar.

Anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. Beberapa karakteristik cara belajar anak itu antara lain

(1) anak belajar melalui bermain;

(2) anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya;

(3) anak belajar secara alamiah, dan

(4) anak belajar paling baik jika yang dipelajarinya menyeluruh, bermakna, menarik, dan fungsional.

Bermain sebagai salah satu cara belajar anak memiliki ciri-ciri simbolik, bermakna, aktif, menyenangkan, suka rela, ditentukan oleh aturan, dan episodik. Para ahli teori konstruktivisme mempunyai pandangan tentang cara belajar anak yaitu bahwa anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya melalui kegiatan mengeksplorasi objek-objek dan peristiwa yang ada di lingkungannya dan melalui interaksi sosial dan pembelajaran dengan orang dewasa.

Alat Permainan

Pengertian alat permainan semua alat permainan yang digunakan anak untuk memenuhi naluri bermainnya Sewaktu bermain dengan alat permainan anak akan mendapatkan masukan pengetahuan untuk ia ingat. Fungsi alat permainan adalah untuk mengenal lingkungan dan juga mengajar anak mengenal kekuatan maupun kelemahan dirinya. Dengan alat permainan anak akan melakukan kegiatan yang jelas dan menyenangkan ini juga akan meningkatkan sel otaknya dan menyuburkan proses pembelajaran.

Bermain Kartu Angka

Bermain adalah segala aktivitas untuk memperoleh rasa senang tanpa memikirkan hasil akhir yang dilakukan secara spontan tanpa paksaan orang lain, yang harus diperhatikan orang tua, bermain haruslah suatu aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Tidak boleh ada anak untuk perkembangan aspek tertentu walaupun kegiatan tersebut dapat menunjang perkembangan aspek tertentu.

Kartu angka atau alat peraga kartu  adalah alat-alat atau perlengkapan yang digunakan oleh seorang guru dalam mengajar yang berupa kartu dengan bertuliskan angka sesuai dengan tema yang diajarkan. Alat peraga kartu adalah alat bantu bagi anak untuk mengingat pelajaran. Alat peraga kartu huruf dapat menimbulkan kesan di hati sehingga anak-anak tidak mudah melupakannya. Sejalan dengan ingatan anak akan alat peraga itu, ia juga diingatkan dengan pelajaran yang disampaikan guru. Semakin kecil anak, ia semakin perlu visualisasi/konkret (perlu lebih banyak alat peraga) yang dapat disentuh, dilihat, dirasakan, dan didengarnya (Nurani, 2012).

Menurut Tadkirotun (2012) kartu angka merupakan fasilitas penting dalam pembelajaran di sekolah karena bermanfaat untuk meningkatkan perhatian anak. Dengan alat peraga kartu, anak diajak secara aktif memperhatikan apa yang diajarkan guru. Satu hal yang harus diingat, walaupun fasilitas alat peraga kartu yang dimiliki sekolah sangat minim, tetapi bila penggunaan alat peraga diikuti dengan metode anak aktif, maka efektifitas pengajaran akan semakin baik.

KERANGKA BERPIKIR

 

 

 

 

Hipotesis tindakan

Diduga dengan menggunakan strategi bermain kartu angka dapat meningkatkan kemampuan anak didik dalam belajar konsep bilangan. Ada peningkatan kemampuan anak didik dalam belajar konsep bilangan setelah menggunakan permainan kartu angka.

Metode Penelitian

Setting penelitian/lokasi penelitian

Tempat penelitian adalah TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. TK ini berada di Jl. Pancurawis Gg. Mawar No. 3 Purwokerto Kidul Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas

Waktu penelitian

Penelitian ini akan dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2016 – 2017.

Subjek penelitian

Subjek penelitian adalah anak didik di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul pada semester ganjil Tahun Ajaran 2016-2017 yang beralamat di Jl. Pancurawis Gg. Mawar No. 3 Purwokerto Kidul Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas

Sumber Data

Sumber data dalam PTK ini adalah data yang didapat dari kegiatan anak yang diamati selama proses kegiatan berlangsung yang dilakukan melalui observasi atau pengamatan langsung yang mana hasilnya ditulis dalam lembaran observasi. Data dari hasil kegiatan anak dapat dilihat dalam proses kegiatan anak berlangsung yakni ketika anak bermain dengan kartu angka.

Teknik Pengumpul Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas (PTK) ini yaitu dengan cara observasi dan dokumentasi

Alat pengumpul data

Alat pengumpul data yang digunakan yaitu dengan cara menganalisa dengan memakai format atau lembar tugas, di mana pengamat tinggal memberikan tanda check list (√) pada tempat yang disediakan dan sedikit memberi komentar atau saran perubahan tingkah laku anak didik dalam pembelajaran konsep bilangan.

Teknik Analisis data

Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian tindakan kelas (PTK) ini yaitu menggunakan analisis deskriptif kualitatif.

Indikator Keberhasilan

Peneliti mengharapkan secara rinci indikator keberhasilan yang diharapkan yaitu hasil belajar anak meningkat sekurang-kurangnya 80 % dari seluruh anak. Sehingga dengan meningkatkan hasil belajar maka keaktifan anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran meningkat

Prosedur Penelitian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian kondisi awal

Berdasarkan   pengamatan   peneliti,  dari 20 anak hanya 8 anak yang sudah mampu mengenal konsep bilangan, sedangkan sebagian lainnya masih perlu bimbingan guru. Anak-anak   kurang   antusias   dalam kegiatan mengenal konsep bilangan, bahan kegiatan kurang menarik, sehingga anak didik cenderung merasa bosan dengan materi mengenal konsep bilangan. Perhatikan tabel di bawah ini.

 

 

 

Dari tabel kemampuan anak mengenal bilangan di atas belum dapat diketahui kelemahan dan kelebihan tindakan kelas karena anak didik belum diberi perlakuan tindakan. Hasil ini lebih cenderung untuk mengetahui kemampuan anak didik dalam mengenal konsep bilangan pada kondisi awal.

Bila dilihat dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 12 anak atau 60% yang belum mampu mengenal konsep bilangan dengan baik dan benar, sedangkan yang sudah mampu mengenal konsep bilangan dengan baik dan benar berjumlah 8 anak atau 40%.

 

 

 

 

 

 

 

Jika dilihat pada tabel hasil observasi di atas, dapat diketahui bahwa perkembangan anak didik pada saat kegiatan pembelajaran yaitu pada aspek perilaku dan aspek kreatifitas anak didik mendapatkan nilai kategori kurang, sedangkan pada aspek hasil belajar anak didik mendapatkan nilai kategori cukup.

 

 

 

Bila dilihat dari tabel di atas, dari hasil observasi pada siklus I  dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan kemampuan anak didik dalam mengenal konsep bilangan jika dibandingkan dengan data kondisi awal. Jumlah anak yang berhasil melakukan kegiatan mengenal konsep bilangan yang baik dan benar yaitu  13 anak atau 65% sedangkan yang belum berhasil berhitung permulaan dengan baik dan benar berkurang menjadi 7 anak atau 35%.

 

 

 

 

Jika dilihat dari tabel di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pada siklus I terdapat peningkatan kemampuan anak didik dalam mengenal konsep bilangan dibandingkan dengan data kondisi awal yaitu sebanyak 5 anak atau jika diprosentasekan meningkat sebanyak 25% yaitu dari kondisi awal hanya 40% meningkat menjadi 60%.

PEMBAHASAN SIKLUS 2

 

 

 

 

 

 

Jika dilihat pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa perkembangan anak didik pada saat kegiatan pembelajaran yaitu pada aspek perilaku dan aspek kreatifitas mendapatkan nilai kategori baik, sedangkan aspek hasil belajar anak didik mendapatkan nilai kategori sangat baik.

Setelah diamati ternyata pada siklus ini terdapat peningkatan dibandingkan dengan siklus I, yaitu aspek  perilaku, aspek kreatifitas dan hasil belajar anak didik pada siklus I mendapatkan nilai kategori kurang dan cukup, sedangkan pada siklus II mendapatkan nilai kategori baik dan sangat baik.

 

 

 

Bila dilihat dari tabel di atas, dari hasil observasi pada siklus II  dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan kemampuan anak didik dalam mengenl konsep bilangan jika dibandingkan dengan data siklus I. Jumlah anak yang berhasil melakukan kegiatan mengenal konsep bilangan yang baik dan benar yaitu  18 anak atau 90% sedangkan yang belum berhasil mengenal konsep bilangan dengan baik dan benar berkurang menjadi  2 anak atau 10%.

Bila dilihat dari tabel di atas, dari hasil observasi pada siklus II  dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan kemampuan anak didik dalam mengenl konsep bilangan jika dibandingkan dengan data siklus I. Jumlah anak yang berhasil melakukan kegiatan mengenal konsep bilangan yang baik dan benar yaitu  18 anak atau 90% sedangkan yang belum berhasil mengenal konsep bilangan dengan baik dan benar berkurang menjadi  2 anak atau 10%.

Refleksi dilakukan ketika penelitian telah selesai. Peneliti mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil dari refleksi terhadap observasi kegiatan mengenal konsep bilangan dapat diketahui bahwa pada siklus II kriteria baik dengan kriteria kesesuaian 80-100% sudah mencapai indikator keberhasilan yang sangat memuaskan karena anak didik yang mendapatkan kriteria baik sebanyak 18 anak (90%).

 

 

 

Jika dilihat dari tabel di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pada siklus II terdapat peningkatan kemampuan anak didik dalam mengenal konsep bilangan dibandingkan dengan data siklus I yaitu sebanyak 5 anak atau jika diprosentasekan meningkat sebanyak 25% yaitu dari siklus I hanya 65% meningkat menjadi 90%.

Pada siklus II ini peneliti merasa berhasil karena lebih dari 80% anak didik kelompok B1 di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul telah mampu melakukan kegiatan mengenal konsep bilangan menggunakan permainan kartu angka. Perhatikan tabel di bawah ini

 

 

 

 

 

Jika dilihat dari tabel di atas dapat diambil kesimpulan bahwa terjadi peningkatan prosentase kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan yaitu pada kondisi awal hanya mendapat prosentase 40%, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 65% dan kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 90%.

Penelitian tindakan ini telah selesai. Hasil perolehan nilai prosentase pada kemampuan mengenal konsep bilangan juga sudah naik dibandingkan pada kondisi awal. Hasil perolehan nilai prosentase yang didapat tersebut juga sudah sangat memuaskan. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa adanya peningkatan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan setelah dilakukan permainan kartu angka. Oleh karena itu penelitian ini berhenti pada siklus 2.

Kesimpulan Dan Saran

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian pada pelaksanaan proses kegiatan pembelajaran dengan menggunakan permainan kartu angka dalam upaya meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan di Kelompok B1 TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1.Permainan kartu angka yang diterapkan di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan serta memberikan hasil yang sangat baik bagi perkembangan kemampuan anak.

2.Dengan menggunakan permainan kartu angka ini, pembelajaran berlangsung dengan baik.

3.Dengan menggunakan pembelajaran melalui permainan kartu angka dalam kegiatan pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan. Hal ini diketahui dari hasil analisis siklus I sebesar 65% dan pada siklus II menunjukkan peningkatan sebesar 90%.

4.Metode serta penyampaian materi merupakan kunci efektifnya proses belajar mengajar di TK Diponegoro 110 Purwokerto Kidul

5.Suasana kegiatan pembelajaran anak dari hasil observasi anak terlibat aktif dan mampu menciptakan proses kegiatan pembelajaran yang efektif dengan menggunakan media yang sesuai dengan tujuan kegiatan pembelajaran.

Saran

Untuk melaksanakan pembelajaran khususnya dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan hendaknya:

1.Guru dapat menggunakan media kartu angka yang bergambar unik dan sesuai dengan kesenangan anak

2.Anak didik dapat memotivasi diri sendiri untuk berani melakukan dan mencoba sendiri di rumah hal-hal yang dipelajarinya di Taman Kanak-kanak. Hal ini untuk lebih melatih kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan.

3.Guru dapat menggunakan pencampuran metode seperti metode pendekatan emosional dengan anak agar penyampian materi dapat berjalan dengan baik

4.Guru disarankan hendaknya menciptakan sebuah bentuk tugas yang menyenangkan bagi anak didik.

5.Guru dapat meningkatkan latihan dan bimbingan bagi anak yang belum paham dan belum mengenal angka.

6.Bagi kepala sekolah TK disarankan agar dapat memperhatikan, mendukung dan memberikan fasilitas untuk membantu upaya guru dalam membantu perkembangan anak.

Daftar Pustaka

Asmani, Jamal Ma’ruf. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta : Laksana

Djamarah. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

Kayvan, Umy.2009. Permainan Kreatif untuk Mencerdaskan Anak. Jakarta : Media Kita.

Nurani, Yuliani. 2012. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : PT Indeks

Tim PKP PG PAUD.2008. Panduan Pemantapan  Kemampuan Profesion.Jakarta : Universitas Terbuka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *