UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI WUJUD BENDA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY BAGI SISWA KELAS IV SD NEGERI DONDONG 05 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pretasi belajar IPA materi wujud benda  melalui model pembelajaran Discovery pada siswa kelas IV SD Negeri Dondong 05 Kecamatan kesugihan Kabupaten Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitiandilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yakniperencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 1V SD Negeri Dondong 05 yang berjumlah 28 siswa terdiri dari 16 siswa putra dan 12 siswa putri. Adapun sumber data berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik untuk
mengumpulkan data adalah dengan observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi hasil belajar. Uji Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari empat komponen analisis yaitu pengumpulan data, reduksi data,sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery dapat meningkatkan prestasi belajar IPA materi wujud benda. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar dari prasiklus ke siklus I, dari siklus I ke siklus II. Adanya peningkatan nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 74,28 meningkat pada siklus II menjadi 85.sedangkan tingkat ketuntasan pada pra siklus 56% meningkat menjadi 72% pada siklus I dan  pada siklus II meningkat menjadi 93% sehingga terjadi peningkatan 21% dengan demikian model pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada IPA materi wujud benda bagi siswa SDN Dondong 05 tahun Pelajaran 2014/2015.

Kata kunci :  prestasi belajar,  pembelajaran IPA, model pembelajaran Discovery.

 

PENDAHULUAN

Rendahnya perolehan prestasi belajar mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar Negeri Dondong 05 yang belum mencapai KKM  70 hal ini  menunjukkan adanya indikasi terhadap rendahnya kinerja belajar siswa dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang berkualitas. Untuk mengetahui mengapa prestasi siswa tidak seperti yang diharapkan, tentu guru perlu merefleksi diri untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam pelajaran IPA.Sebagai guru yang baik dan profesional, permasalahan ini tentu perlu ditanggulangi dengan segera.Perolehan prestasi belajar siswa yang dialami SD Dondong 05 di Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap pada mata pelajaran IPA semester2. Hal ini dibuktikan pada hasil ulangan formatif siswa ketuntasan belajar siswa baru mencapai 12 siswa atau 42,85% dan 16 siswa belum tuntas atau 57,14% dengan nilai rata-rata 6,07. Sementara KKM yang ditentukan 70, jadi masih di bawah KKM.

Ketuntasan belajar prestasi yang rendah ini disebabkan karena kurangya minat belajar siswa pada pelajaran IPA, penerapan metode yang belum tepat sehingga siswa sulit memahami konsep dari materi yang diberikan. Banyak permainan game pada era globalisasi yang banyak mengganggu siswa dalam belajar.

Berdasarkan hal tersebut di atas, penerapan metode discovery diduga dapat menjadi alternatif untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Penelitian ini dilakukan peneliti dengan berkolaborasi dengan guru-guru Sekolah Dasar (SD) di Sekolah Dasar  Negeri Dondong 05. Dengan berkolaborasi ini, diharapkan kemampuan profesional guru dalam merancang model pembelajaran akan lebih baik lagi dan dapat menerapkan model pembelajaran yang lebih bervariatif. Salah satu kebaikan dari metode discovery adalah untuk menumbuhkan kemampuan pemecahan masalah berpikir kritis, kemampuan bekerjasama, kemauan membantu teman dan memahami konsep-konsep IPA.

Dengan latar belakang masalah diatas, maka peneliti merumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai beruikut :

-Bagaimanakah prosespembelajaran dengan model pembelajaran Discovery untuk meningkatkan prestasi belajar IPA materi fungsi Wujud benda  bagi siswa kelas IV SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015?

-Seberapa besar peningkatan prestasi belajar IPA materi Fungsi Wujud benda setelah menerapkan model pembelajaran Discovery bagi siswa kelas IV SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015?

-Bagaimanakah perubahan perilaku yang menyertai peningkatan prestasi belajar IPA materi Fungsi Wujud benda setelah menerapkan model pembelajaran Discovery bagi siswa kelasV SD Negeri Dondong 05 tahun pelajaran 2014/2015?.

 

KAJIAN PUSTAKA

Prestasi Belajar

Menurut kamus umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta,1995:965) belajar adalah usaha (berlatih) dan sebagai upaya dalam mendapat kepandaian. Pengertian belajar menurut (Slameto,2003) memberikan dua definisi terhadap masalah belajar yaitu :

(1) belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan dan tingkah laku ;

(2) belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi.

Belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktivitas mental dengan lingkungannya yang mengasilkan proses perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai sikap (Winkel:1987).

Kata prestasi berasal dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Poerwadarminta (2008:1.10) kata prestasi belajar berasal dari dua kata yaitu prestasi dan belajar kata prestasi memiliki arti hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan). Prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh individu setelah mengalami suatu proses belajar dalam jangka waktu tertentu. Menurut Winkel (2001:15) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah bukti keberhasilan usaha yang dapat dicapai.Berhasilnya prestasi belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut akan muncul selama proses pembelajaran. Menurut Suryabrata (1997:29) faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar faktor dari luar dan faktor dari dalam. Faktor dari luar siswa yaitu faktor sosial sedangkan faktor dari siswa yaitu faktor fisiologis dn faktor psikologis.

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam

IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) mempunyai makna pengeahuan tentang alam Poerwadarmina, W.J.S (2005) Kamus Umum Bahasa Indonesia.Menurut Poerwadarminta Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu alam adalah pengetahuan tentang keadaan alam.   Ilmu pengetahuan Alam atau Sain (Science) diambil dari kata latin Sctentia yang artinya pengetahuan. Sund dan Trowbribge merumuskan bahwa sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses. Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan pengetahuan itu. Sains Tujuan IPA

Metode Dsicovery

Menurut Nasution (2006:5.8) metode discovery adalah pendekatan penemuan murid, murid menemukan sendiri atau mengalami proses mental sendiri guru hanya membimbing dan memberikan pengarahan. Pelaksanaan didalam pembelajaran dapat menggunakan langkah-langkah sebagai berikut

(1) memberi pertanyaan kepada murid;

(2) melakukan percobaan terhadap materi pelajaran;

(3) menentukan kesimpulan dari hasil percobaan.

Kebaikan metode dioscovery antara lain:

1) Dengan menemukan sendiri siswa akan lebih percaya pada dirinya sendiri;

2) Memberi kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kemampuannya sendiri;

3) Dapat membangkitkan semangat belajar siswa; dan

4) Memberikan motivasi pada siswa untuk lebih giat.

Sedangkan kelemahan metode discovery (penemuan) antara lain:

1) Memakan waktu banyak;

2) Hanya sesuai untuk materi yang bersifat pengertian saja;

3) Kurang memperhatikan sikap dan keterampilan; dan

4) Bila tidak terbimbing pengertian murid akan kabur.

Dengan menerapkan metode discovery siswa akan terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran sehingga dengan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran materi yang dipelajari siswa akan selalu teringat dalam pemikirannya.Bertolak dari pemikiran bahwa siswa ikut aktif dalam pembelajaran akan memudahkan siswa menerima materi yang dipelajarinya, maka secara otomatis langkah penerapan metode inquiri merupakan suatu langkah yang efektif untuk menyampaikan suatu metari ajar. Skema pemikiran yang dilakukan oleh peniliti dapat digambarkan sebagai berikut :

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Dondong 05 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap.Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2015, selama 3 bulan, mulai bulan pebruari sampai dengan bulan april 2015. Jenis penelitian yang penulis pergunakan adalah penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan melalui siklus I dan siklus II. Dalam penelitian dibantu oleh teman sejawat untuk pengumpulan data, persiapan dan pelaksanaan pembelajaran.

Subjek yang akan diteliti adalah siswa kelas IV SD Negeri Dondong 05 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap yang berjumlah 28 orang siswa terdiri dari 16 putra dan 12 putri. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah:

1) Sumber data siswa meliputi data tentang minat belajar siswa, data tentang prestasi belajar siswa, dan data tentang keaktifan siswa dalam pembelajaran; dan

2) Sumber data guru berupa keterampilan guru melaksanakan pembelajaran.

Data kuantitatif dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes. Data kualitatif adalah data katagori hasil pengamatan melalui angket motivasi, angket yang digunakan untuk mengukur minat belajar siswa berbentuk angket langsung dan tertutup berisi 10 pernyataan positif dan observasi. Sedangkan alat pengumpul datanya adalah angket minat belajar, lembar observasi, dan lembar tes tertulis.

Angket minat belajar siswa dianalisis secara deskiptif komparatif dengan mengisi angket minat belajar siswa dari 10 pernyataan positif. Menggunakan 5 alternatif jawaban dengan skor 1= tidak pernah, 2= jarang, 3= pernah, 4= sering, 5= selalu. Sehingga didapat skor teritingi 50 dan skor terendan 10 kemudian dikatagorikan sebagai berikut: tidak minat, jika skor 10-20, kurang minat, jika skor 21-30, minat, jika skor 31-40, dan sangat minat, jika skor 41-50.

Data dari hasil prestasi belajar dianalisis dengan deskriptif dengan membandingkan rata-rata hasil tes dengan indikator kerja.Maka digunakan teknik analisis kecenderungan nilai tengah yaitu mencari rata-rata. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dengan mencari nilai tertinggi, nilai terendah, min, ketuntasan belajar.

Indikator keberhasilan untuk prestasi belajar siswa berhasil jika 75% dari jumlah siswa tuntas dalam belajar dan nilai kelas sedikitnya 70 sesuai KKM. Peningkatan keaktifan siswa dinyatakan berhasil jika rata-rata tingkat keterlibatan/keaktifan siswa sekurang-kurangnya 75% dari jumlah siswa, dimana prosentase keaktifan siswa dikategorikan menurut skala ordinal menjadi empat kategori, yaitu:

1) Baik (76% – 100%),

2) Cukup baik (56% – 75%),

3) Kurang baik (40% – 55%), dan

4) Tidak baik (< 40%) (Arikunto, 2006:240).

Prosedur penelitian melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis hasil kerja siswa dan kegiatan guru. Untuk mengukur baik kelebihan atau kekurangan yang terdapat pada siklus I kemudian mendiskusikan hasil analisis secara kolaborasi dengan guru dan teman sejawat untu pelaksanaan siklus ke II.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Siklus I

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dua siklus yaitu siklus I macam-macam  Wujud benda, siklus II cara kerja fungsi Wujud benda. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan memerlukan waktu dua jam pelajaran (2×35 menit). Setiap akhir siklus diadakan ulangan harian untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Tindakan kelas siklus satu dilaksanakan Rabu   tanggal 5 dan 12 Maret 2015. Tahap pelaksanaan tindakan, siswa kelas IV yang hadir 28 orang meliputi:

1) guru melaksanakan langkah-langkah kegiatan sesuai perencanaan pembelajaran;

2) guru menerapkan metode discovery pada pelajaran Sains/IPA;

3) melakukan pengamatan terhadap setiap langkah-langkah kegiatan sesuai rencana.

Pada kegiatan pengamatan, peneliti dan kolaborator melakukan diskusi untuk rencana observasi pada pembelajaran IPA tentang wujud benda dan selanjutnya mengamati keaktifan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar, kolaborator melakukan pengamatan terhadap penerapan metode discovery, dan peneliti beserta kolaborator melakukan diskusi untuk membahas tentang kelemahan-kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran IPA/Sains berikutnya.

Deskripsi Siklus II

Hasil refleksi guru dievaluasi dan didiskusikan bersama dengan peneliti dan para pengamat dan mencari upaya perbaikan untuk diterapkan pada pembelajaran IPA tentang  wujud benda. Pelaksanaan tindakan peneliti melaksanakan tindakan perbaikan pembelajaran dengan memaksimalkan penerapan metode discovery dan berusaha memperbaiki kekurangan dan kelemahan saat pembelajaran.

Peneliti dan dan kolaborator mencatat perubahan yang terjadi. Terlihat peneliti dalam  mengajar lebih percaya diri dan menjelaskan materi/konsep dengan baik. sudah dapat berperan sebagai narasumber, dapat menjadi fasilitator dan mediator dengan baik. Peneliti juga sudah dapat mengelola kelas dengan baik.

Hasil pengamatan diketahui rata-rata tingkat keaktifan siswa pada pertemuan pertama 86% dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 94,8%, jadi rata-rata tingkat keaktifan siswa pada siklus  II adalah 90,4%. Persentase yang dicapai dari tiap indicator keaktifan sangat baik. Pada pertemuan pertama belum banyak siswa yang berani bertanya atau mengemukakan pendapat yang hanya ditunjukkan oleh 57% siswa, pada pertemuan kedua kegiatan mengalami peningkatan persentase, rata-rata di atas 92%.

Dilihat dari ulangan harian  menunjukkan bahwa rata – rata prestasi belajar pada kondisi awal 6,07 meningkat menjadi 74,2 pada siklus I.Nilai tertinggi pada kondisi awal 80 dan nilai terendah  pada kondisi awal 40. Adapaun keaktifan siswa pada siklus I mencapai rata -rata 72%.Hasil ini termasuk katagori cukup baik.

Pada penelitian siklus II setelah menggunakan metode discovery dan usaha-usaha perbaikan dari siklus I menunjukkan hasil minat belajar  pada siklus II sangat baik , terjadi peningkatan yaitu pada siklus I minat secara  positif sebesar 76%,dengan perincian  56% pada katagori senang dan 20% pada katagori sangat minat. Meningkat menjadi  93% pada siklus II dengan perincian 21% pada katagori senang dan 72% pada katagori sangat minat,sehingga terjadi kenaikan sebesar  48% pada katagori sangat minat dan kenaikan sebesar 17% pada rata-rata minat belajar siswa.

Nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 74,28 meningkat menjadi 85 pada siklus II.Pada siklus I nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 55 meningkat pada siklus II menjadi nilai terendah tetap 55 dan nilai tertinggi menjadi 100. Tingkat ketuntasan belajar pada kondisi awal 56%meningkat menjadi 72% pada siklus I dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 93% sehingga terjadi peningkatan 21%.

Peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Dondong 05 terjadi karena dalam perbaikan pembelajaran sudah metode discovery secara konsekuen penulis melaksanakan aktifitas-aktifitas perbaikan yang telah dipilih dengan tepat. Aktifitas-aktifitas perbaikan pembelajaran ini mencakup

1) Menyampaikan materi,

2) Menggunakan metode,

3) Menggunakan alat peraga, dan

4) Menyimpulkan materi pelajaran.

Persyaratan untuk memilih metode mengajar ialah guru harus kenal dan menguasai metode itu sendiri.Memilih metode juga berdasarkan prinsip yang benar.

PENUTUP

Simpulan

Dengan menerapkan metode discovery pada materi “Wujud benda” kelas IV SD Negeri Dondong 05, Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2014/2015, terjadi perubahan tingkah laku yang siknifikan, dibuktikan dengan persentase  minat dan prestasi  belajar yang meningkat disetiap siklusnya.dibuktikan dengan data kondisi awal 56%nilai rata- rata siklus I 72% dan pada siklus II meningkat menjadi 93 %.

Saran

1.Guru senantiasa mengembangkan kemampuan diri untuk menambah wawasan dan pengetahuan, dan kreatifitas dalam penentuan metode pembelajaran yang paling tepat dan sesuai, baik melalui jalur pendidikan maupun dengan cara membaca buku atau referensi yang dapat menunjang terhadap peningkatan kompetensi dan profesional dalam rangka melaksanakan tugas dan tanggung jawab membentuk masyarakat Indonesia yang berkualitas.

2.Kepala sekolah karena statusnya sebagai manager yang bertanggung jawab atas keberhasilan pendidikan pada sekolah yang dipimpinnya,

3.Salah satu cara untuk meningkatkan profesionalitas guru adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang memberikan keberhasilan luas pada suatu pembelajaran.

4.Untuk implementasinya, maka eksistensi sekolah, Gugus Sekolah serta pihak tekait dan manajemennya menjadi pilihan yang strategis bagi pengadaan dan pengembangan pendidikan

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, S. 2006. Prosedur penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas 2003. Dasar – dasar Didaktif dan Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Pembelajaran. Semarang : Balai Penataran Guru Semarang Bagian Proyek Peningkatan Mutu Guru Semarang.

Mikarsa. 2005. Pendekatan Anak di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.

Nasution 2006. Pengertian Prestasi Belajar. Bandung : Rosada Karya

Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi. 2008. Jakarta : Diperbanyak oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Santoso Bambang 2009,Pemanfaatan metode discovery pada pembelajaran IPA materi Energi dan Perubahannya kelas IV SDN Nguling 03 Pasuruan.

Sardiman, A.M. 1988 . Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : CV. Rajawali.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Suryabrata, S. 1989. Psikologi Pendidikan. Jakarta : CV. Rajawali.

Suryabrata, S. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta : CV Rajawali.

Tanireja, T. 2010. Penelitian Tindakan Kelas Untuk Pengembangan Profesi Guru Praktik, Praktis dan Mudah. Bandung : ALFABETA.

Winkel, W.S. 2001. Psikologi Pengajaran. Jakarta : PT.Grasindo.

Poerwadarminta, W.J.S. 1995. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *