UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE SQ3R (SURVEY,QUESTION,READ,RECITE,REVIEW) PADA SISWA KELAS III SDN DONDONG 03 KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015

 

Nama                           :           A.THOHA, S.Pd.

NIP                              :           19630112 198608 1 001

Pangkat /gol                :           Pembina / IV A.

Jabatan                        :           Kepala Sekolah SDN Dondong 03 kesugihan,Cilacap

 

ABSTRAK

Didasari dengan latar belakang rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika di kelas III dan didorong keinginan untuk mengatasi persoalan tersebut, maka dipilihlah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus dengan keterangan tiap siklus terdiri kegiatan perencanaan (Planning), kegiatan (acting) observasi (observing) dan refleksi (reflecting). Tujuan penelitian yang diharapkan dapat meningkatkan proses pembelajaran yang terjadi di kelas, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika di kelas III pada SDN Dondong 03 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap.Data penelitian yang digunakan diperoleh melalui observasi selama pembelajaran 2 siklus serta nilai tes formatif di akhir siklus 1 dan siklus 2, selanjutnya data diolah dengan pemaparan diskripsi tiap siklus, selanjutnya data dianalitis melalui analisa kwalitatif dengan membandingkan perolehan data siklus 1 dan siklus 2 yang dituangkan dalam bentuk data diskriptip. Diketahui peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar, dan dari data yang diperoleh diketahui bahwa Nilai rata-rata klasikal pada tahapan pra tindakan yang merupakan hasil pretest adalah 56,94, kemudian pada siklus 1 pertemuan 1 mencapai angka 62,22, kemudian meningkat pada pertemuan 2 menjadi 67,50. Setelah dilaksanakan tindakan siklus 2 pertemuan 1 kembali terjadi peningkatan sebesar 3,33 sehingga nilai rata-rata kelas mencapai angka 70,83. Peningkatan kembali terjadi pada siklus 2 pertemuan 2 yaitu pada angka 82,22. Melihat angka tersebut, target rata-rata kelas sebesar 70 telah tercapai pada siklus 2 pertemuan 1. Dari segi ketuntasan belajar, pada pra tindakan baru mencapai angka 44,44%, siklus 1 pertemuan 1 mencapai angka 61,11%, kemudian meningkat pada pertemuan 2 menjadi 66,67%. Angka tersebut mengalami peningkatan lagi setelah melaksanakan siklus 2 pertemuan 1 menjadi 77,78%. Pada siklus 2 pertemuan 2, ketuntasan belajar mencapai angka 100%, artinya seluruh siswa kelas III sebanyak 18 orang telah mencapai dan melampaui nilai KKM yang ditentukan maka diperoleh kesimpulan bahwa metode SQ3R  dapat meningkatkan pretasi  belajar siswa dalam pelajaran matematika di  Kelas III SD Negeri Dondong 03 tahun pelajaran 2014/2015

Kata-kata kunci : pretsasi belajar, matematika, metode SQ3R.

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Suatu proses pembelajaran mengandung suatu hubungan timbal balik, di mana ada proses memberi dan menerima antara guru dengan siswa. Guru memberi pelajaran dan siswa menyerap ilmu yang diberikan, kemudian siswa memberi respon terhadap ilmu yang telah diberikan oleh guru dan guru menilai respon tersebut. Pembelajaran adalah prosedur dan metode yang ditempuh pengajar untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara aktif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran (Hamalik, 1994: 69). Tetapi pada praktisnya kebanyakan guru lebih mendominasi peran dalam pembelajaran, siswa hanya diam mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru kemudian mencatat dan mengerjakan soal. Khususnya pada pembelajaran matematika, oleh siswa guru dianggap sebagai orang yang serba tahu. Kebanyakan siswa tidak memiliki inisiatif untuk bertanya maupun menanggapi materi yang disampaikan guru. Kurangnya aktivitas siswa menjadikan proses pembelajaran kurang berkualitas, pemahaman terhadap materi pelajaran sangat kurang karena siswa hanya sekedar mendengarkan guru. Hal tersebut berdampak siswa menemui kesulitan saat  mengerjakan soal, sehingga prestasi belajar siswa kurang memuaskan.

Matematika merupakan ilmu deduktif, aksiomatik, formal, hirarkis, abstrak, bahasa simbul yang padat arti dan semacamnya (Sri Subarinah: 2006). Belajar matematika dapat membentuk pola pikir yang sistematis, logis, kritis dengan penuh kecermatan.   Agar manfaat tersebut dapat tersampaikan kepada siswa dibutuhkan peran kompetensi guru dalam menyusun rencana pembelajaran. Lebih jelasnya guru harus tepat dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kharakteristik materi ajar, kemudian menyusunnya dalam langkah-langkah pembelajaran.

Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan masalahdalam proses pembelajaran matematika pada kelas III Sekolah Dasar Negeri Dondong 03 Kecamatan Kesugihan. Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika relatif rendah. Hal tersebut terlihat dari belum tercapainya target ketuntasan belajar yang dituangkan dalam KKM matematika.

Terkait dengan permasalahan dalam penelitian ini peneliti berupaya untuk mengadakan perbaikan proses pembelajaran melalui inovasi metode pembelajaran. Pokok pembahasan yang dipilih adalah bangun datar, yaitu kompetensi dasar keliling persegi panjang dan persegi.  Peneliti menggunakan metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) dalam pembelajaran matematika materi bangun datar dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas III SD Negeri Dondong 03 Kecamatan Kesugihan.

Metode SQ3R memberi kemungkinan kepada para siswa untuk belajar secara sistematis, efektif, dan efisien dalam menghadapi berbagai materi ajar. Metode ini lebih efisien dipergunakan untuk belajar (Nur, 1999) karena siswa dapat berulang-ulang mempelajari

Mengingat permasalahan yang ada maka peneliti mengadakan  penelitian tindakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III dalam mata pelajaran matematika melalui penerapan metode SQ3R pada siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Dondong 03 Kecamatan Kesugihan. Penelitian ini mengambil judul “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar matematika melalui Penerapan Metode SQ3R pada Siswa Kelas III SDN Dondong 03 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Tahun pelajaran 2014/2015

B.Perumusan dan Pemecahan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1.Bagaimanakah proses pembelajaran dengan penerapan metode SQ3R dalam upaya meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa kelas III SDN Dondong 03 tahun pelajaran 2014/2015?

2.Apakah penerapan metode SQ3R dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa kelas III SDN Dondong 03 tahun pelajaran 2014/2015?

C.Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :

1.Untuk mendeskripsikan penerapan metode SQ3R dalam upaya meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa kelas III SDN Dondong 03 tahun pelajaran 2014/2015.

2.Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa kelas III SDN Dondong 03 dalam pelajaran matematika melalui metode SQ3R.

KAJIAN TEORI

A.Prestasi Belajar matematika

Belajar yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami, dan dalam mengalami itu si pelajar menggunakan pancainderanya. Individu melakukan kegiatan melalui bantuan pancaindera yaitu untuk membaca, memegang, mendengarkan dan kegiatan lainnya.Hal ini didukung oleh Harold Spears yang menyatakan bahwa “learning is to observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction”.  (Harold Spears dalam Sardiman, 2012: 231).

Berangkat dari pengertian belajar yang telah diuraikan peneliti di atas, prestasi belajar merupakan ukuran dari perubahan yang terjadi pada individu setelah melalui proses belajar. Prestasi belajar adalah hasil akhir dari suatu proses belajar, yang berupa perubahan yang dialami oleh individu dari hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.

Menurut A.M Sardiman (2001: 46) prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun luar individu dalam belajar. Faktor dari dalam individu meliputi faktor jasmani (kesehatan) dan faktor psikologis (intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kelelahan). Sedangkan faktor dari luar individu adalah faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.

B.Metode SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review)

Nana Sudjana (2002: 116) mengatakan bahwa hasil belajar yang dicapai siswa tergantung pada metode mengajar yang dipergunakan oleh guru. Artinya dalam pembelajaran guru dituntut memiliki kemampuan dalam menentukan, memilih dan mempergunakan metode pembelajaran. Metode yang dipilih merupakan cara-cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pembelajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan.

Metode SQ3R adalah metode melalui lima tahap, yaitu:

(1). Meneliti;

(2). Merumuskan pertanyaan;

(3). Membaca;

(4). Menceritakan kembali;

(5). Meninjau kembali.

Menurut Nurhadi, (1987 : 129 ). S ( Survey ) adalah meneliti, menjajaki, atau mengenali materi ajar secara mandiri. Dalam penelitian ini tahap survey dilakukan dengan siswa melakukan investigasi terhadap benda-benda yang ada di dalam kelas. Tujuan survei ini agar siswa dapat menemukan konsep dan pemahaman terhadap materi yang dipelajari secara mandiri. Q (Question) atau bertanya adalah membuat rumusan pertanyaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi ajar. Siswa didorong untuk aktif bertanya mengenai hal  yang belum dipahami sehingga pemahaman siswa menjadi lebih baik. R1 ( Read ) atau membaca adalah kegiatan membaca untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan dan melakukan penguatan terhadap pemaham materi yang dipelajari. R2 ( Recite ) atau menceritakan kembali. Setelah semua pertanyaan yang telah dirumuskan dapat dijawab, siswa disuruh menceritakan kembali dengan kata-katanya sendiri apa yang telah dipelajari dan dibaca tadi. R3 ( Review ) atau meninjau kembali. Pada tahap ke lima ini, siwa disuruh meninjau kembali pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.

Dengan langkah-langkah yang sistematis pada metode SQ3R guru dapat menciptakan peran siswa sebagai subjek, bukan sebagai objek dalam kegiatan pembelajaran sebagaimana dianjurkan dalam kurikulum yang sedang diterapkan. Peran subjek dalam pembelajaran ini tercermin dalam aktivitas siswa yang lebih dominan dalam setiap kegiatan belajar mengajar atau. Dengan metode SQ3R siswa akan lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, yang diharapkan berpengaruh positif terhadap pencapaian prestasi belajar siswa satu konsep yang belum dipahami.

D.Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka pikir diatas, hipotesis penelitian ini yaitu dengan penerapan metode SQ3R dapat meningkatkan prestasi belajar dalam mata pelajaran Matematika materi bangun datar siswa kelas III SD Negeri Dondong 03 yaitu 80% dari jumlah siswa mencapai kriteria ketuntasan sebesar 60.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Setting Penelitian

a.Waktu Penelitian.

Waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 yaitu pada bulan Januari-Maret 2015. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SD Negeri Dondong 03 yang beralamat di Desa Dondong Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015

b.Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Dondong 03  Kecamatan Kesugihan Kabupaten Ciamis dengan jumlah 18 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan  8 siswa perempuan. Kelas III dalam tahun pelajaran 2014/Sumber Teknik dan Alat Pengumpulan Data.

Data yang dikumpulkan peneliti merupakan hasil dari interaksi antara guru dengan siswa dalam pembelajaran matematika. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat sebagai berikut:

1.Tes

2.Observasi

c.Validasi Data.

Agar diperoleh data yang obyektif, sahih dan handal, maka peneliti menggunakan teknik triangulasi  dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

1.Menggunakan cara yang bervariasi untuk memperoleh data yang sama, misalnya untuk mengetahui seberapa aktivitas dalam pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi.

2.Triangulasi data yakni dengan membandingkan data antara hasil tes tertulis siklus ke satu dan ke dua.

3.Melakukan pengecekan ulang dari data yang telah terkumpul untuk kelengkapannya.

4.Melakukan pengolahan dan analisis ulang dari data yang terkumpul.

d.Indikator Keberhasilan.

Dalam penelitian ini terdapat dua kriteria keberhasilan, yaitu keberhasilan proses dan keberhasilan produk.

1.Keberhasilan proses dapat ditinjau dari adanya peningkatan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran materi bangun datar dengan metode SQ3R, meliputi siswa aktif berpartisipasi dalam pembelajaran materi bangun datar dan suasana kelas menjadi lebih hidup dengan kegiatan belajar siswa.

2.Keberhasilan produk dalam penelitian ini didasarkan atas peningkatan keberhasilan siswa dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan, yaitu 80% dari jumlah siswa yang mengikuti proses belajar mengajar telah mencapai kriteria ketuntasan minimal sebesar 60.

e.Prosedur  Penelitian

Secara lebih rinci, langkah-langkah dalam penelitian tindakan tentang upaya meningkatkan prestasi belajar matematika melalui penggunaan metode SQ3R pada siswa kelas III SDN Dondong 03 dapat diuraikan sebagai berikut:

1.Pra Tindakan

Langkah-langkah pada pra tindakan dilakukan dengan cara menyampaikan materi pembelajaran matematika dengan metode yang biasa digunakan dalam pelajaran matematika. Kemudian peneliti memberikan pre-test berupa soal untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Temuan hasil pra tindakan dijadikan landasan dalam perencanaan tindakan siklus 1.

2.Siklus I Pertemuan 1

a.Perencanaan

1.Menyusun Perangkat Pembelajaran;

2.Menyusun instrumen observasi;

3.Menyusun instrumen evaluasi.

4.Menyiapkan media dan alat pembelajaran.

b.Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan siklus 1 pertemuan 1 sesuai dengan perencanaan yanhg disusun dalam bentuk RPP, dapat diuraikan sebagai berikut:

1.Kegiatan Awal

a.Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.

b.Guru mengabsen siswa.

c.Guru mengingatkan kembali tentang pembelajaran matematika sebelumnya.

2.Kegiatan Inti

a.Siswa dibimbing guru mengingat kembali sifat-sifat bangun datar persegi panjang yang telah dipelajari di kegiatan pembelajaran yang

b.Siswa bertanya jawab dengan guru tentang keliling persegi panjang.

c.Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang pengertian keliling persegi panjang melalui contoh keliling buku, meja dan papan tulis.

d.Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.

e.Siswa dibentuk menjadi 4 kelompok.

f.Siswa mengerjakan LKS.

g.Siswa membahas hasil diskusi kelompok bersama dengan guru.

h.Siswa menguatkan pemahaman materi mereka dengan membaca materi yang ada di buku secara seksama.

i.Siswa dibimbing guru untuk bertanya jawab kemudian mencatat materi yang telah dipelajari.

j.Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran.

3.Kegiatan Akhir

a.Siswa mengikuti kuis dengan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

b.Siswa yang menjawab dengan benar akan mendapatkan  hadiah

c.Guru menutup pembelajaran.

c.Observasi

Pada tahapan observasi, dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran. Aktivitas siswa diamati oleh peneliti bersama observer, sedangkan aktivitas guru diamati oleh observer. Hasil pengamatan dituangkan dalam lembar observasi yang telah disiapkan dalam tahapan perencanaan.

d.Refleksi

Refleksi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang dilakukan. Dari hasil observasi atau pengamatan dan hasil belajar, serta melakukan diskusi dengan guru yang berperan sebagai observer, peneliti merefleksi apakah pembelajaran dengan menggunakan metode SQ3R dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. Jika pelaksanaan Siklus 1 tidak tuntas berdasarkan indikator keberhasilan, maka dilaksanakan siklus berikutnya sampai indikator berhasil tercapai.

3.Siklus 2 Pertemuan 1

a.Perencanaan

-Menyusun Perangkat Pembelajaran;

-Menyusun instrumen observasi;

-Menyusun instrumen evaluasi.

-Menyiapkan media dan alat pembelajaran.

b.Pelaksanaan

1.Kegiatan Awal

-Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama.

-Guru mengabsen siswa.

-Siswa diajak melakukan “ice breaking” agar lebih semangat mengikuti pembelajaran (melakukan tepuk suka hati).

-Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

2.Kegiatan Inti

a.Siswa dibimbing guru mengingat kembali sifat-sifat bangun datar persegi panjang  yang telah dipelajari di kegiatan pembelajaran yang

b.Siswa bertanya jawab dengan guru tentang keliling persegi panjang.

c.Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang pengertian keliling persegi panjang dan persegi.

d.Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum

e.Siswa dibentuk menjadi 4 kelompok.

f.Siswa mengerjakan LKS.

g.Siswa membahas hasil diskusi kelompok bersama dengan guru.

h.Siswa menguatkan pemahaman materi mereka dengan membaca materi yang ada di buku secara seksama.

i.Siswa dibimbing guru untuk bertanya jawab kemudian mencatat materi yang telah dipelajari.

3.Kegiatan Akhir

a.Siswa dan guru tanya jawab tentang materi yang belum dipahami.

b.Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran.

c.Guru menutup pembelajaran.

c.Observasi

Pada tahapan observasi, dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran. Aktivitas siswa diamati oleh peneliti bersama observer, sedangkan aktivitas guru diamati oleh observer. Hasil pengamatan dituangkan dalam lembar observasi yang telah disiapkan dalam tahapan perencanaan.

d.Refleksi

Peneliti bersama observer/kolaborator merefleksikan proses dan hasil belajar yang dilaksanakan pada pertemuan 1 siklus 2. Hasil refleksi ini dijadikan sebagai pertimbangan perbaikan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya

Deskripsi Setting Penelitian

1.Pra Tindakan

Untuk mengetahui kemampuan dasar siswa kelas III dalam mata pelajaran matematika dilaksanakan tahapan pra tindakan. Dalam tahapan pra tindakan ini dilaksanakan pembelajaran matematika dengan menggunakan metode yang telah biasa digunakan pada pembelajaran sebelumnya, yaitu ceramah dan penugasan. Di akhir pembelajaran dilakukan pre test untuk mendapatkan data kuantitatif tentang prestasi belajar matematika siswa kelas III SDN Dondong 03.

2.Siklus I Pertemuan 1

1.Perencanaan

Tahap pertama dalam penelitian tindakan kelas ini adalah perencanaan. Penyebab terjadi permasalahan dalam kegiatan pembelajaran matematika telah teridentifikasi, yaitu siswa mengalami kesulitan dalam beberapa hal diantaranya: dalam memahami materi, mendapatkan waktu untuk bertanya tentang hal yang belum dipahami  dan merefleksikan hal yang telah dipelajari. Peneliti merancang pelaksanaan pemecahan masalah dalam kegiatan pembelajaran matematika. Dengan melihat kondisi siswa dan permasalahan yang ada di kelas, peneliti memutuskan untuk menggunakan metode SQ3R dalam upaya meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Hasil dari perencanaan siklus I, sebagai berikut.

a.Peneliti dan observer menetapkan waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Penelitian diadakan sesuai jadwal mata pelajaran Matematika di kelas III SD Negeri Dondong 03 Kecamatan Kesugihan.

b.Peneliti dan observer membuat skenario pembelajaran dan perangkat pembelajaran, serta menyiapkan instrumen penelitian, mulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar soal tes, kunci jawaban, lembar observasi guru, dan lembar observasi siswa.

2.Pelaksanaan

Pertemuan pertama siklus I (Kamis, 5 Februari 2015) diawali dengan mengajak siswa mengulas kembali tentang sifat-sifat persegi dan persegi panjang. Kegiatan surveidilakukan melalui mengerjakan LKS secara berkelompok. Dilanjutkan dengan kegiatan question melalui pembahasan hasil kerja kelompok. Setelah siswa selesai melakukan pembahasan hasil kerja kelompok, siswa diminta untuk membaca (read) dengan tujuan sebagai penguatan pemahaman terhadap materi ajar. Dilanjutkan dengan siswa diminta menceritakan kembali apa yang mereka pelajari di kegiatan selanjutnya kemudian mencatat bersama (recite). Kemudian siswa diberi bersama guru menyimpulkan pembelajaran dan diakhiri dengan kuis edukatif. Apabila siswa yang dapat menjawab pertanyaan mendapat hadiah yang sudah disediakan oleh peneliti dan observer. Tujuannya adalah melatih keberanian siswa untuk mengemukakan gagasan dan memacu siswa yang lain untuk memperhatikan materi sehingga bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

3.Observasi

Hasil pengamatan pada pertemuan 1 menunjukkan bahwa proses pembelajaran matematika dengan penerapan metode SQ3R cukup menarik untuk diikuti. Suasana pembelajaran yang dirasakan sangat berbeda dengan pembelajaran sebelumnya. Pada pembelajaran sebelumnya perhatian dan partisipasi siswa belum optimal. Sebagian besar siswa terlihat pasif dalam merespon pelajaran yang diberikan guru bahkan banyak siswa melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan proses pembelajaran yang sedang dilakukan.

Perubahan suasana pembelajaran terjadi secara bertahap. Pada kegiatan pertama, siswa masih belum sepenuhnya memperhatikan guru, beberapa anak masih sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Saat guru menjelaskan tahap-tahap metode SQ3R, bahwa nanti diakhir pembelajaran ada kuis edukatif berupa pertanyaan mengenai materi pembelajaran diantaranya “Siapa yang bisa menyebutkan rumus keliling persegi panjang?”. Dimana siswa yang bisa menjawab pertanyaan kuis dari guru akan mendapatkan hadiah, perhatian dan partisipasi total mulai tampak. Siswa begitu semangat mendengarkan penjelasan tahap-tahap dari metode SQ3R.

4.Refleksi

Berdasarkan temuan hasil tindakan pertemuan 1 diketahui beberapa permasalahan yang muncul di antaranya:

a.Siswa masih menemui kesulitan dalam mengemukakan kembali hasil belajar.

b.Masih terdapat siswa yang tidak mengikuti pembelajaran dengan aktif.

c.Pelaksanaan diskusi kelompok masih didominasi oleh siswa yang berkemampuan baik.

Untuk mengatasi hal tersebut diadakan perbaikan dalam perencanaan pertemuan kedua siklus I dengan cara mengadakan perbaikan dalam pengondisian kelas. Selain itu, perbaikan dilakukan dengan cara membimbing siswa dengan lebih intensif dalam menyampaikan kembali konsep matematika yang ditemukan.

3.Siklus II Pertemuan 1

1.Perencanaan

Tahap pertama dalam siklus 2 ini adalah perencanaan. Peneliti menyusun rencana perbaikan pembelajaran yang akan dilakukan pada siklus ini. Adapun hasil dari perencanaan siklus 2, sebagai berikut:

a.Peneliti bersama guru observer menyamakan persepsi dan diskusi untuk merumuskan tindakan yang akan dilakukan pada siklus kedua.

b.Peneliti menciptakan suasana pembelajaran yang santai, menyenangkan namun terkendali.

c.Peneliti menggunakan pendekatan kooperatif dalam tindakan siklus 2.

d.Peneliti membuat skenario pembelajaran dan perangkat pembelajaran serta menyiapkan instrumen penelitian, mulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar observasi, soal tes dan lembar jawaban.

2.Pelaksanaan

Pertemuan 1 siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2015. Guru membacakan pembagian kelompok siswa dengan tiap kelompok beranggotakan 4 dan 5 siswa. Siswa mengelompok sesuai instruksi yang diberikan oleh guru. Guru meminta siswa untuk memasang kartu nama yang pernah dikenakan pada siklus I di saku sebelah kiri atas. Guru melaksanakan pembelajaran matematika dengan metode SQ3R, penerapan metode SQ3R pada siklus 2 pertemuan 1 ini tidak berbeda dengan siklus I, hanya saja dalam siklus 2 tiap-tiap tahapan ditambah waktunya, serta pembelajaran matematika dilakukan dengan pendekatan kooperatif, dengan menggunakan pendekatan kooperatif diharapkan siswa yang tadinya mengalami kesulitan dalam materi bangun datar karena tidak mau bertanya pada guru dan cenderung tertutup, sekarang bisa terbuka. Hal-hal yang dianggap sulit dan belum dimengerti bisa dibicarakan dengan teman satu kelompoknya.

Dalam pelaksanaan siklus 2 pertemuan 1 dengan pendekatan kooperatif, terlihat kerja sama dalam satu kelompok bisa dikatakan cukup bagus, siswa yang sudah paham membantu siswa yang belum bisa, begitu juga sebaliknya siswa yang belum bisa juga tidak malu bertanya pada siswa yang sudah bisa.

Dalam tindakan siklus 2 ini, untuk kuis edukatifnya berbeda dengan siklus I. Apabila dalam siklus I, peneliti dan observer yang membuat pertanyaan untuk kuis edukatifnya, tetapi pada siklus 2 yang membuat pertanyaan adalah siswa. Pertanyaan-pertanyaan yang dihasilkan oleh siswa pada tahap ini diantaranya, “Bagaimana menghitung keliling persegi?, Apakah keliling itu?, Apakah rumus persegi panjang?”.

Sebelum memberikan pertanyaan, terlebih dahulu siswa berdiskusi dengan teman satu kelompoknya untuk menentukan pertanyaan yang akan diberikan pada kelompok lain. Dalam kegiatan ini, suasana kelas begitu hidup. Tidak terlihat didominasi oleh salah satu siswa. Siswa berebut menjawab pertanyaan yang telah diberikan dengan mengangkat tangan bahkan sampai ada yang berdiri, antara siswa yang satu dengan yang lain tidak mau kalah, sehingga guru harus lebih cermat dan teliti lagi, untuk menentukan pilihan siapa yang lebih cepat mengangkat tangan terlebih dahulu. Meskipun jawaban siswa tidak semua benar, tapi peneliti dan observer sangat menghargai siswa yang sudah berani menjawab dan berbicara di depan kelas.

3.Observasi

Pada siklus 2 ini, guru menggunakan pendekatan kooperatif. Dalam kegiatan kelompok, siswa secara individu mencari hasil yang menguntungkan bagi seluruh anggota kelompok. Keberhasilan individu dalam kelompok merupakan orientasi dari keberhasilan dalam kelompok, siswa bekerja sama dengan satu tujuan untuk membantu dan mendorong temannya agar berhasil dalam belajar.

Harapan untuk membuat seluruh siswa semakin berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran telah tercapai. Tidak ada lagi siswa yang hanya diam diri di dalam kelas dan merasa jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran.

4.Refleksi

Dalam tahapan refleksi pertemuan 1 siklus II diketahui bahwa telah terjadi peningkatan keaktifan siswa dalam belajar. Namun hal tersebut masih perlu ditingkatkan karena berdasarkan hasil tes pertemuan 1 target ketuntasan belajar belum tercapai. Sehingga dalam pertemuan 2 masih dilaksanakan pembelajaran menggunakan metode SQ3R dengan pendekatan kooperatif yang menonjolkan aspek kerjasama antar siswa.

A.Hasil Penelitian.

1.Hasil Pra Tindakan

Pada tahap pra siklus, dilaksanakan pembelajaran dengan metode ceramah dan penugasan. Hasil Siklus 1 Pertemuan 1

Pada tahap siklus 1 pertemuan 1, dilaksanakan pembelajaran dengan metode SQ3R.

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata siswa pada pertemuan 1 siklus 1 baru mencapai 62,22 dengan  ketuntasan belajar 61,11%. Hal tersebut berpedoman pada nilai KKM sebesar 60. Nilai tertinggi pada pertemuan 1 siklus 1 ini adalah 70 dengan nilai terendah 40. Melihat hasil evaluasi tersebut, target nilai rata-rata klasikal dan ketuntasan belajar belum tercapai. Sehingga pembelajaran SQ3R pertemuan 1 belum mencapai target yang ditetapkan.

2.Hasil Siklus 2 Pertemuan 1

Pada tahap siklus 2 pertemuan 1, dilaksanakan pembelajaran dengan metode SQ3R

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata siswa pada siklus 2 pertemuan 1 baru mencapai 70,83 dengan  ketuntasan belajar 77,78%.

B.Pembahasan

1.Siklus I Pertemuan 1

Dalam aspek proses pembelajaran, pada pertemuan 1 siklus I ini diketahui bahwa suasana pembelajaran mulai mengalami peningkatan, khususnya dalam aktivitas siswa. Namun dalam pertemuan 1 ini masih terdapat beberapa anak masih sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Saat guru menjelaskan tahap-tahap metode SQ3R, bahwa nanti di akhir pembelajaran ada kuis edukatif berupa pertanyaan mengenai materi pembelajaran diantaranya “Siapa yang bisa menyebutkan rumus keliling persegi panjang?”. Dimana siswa yang bisa menjawab pertanyaan kuis dari guru akan mendapatkan hadiah, perhatian dan partisipasi total mulai tampak. Siswa begitu semangat mendengarkan penjelasan tahap-tahap dari metode SQ3R.

2.Siklus II Pertemuan 1

Pada siklus 2 pertemuan 1, guru menggunakan pendekatan kooperatif untuk meningkatkan kerja sama antar siswa dalam pembelajaran. Pada pertemuan 1 siklus kedua ini. Terlihat bahwa kerja sama dalam satu kelompok bisa berjalan sesuai yang diharapkan, siswa yang mengalami kesulitan tidak malu untuk bertanya dengan temannya.  Pada saat kuis edukatif, tiap-tiap kelompok saling berebut menjawab soal yang diberikan oleh kelompok lain. Hal itu menunjukkan adanya peningkatan dalam proses pembelajaran.

Nilai rata-rata siswa pada siklus II Pertemuan 1 adalah 70,83 atau naik sebesar 3,33 poin dari siklus I. Persentase siswa yang mencapai target KKM pun mengalami peningkatan menjadi 77,78% atau naik sebesar 11,11%. Nilai tertinggi pada pertemuan 1 siklus II ini adalah 95 dan terendah 50. Peningkatan Prestasi Belajar Selama Penelitian

A.SIMPULAN

Berdasarkan hasi penelitian tentang upaya meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas III melalui metode SQ3R dapat diambil simpulan sebagai berikut:

1.Pembelajaran matematika dengan menggunakan metode SQ3R dilaksanakan dengan mengacu pada aspek utama metode SQ3R. Langkah yang ditempuh antara lain

(1) Survey, dalam langkah ini siswa tidak hanya sekedar membaca sekilas materi ajar tetapi siswa menyelidiki objek belajar melalui lingkungan kelas;

(2) Question, dalam langkah kegiatan ini siswa diajak untuk menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam kegiatan penyelidikan siswa;

(3) Read, dalam langkah kegiatan ini siswa melakukan kegiatan membaca buku materi ajar;

(4) Recite, dalam kegiatan recite siswa dirangsang untuk menceritakan kembali kemudian mencatat apa saja yang telah mereka dapat dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan;

(5) Review merupakan langkah dimana siswa meninjau kembali secara keseluruhan pemahamannya terhadap materi ajar dengan dibimbing guru.

2.Penerapan metode SQ3R terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN Dondong 03. Nilai rata-rata klasikal pada tahapan pra tindakan yang merupakan hasil pretest adalah 56,94, kemudian pada siklus 1 pertemuan 1 mencapai angka 62,22, kemudian meningkat pada pertemuan 2 menjadi 67,50. Setelah dilaksanakan tindakan siklus 2 pertemuan 1 kembali terjadi peningkatan sebesar 3,33 sehingga nilai rata-rata kelas mencapai angka 70,83. Peningkatan kembali terjadi pada siklus 2 pertemuan 2 yaitu pada angka 82,22. Melihat angka tersebut, target rata-rata kelas sebesar 70 telah tercapai pada siklus 2 pertemuan 1. Dari segi ketuntasan belajar, pada pra tindakan baru mencapai angka 44,44%, siklus 1 pertemuan 1 mencapai angka 61,11%, kemudian meningkat pada pertemuan 2 menjadi 66,67%. Angka tersebut mengalami peningkatan lagi setelah melaksanakan siklus 2 pertemuan 1 menjadi 77,78%. Pada siklus 2 pertemuan 2, ketuntasan belajar mencapai angka 100%, artinya seluruh siswa kelas III sebanyak 18 orang telah mencapai dan melampaui nilai KKM yang ditentukan

B.SARAN

Beberapa saran yang dapat disampaikan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.

1.Bagi Sekolah, sebagai lembaga penyelenggara pendidikan peneliti mengharapkan agar sekolah memperhatikan dan memotivasi para guru agar meningkatkan kreativitasnya dalam mengelola pembelajaran.

2.Bagi siswa, prestasi baik yang telah dicapai harus lebih ditingkatkan lagi dan metode SQ3R yang diadaptasi dengan kreativitas untuk disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik siswa akan lebih membantu siswa dalam memahami materi.

3.Untuk guru, hendaknya metode SQ3R dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang lain dengan tetap memperhatikan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Suprijono. (2009). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Djamarah, Syaiful Bahri. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Farida Rahim. (2008). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Ed. 2. Jakarta  Bumi Aksara,

Gatot Muhsetyo, dkk.(2008). Pendidikan Matematika SD. Jakarta: Universitas

Terbuka.

Hamzah B.Uno. (2011). Menjadi Peneliti PTK yang Profesional. Jakarta: Bumi

Aksara.

Muhibbin.(2008). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nana Sudjana. (2002). Dasar-dasar Proses Belajar- Mengajar. Bandung: Sinar

Baru Algesindo.

________. (2006). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

________. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *