UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN READING COMPREHENSION DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MODEL PICTURE AND PICTURE MEDIA STICK ES CREAM PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SATU ATAP KARANGKOBAR SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2016/2017

 

BIODATA PENULIS
Nama : Ade Erma Wardani, S.Pd.
NIP : 19701023 199802 2 004
Pangkat/gol : Pembina/IVa
Jabatan : Kepala Sekolah
Unit Kerja : SMP Negeri 3 Satu Atap Karangkobar Kabupaten Banjarnegara

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yaitu rendahnya kemampuan reading comprehension dan prestasi belajar pada mata pelajaran Bahasa Inggris tentang teks descriptive dan teks recount pada semester 1 tahun pelajaran 2016/2017.  Penerapan model pembelajaran Picture and Picture media stick es cream diharapkan dapat meningkatkan kemampuan reading comprehension dan prestasi belajar.

            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, obseravasi dan refleksi. Ke empat tahapan tersebut dilaksanakan dalam 2 siklus penelitian.  Tiap siklus dilaksanakan dalam 2 pertemuan dan difokuskan pada materi tentang kemampuan reading comprehension teks descriptive dan teks recount.

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Satu Atap Karangkobar dengan subyek penelitian kelas VIII. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan reading comprehension dan prestasi belajar Bahasa Inggris.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Picture and Picture, dapat meningkatkan kemampuan reading comprehension mata pelajaran Bahasa Inggris siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Karangkobar semester 1 Tahun pelajaran 2016/2017. Dari pra siklus 32% menjadi 64,5% pada siklus I dan 74,01% pada akhir siklus II. Ada peningkatan untuk kemampuan reading comprehension pada siklus I yaitu 32,5%  dan pada siklus II yaitu naik sebesar 9,51%. Sehingga kenaikan dari pra siklus ke siklus II sebesar 42,01%. Penerapan Model Picture and Picture, dapat meningkatkan prestasi belajar dari pra siklus 69 menjadi 69,9 pada siklus 1 dan 71,2  pada akhir siklus II. Dari data tersebut dapat di simpulkan bahwa prestasi belajar meningkat sebesar 2,2.

Kata kunci: kemampuan reading comprehension, prestasi belajar, model Picture and Picture

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang menjadi momok bagi siswa. Mereka selalu beranggapan bahwa pelajaran Bahasa Inggris adalah pelajaran yang paling sulit karena bukan bahasa mereka sendiri. Ada 4 keahlian yang harus dikuasai oleh siswa dalam belajar Bahasa Inggris, yaitu Listening, Speaking, Reading dan Writing. Ke empat keahlian tersebut harus dikuasi oleh siswa. Peneliti hanya akan meneliti pada pembelajaran Reading, khususnya kemampuan Reading comprehension.

Hasil tes hasil  belajar sebelum dilakukan tindakan rendah. Bisa dilihat pada hasil nilai Ulangan Harian awal pada aspek membaca pemahaman, yaitu dari 31 siswa yang mendapatkan nilai tertinggi 83 hanya 1 siswa dan nilai terendah 40 dan rata-rata 69. Dari 31 siswa kelas VIII, yang tuntas 55% yaitu 17 siswa dan yang belum tuntas 14 siswa yaitu 45%. KKM untuk Bahasa Inggris  adalah 70. Pemahaman siswa tentang Reading comprehension masih rendah. Motivasi belajar siswa juga masih rendah, terlihat antusiame siswa dalam mengikuti pembelajaran belum maksimal.

Dari kenyataan tersebut maka peneliti ingin membuat perubahan untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran dan mengembangkan karakter kreatif. Salah satu cara yaitu dengan menggunakan model Picture and Picture dengan media stick es scream untuk meningkatkan kemampuan Reading comprehension dan prestasi belajar. Peneliti asumsi penggunaan model Picture and Picture media stick es cream dapat meningkatkan kemampuan Reading comprehension dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris dengan kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Karangkobar semester 1 tahun pelajaran 2016/2017.

LANDASAN TEORI

Bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, mata pelajaran Bahasa Inggris diarahkan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusan mampu berkomunikasi dan berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu.

Pemahaman bacaan atau Reading comprehension adalah sebuah kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam memperoleh informasi dari teks tertulis. Kemampuan ini tidaklah sulit untuk dimiliki siswa jika teks yang siswa baca menggunakan bahasa Indonesia, dan agak sedikit sulit jika teks tersebut menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia. Misalnya bahasa Inggris. Tentu kita harus memiliki kemampuan bahasa Inggris jika kita ingin memamahmi teks bacaan berbahasa Inggris.

Ada dua elemen penting yang saling mendukung dalam English Reading comprehension, yaitu: Vocabulary Knowledge dan Text Comprehension. Jika kita ingin memahami teks maka kita harus mampu memahami kosakata yang digunakan dalam teks tersebut. Sangat sulit bagi kita untuk memahami Bacaan yang menggunakan bahasa Inggris jika kita memiliki kemampuan kosakata bahasa Inggris yang sangat minim. Akan tetapi kita bisa menggunakan kamus sebagai alat bantu.

Prestasi belajar adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati, yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja baik secara individual maupun secara kelompok dalam bidang kegiatan tertentu.

Pembelajaran Picture and Picture merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kelompok-kelompok. Pembelajaran Picture and Picture ini memiliki ciri aktif, kreatif dan menyenangkan dengan menggunakan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran.

Kerangka Berpikir

Pada hakekatnya pengajaran Bahasa Inggris bagi siswa khususnya untuk tingkat SMP mempunyai satu tujuan yaitu, agar terampil dalam berbahasa. Terampil dalam berbahasa tercermin pada perilaku anak setiap hari, dalam aspek-aspek ketrampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Pada kenyataan di lapangan selama ini banyak siswa kelas VIII semester 1 tahun pelajaran 2016/2017 SMP Negeri 3 Satu Atap Karangkobar mengalami kesulitan dalam kemampuan Reading comprehension.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir yang telah disajikan sebelumnya maka bisa disimpulkan bahwa melalui model Picture and Picture media stick es cream dapat meningkatkan kemampuan Reading comprehension dan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Karangkobar Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan dengan penelitian tindakan kelas. Kegiatan dilaksanakan dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan Reading comprehension dan hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Satu Atap Karangkobar Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara pada mata pelajaran Bahasa Inggris kelas VIII semester 1 tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus dalm aktu 4 bulan yaitu bulan September sampai Desember 2016. Subyek penelitian  ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Karangkobar berjumlah 31 siswa, terdiri dari 12 siswa perempuan dan 19 siswa laki-laki dengan karakteristik siswa memiliki potensi dan kompetensi yang heterogen.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi Pra Siklus

Pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Inggris pada materi Reading yang dilakukan peneliti pada umumnya monoton, tidak menggunakan model, belum mnggunakan metode yang sesuai, masih menggunakan pembelajaran konvensional, masih berpusat pada guru dan guru mendominasi kelas dalam ceramah. Sementara siswa hanya pasif dan tidak aktif dalam pembelajaran. Kondisi proses pembelajaran seperti ini berakibat kemamapuan Reading comprehensiannya rendah/kurang. Hal ini ditunjukan hasil pengamatan dari 31 siswa hanya 10 Siswa (32%) yang memiliki kemampuan membaca pemahaman baik, 21 siswa atau 68% memiliki kemampuan membaca comprehension  cukup.

Deskripsi Siklus I

Data tentang  kemampuan Reading comprehension diambil setelah melakukan   pembelajaran pada  akhir siklus I pertemuan pertama pada hari   Rabu, 19 Oktoer 2016 dan pertemuan ke dua pada kamis, 20 Oktober 2016. Siswa melakukan kerja kelompok dengan anggota 5 – 6 orang perkelompok. Dari data  kemampuan Reading comprehension pada pertemuan pertama dan kedua peroleh hasil : skor tertinggi  92,5,  skor terrendah 65,  skor rerata 76,9, modus skor 76,89. Masih ada 11 siswa (35%) yang mendapat skor rendah. Hasil selengkapnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah pembelajaran berlangsung selama 2 kali pertemuan, dilakukan tes tertulis untuk mengukur prestasi belajar siswa. Tes dilaksanakan pada hari Rabu 2 Nopember 2016.  Jumlah soal sebanyak 20 pilihan ganda, 10 isian singkat dan 5 uraian. Hasil tes diperoleh data sebagai tabel berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil tes prestasi belajar siklus I diperoleh hasil sebagai berikut: skor tertinggi  85,  skor terendah 45,  skor rerata 69.9, modus skor 70. Masih ada 14 siswa (45%) yang mendapat skor  dibawah ketuntasan belajar minimal (KKM).

Dari data kemampuan reading comprehension dan prestasi belajar belum tercapai secara maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan siklus 2 untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I.

Deskripsi Siklus 2

Perbedaan kegiatan pada siklus yang dilakukan antara siklus 1 dan siklus 2 adalah pada siklus 2 kelompok menjadi kecil dengan anggota 2 – 3. Pemahaman konsep/materi lebih dipertajam karena materi yang diajarkan bagi peneliti adalah sulit dalam memahami bentuk kata kerja regular dan irregular. Siklus II dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama siklus II dilaksanakan pada hari Jum’at, 25 Nopember 2016 dan pertemuan kedua pada Sabtu, 26 Nopember 2016. Pada siklus 2 ini membawa hasil dalam memahami reading comprehension karena sudah dibekali pemahaman kata kerja regular dan irregular. Hasil kemampuan Reading comprehension diambil setelah melakukan   pembelajaran pada  akhir siklus II. Kemampuan reading comprehension diperoleh hasil sebagai berikut:  skor tertinggi  95,  skor terrendah 65,  skor rerata 79,9, modus skor 76,68. Masih ada 8 siswa (26%) yang mendapat skor rendah. Hasil selengkapnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil tes diperoleh data sebagai tabel berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil    tes prestasi belajar siklus II  diperoleh hasil sebagai berikut:  skor tertinggi  84,  skor terendah 52,  skor rerata 71,2, modus skor 71,56. Masih ada 5 siswa (16%) yang mendapat skor  dibawah ketuntasan belajar minimal (KKM).

Pembahasan antar siklus

Sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture media stick es cream,  kemampuan Reading comprehension hanya 32% atau 10 siswa dari 31 siswa. Situasi pembelajaran masih belum aktif, kreatif dan monoton, siswa tidak terlibat secara aktif dalam pembelajaran, guru mendominasi seluruh waktu pembelajaran, situasi kelas pasif dan membosankan.

Berkat intervensi dengan  penerapan pembelajaran Picture and Picture media stick es cream, maka kemampuan Reading comprehension dan  prestasi belajar ada kenaikan. Hal ini disebabkan model pembelajaran Picture and Picture,  kondisi siswa menjadi a). Aktif dan terlibat dalam pembelajaran b). Mampu berfikir logis dan sistematis c). Mampu mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik d). Mengetahui kemampuan masing-masing siswa.

Penerapan pembelajaran Picture and Picture pada kemampuan Reading comprehension dan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Karangkobar,  menunjukkan adanya prestasi yang meningkat, hal ini disebabkan adanya  keesuaian materi dengan karakteristik pembelajaran Picture and Picture. Situasi pembelajaran di kelas sebagaimana gambar berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Gambar  Situasi pembelajaran siklus I

Berdasarkan gambar tentang situasi pembelajaran ditunjukkan terlihat siswa bekerja sama dalam kelompok dengan menempel kosa kata di stick es cream ke LK yang akan di pajang. Kemudian pada gambar yang lain terlihat guru sedang memberikan bantuan kepada kelompok yang belum memahami LK.

Perbandingan hasil penelitian pra siklus, siklus I dan siklus II setelah dilakukan pengamatan pada saat proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari tabel bisa terlihat:

1.Kemampuan reading comprehension amat baik dari kondisi awal terhadap siklus ke 2 terdapat kenaikan dari 0% menjadi 6,5%

2.Kemampuan reading comprehension baik dari kondisi awal terhadap siklus ke-2 terdapat kenaikan dari 32% menajdi 67,5%

3.Kemampuan reading comprehension cukup dari kondisi awal siklus ke-2 menurun dari 68% menjadi 26%

Dari tabel data diatas maka untuk indikator kinerja kemampuan reading comprehension sudah tercapai yaitu 74%.  Bisa dilihat pada grafik di bawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian hasil prestasi belajar dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari tabel diatas kenaikan rata-rata dari kondisi awal terhadap siklus 1 kemudian siklus 2 terdapat kenaikan dari 69 menjadi 69,9 menjadi  71,2 atau kenaikan sebanyak 2,2  angka. Dan kenaikan prosentase tuntas belajar dari kondisi awal terhadap siklus ke-2 terdapat kenaikan dari 55% menjadi 87% atau kenaikan sebesar 32%. Sehingga bisa disimpulkan bahwa untuk rata-rata sudah tercapai yaitu 71,2 dan ketuntasan belajar 87,09.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut penerapan Model Picture and Picture, dapat meningkatkan kemampuan Reading comprehension dari pra siklus 32% menjadi 64,5% pada siklus I dan 74,01% pada akhir siklus II.  Dan  prestasi belajar meningkat dari pra siklus 69 menjadi 69,9 pada siklus 1 dan 71,2  pada akhir siklus II.  Penerapan Model Picture and Picture  dapat meningkatkan prestasi belajar mata kemampuan Reading comprehension pelajaran Bahasa Inggris siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Satu Atap Karangkobar semester Ganjil/I Tahun pelajaran 2016/2017

Saran

Masih ada 3 indikator yang belum tercapai pada kemampuan Reading comprehension yaitu

1). Menggunakan ide-ide dalam bacaan untuk menyelesaikan masalah

2). Menghubungkan ide-ide dalam bacaan dengan pengalaman pribadi dan

3) memberikan respon terhadap gaya dan struktur bacaan. Kemudian pada indikator variable prestasi belajar pada indikator mengubah kata kerja dasar menjadi kata kerja bentuk past tense baik reguler maupun irregular dan makna kata.

 

DAFTAR PUSTAKA

Asmani, Jamal Ma’ruf, 2011. 7 Tips Aplikasi PAKEM. Yogyakarta: Diva Press.

Djamarah, Syaiful Bahri, 1999. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.

Iwuk, 2007. A guide for Reading Comprehension. Yogyakarta: PT Citra Aji Parama.

Musfiqon, Dr, 2012. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Permendiknas no. 47 tahun 2008 tentang Standar Isi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *