http://www.infopasti.net/upaya-peningkatan-hasil-belajar-ips-melalui-voucher-pajak/

PTK SMP IPS Media Voucher Pajak Materi Fungsi Pajak

UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PEMANFAATAN MEDIA VOUCHER PAJAK MATERI FUNGSI PAJAK DALAM PEREKONOMIAN DI INDONESIA

ardiani

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa  SMP N 2 Karanglewas  tahun pelajaran 2014/2015 pada materi Fungsi Pajak dalam Perekonomian di Indonesia diharapkan meningkatkan minat dan prestasi belajar IPS. Data diperoleh melalui pengamatan, angket, penilaian hasil, serta tes. Masalah yang  akan dicari solusinya adalah rendahnya minat dan hasil belajar IPS. Data tentang prestasi belajar diperoleh dari nilai evaluasi dan  kuiz masing-masing siklus sebagai pembanding terhadap minat belajar siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada siklus 1 terdiri dari 2 pertemuan sedangkan pada siklus 2 terdiri dari 1 pertemuan. Setiap akhir siklus diadakan evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa. Berdasarkan data yang diperoleh  dapat disimpulkan bahwa melalui pemanfaatan media voucher pajak dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Peningkatan pembelajaran ditunjukan dengan ketuntasan belajar secara klasikal yang mencapai 94.2%% dan prestasi belajar naik dari  81,9 pada siklus I menjadi 90,34 pada siklus II.

 Kata Kunci : Media voucher pajak , Minat,  Hasil  Belajar

PENDAHULUAN

IPS memiliki karakteristik yang berbeda dengan disiplin ilmu yang lain yaitu bersifat intergratif artinya merupakan integrasi atau gabungan dari beberapa ilmu sosial lainnya seperti geografi, sejarah, ekonomi (Sudrajat,  2011) sehingga cakupan materi dan pembahasannya sangat luas. Dengan cakupan materi dan pembahasan yang cukup luas tadi, permasalahan dalam pembelajaran di kelas seringkali muncul dan dihadapi oleh siswa dan guru di kelas. Salah satu permasalahan yang dihadapi siswa adalah sulitnya menghapal atau mengingat konsep – konsep materi IPS serta mengkaitkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesulitan yang dialami guru adalah menyampaikan materi yang terintegrasi, misal guru menyampaikan sejarah padahal guru memilliki latar belakang geografi sehingga proses penyampaian materi menjadi kurang optimal. Kondisi ini menyebabkan minat siswa terhadap pembelajaran menurun dan prestasi belajar juga kurang memuaskan.

Salah satu kompetensi dasar dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII adalah Fungsi Pajak dalam Pembangunan Nasional.  Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapat untuk membiayai semua  termasuk pengeluaran pembangunan seperti fungsi anggaran, fungsi mengatur, fungsi stabilitas, dan fungsi retribusi pendapatan. Sesuai dengan kompetensi dasar “fungsi pajak dalam perekonomian Indonesia” maka sangatlah penting siswa memahami peran pajak bagi pembangunan yang membawa Indonesia menjadi negara yang maju melalui pembangunan yang berkesinambungan. Pembanguan bisa berjalan apabila disertai dengan pemasukan dari pajak sehingga  perlu kiranya siswa  sebagai warga negara penerus bangsa  mempelajari materi pajak .

Permasalahan dalam pembelajaran IPS di kelas VIII D SMPN 2 Karanglewas, di mana siswa menunjukkan minat belajar terhadap pelajaran IPS yang rendah. Hal ini ditunjukkan dengan sikap  siswa yang kurang aktif dan kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Minat yang rendah juga ditunjukkan dengan respon siswa terhadap tugas yang diberikan oleh guru di mana siswa kurang memiliki upaya untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Siswa juga kurang tekun dalam belajar, sebagai contoh ketika akan ada ulangan harian siswa tidak benar-benar mempersiapkan diri. Kondisi semacam ini memicu prestasi belajar siswa yang kurang maksimal.

Peneliti sekaligus guru di kelas VIII D menyadari bahwa permasalahan terkait dengan minat belajar yang rendah dan hasil  belajar yang rendah terjadi bukan semata-mata karena kesalahan siswa. Setelah melakukan kegiatan refleksi dan evaluasi pembelajaran dengan dibantu oleh rekan sejawat, guru menyimpulkan bahwa salah satu penyebab rendahnya minat belajar dan prestasi belajar siswa adalah metode pembelajaran yang kurang tepat yang digunakan oleh guru.

Berdasarkan identifikasi  masalah di kelas VIII D dan identifikasi penyebab permaslahan  maka peneliti beserta  rekan sejawat (kolaborator) sepakat untuk melaksanakan penelitian tindakan kelas untuk menyelesaikan permasalahan pembelajaran tersebut. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dipilih sebagai upaya untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS terutama materi ‘“Peranan pajak dalam pembangunan di  Indonesia“, karena dari hasil evaluasi salah satu materi yang menimbulkan kesulitan bagi siswa untuk memahami adalah materi ini.  Salah satu upaya memperbaiki pembelajaran yang dilakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang berbeda dari ceramah yang sebelumnya sering dipakai oleh guru. Model yang dipilih adalah model pembelajaran dengan menggunakan media voucher pajak.

Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Bagaimana pembelajaran dengan media voucher pajak dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran IPS materi fungsi pajak dalam perekonomian di Indonesia?
  2. Bagaimana pembelajaran dengan media voucher pajak dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi fungsi pajak dalam perekonomian di Indonesia.

KAJIAN PUSTAKA DAN PENGAJUAN HIPOTESA

  1. Kerangka Teori

Menurut Crow (1984: 351-352)  minat dapat menunjukkan kemampuan untuk memberi stimuli yang mendorong kita untuk memperhatikan seseorang, sesuatu barang atau kegiatan; atau sesuatu yang dapat memberi pengaruh terhadap pengalaman yang telah distimuli oleh kegiatan itu sendiri. Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang dipelajari dapat dipahami. Sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Terjadilah suatu perubahan kelakuan. Perubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa; baik kognitip, psikomotor maupun afektif.

Belajar adalah suatu kegiatan yang membawa perubahan pada individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya mengenai jumlah pengetahuan melainkan juga dalam bentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, penghargaan, minat, penyesuaian diri, pendeknya mengenai segala aspek atau pribadi seseorang (Nasution, 1995: 35). Jadi belajar merupakan suatu proses untuk mencapai suatu tujuan yaitu perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan tersebut adalah perubahan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap yang bersifat menetap.

Menurut Slameto (2003: 2) secara psikologis belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku seseorang sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri siswa. Perubahan sebagai hasil belajar dapat ditunjukkan dengan berbagai bentuk, seperti berubah pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilannya, serta kecakapan dan kemampuannya (Nana Sudjana, 2005: 28).

Berdasarkan dari berbagai pandangan para ahli yang telah dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar itu merupakan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseoran berdasarkan pengalaman tertentu sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Perubahan perilaku itu terjadi karena usaha yang disengaja dan dengan adanya perubahan itu akan diperoleh kecakapan baru. Pada kegiatan pembelajaran setiap siswa harus diusahakan partisipasi  aktif, keterlibatan langsung dalam pembelajaran, meningkatkan minat, dan membimbing untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, media adalah alat komunikasi seperti koran, majalah radio, televisi, film, poster dan spanduk (hal. 1892), sedangkan voucher adalah kupon atau kartu yang dapat digunakan oleh penerimanya untuk berbelanja dan mendapatkan diskon atau gratis, hadiah pembelian, layanan dsb, setelah penerimaannya memenuhi syarat yang sudah ditentukan (hal. 1550).

Berdasarkan Undang-undang  no. 16 tahun 2000, pajak adalah iuran wajib yang harus dibayarkan oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung , sedangkan dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) Kreasi ,pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar kepada negara berdasar Undang-undang  tanpa mendapat imbalan atau balas jasa secara langsung (hal. 63) .

Menurut Prof.Dr. Rohmat Sumitro SH, pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum dan surplusnya digunakan untuk “surplus saving” yang merupakan sumber utama untuk membiayai “publik invesment” (Galeri pengetahuan sosial kelas VIII, hal 311), juga menurut Ray M Sommer ,pajak adalah pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintahan yamh wajib dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu dan tanpa mendapat imbalan secara langsung sehingga daripadanya pemerintah dapat melaksanakan tugasnya untuk mencapai tujuan ekonomi sosial (hal 311).

  1. Kerangka Pikir

Kerangka pikir penelitian ini dapat didivisualisasikan dalam skema sebagai berikut.
ardani

Berdasarkan kerangka berfikir di atas, dapat dijelas sebagai berikut :

Kondisi awal siswa klas VIIID masih pasif, semangat belajar rendah, hasil belajar rendah, segala tingkah lakunya selalu di bimbing oleh guru,belum terbiasa mengungkapkan kamampuan yang ada dalam diri masing-masing siswa. Mereka perlu diberi kesempatan dan didorong, agar menjadi siswa yang mempunyai motivasi hidup yang tinggi. Mereka belum menyadari bahwa siswa sudah mempunyai peran yang tinggi dalam pembangunan terutama peran siswa dalam perekonomian di Indonesia yang sangat berpengaruh dalam perjalanan pembangunan menuju masyarakat yang makmur. Siswa perlu memahami arti penting pajak bagi pembangunan.

Dengan pembelajaran mengunakan media voucher pajak dapat menggali kemampuan diri masing-masing siswasetelah mendapat pemahaman materi sehingga siswa dalam mengungkapkan ide-ide  mereka untuk menghasilkan suatu karya kreatif. Untuk itu siswa  harus mampu mengenal, menganalisis, mengidentifikasi dan menghitung  pajak dan restribusi yang berlaku di Indonesia. Pada  siklus I secara berkelompok siswa berdiskusi mengidentifikasi jenis-jenis  dan macam-macam pajak dan restribusi melalui contoh voucer-voucer pajak yang telah disediakan. Tujuannya agar siswa memahami berbagai macam jenis  pajak di Indonesia

Pada siklus II masing-masing siswa diharuskan membawa voucer Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) orang tua masing-masing. Secara perorangan siswa diharapkan mampu menganalisis dan menghitung berapa pajak bumi dan bangunan (PBB) yang harus dibayar oleh orang tua masing-masing siswa. Dengan demikian secara langsung (contekstual) siswa mampu menganalisisi dan mengetahui cara menghitung prosentase pajak bumi dan bangunan (PBB) secara langsung. Hal ini bertujuan agar siswa memahami pajak yang dibayarkan oleh rakyat sangat berfungsi dalam perekonomian di Indonesia karena merupakan pemasukan negara pajak yang sangat menunjang jalannya pembangunan di Indonesia.

  1. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka teoritis di atas, maka dapat dirumus hipotesa tindakan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Penerapan pembelajaran dengan media voucer pajak dapat
  2. meningkatkan minat belajar siswa kelas VIIID pada pelajaran IPS materi Fungsi Pajak dalam Perekonomian di Indonesia
  3. Penerapan pembelajaran dengan media voucer pajak dapat meningkatkan prestas belajar siswa kelas VIII pada pelajaran IPS materi Fungsi Pajak dalam Perekonomian di Indonesia.

METODOLOGI  PENELITIAN

Tempat pelaksanaan penelitian tindakan kelas di SMP Negeri 2  Karanglewas  Kabupaten Banyumas. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, semester 2, siswa klas VIII D SMPN 2 Karanglewas Banyumas yang terdiri dari 34 siswa, 16 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. KD 7.3 Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian Indonesia. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, yaitu bulan Maret 2015 dengan rincian waktu sebagai berikut : Siklus I tanggal 23 Maret 2015 dan siklus II tanggal 30 Maret 2015

Instrumen Penelitian Tindakan Kelas diperoleh melalui beberapa teknik yaitu: tes (kuis), angket, dokumentasi, dan lembar observasi. Indikator ketuntasan hasil   belajar siswa mengacu pada kriteria belajar tuntas sebagai berikut:

  1. Siswa telah tuntas, jika mencapai nilai KKM 73
  2. Kelas telah belajar tuntas, jika mencapai 85% siswa yang telah tuntas.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  1. Deskripsi Kondisi Awal

          Data tentang prestasi belajar siswa yang rendah ditampilkan pada  grafik 1.

ardania

  1. Deskripsi Siklus 1
 

 

No

 

 

Keterangan

 

Jenis-jenis Pajak
Pajak restribusi Pajak

Langsung

Pajak tdk

langsung

Pajak pusat Pajak

daerah

Pajak

Subyektif

Pajak

obyektif

PPn
1. Voucher Pajak Bumi dan Bangunan
2. Voucher Pajak Penghasilan
3. Voucher Pajak Penerangan Jalan
4. Voucher Pajak PDAM
5. Voucher Pajak Kendaraan Bermotor
6. Voucher struk belanja Buntos
7 Voucher struk belanja Moro
8. Voucher karcis pasar
9 Voucher karcis parkir
10 Voucher karcir tempat wisata
  1. Berilah tanda (v) voucher pajak yang termasuk jenis-jenis pajak

ardiania

      Gambar kegiatan Siklus I

Menggunakan media voucher pajak siswa berkelompok.

Setelah melakukan penelitian tindakan kelas selama satu siklus, terjadi peningkatkan hasil belajar IPS di kelas VIID SMP N 2 Karanglewas pada semester kedua tahun pelajaran 2014/2015. Pada pra siklus rata-rata hasil ulangan harian 71.4, mengalami peningkatan pada siklus 1 dengan rata-rata hasil ulangan harian 82,2. Jumlah siswa yang  mencapai KKM pra siklus 70.6% , pada siklus 1 jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 82.4%,

Hasil ulangan harian siklus 1  dapat dilihat pada grafik berikut :
ard

Sebaran nilai ulangan evaluasi siklus 1 menunjukan ada peningkatan dari  nilai evaluasi pra siklus, walaupun belum 85% siswa mencapai KKM. Dalam hal aktivitas guru juga sudah ada peningkatan sebesar 80 %, yang masih lemah yaitu rata-rata hasil ulangan harian siswa pada siklus 1 yaitu 82.2,  siswa yang mencapai KKM masih dibawah 85% yaitu 82.4%. Hampir semua aspek perlu ditingkatkan prosentasenya, antara lain minat siswa terhadap mata pelajaran IPS dan hasil belajar siswa.

  1. Diskripsi Siklus 2

            Siswa menganalisa dan menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Gambar Kegiatan Siklus 2.

ards

Menggunakan media voucher pajak secara individu.

Setelah melakukan penelitian tindakan kelas selama dua siklus,  terjadi peningkatkan hasil belajar IPS di kelas VIID SMP N 2 Karanglewas pada semester kedua tahun pelajaran 2014/2015. Pada  siklus I rata-rata hasil ulangan harian 82.2 mengalami peningkatan pada siklus II dengan rata-rata hasil ulangan harian 90.3. Jumlah siswa yang  mencapai KKM siklus I 80% , pada siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 94.1 %,

Hasil ulangan harian siklus II  dapat dilihat pada grafik sebagai berikut:
ardaniaa

Sebaran nilai ulangan evaluasi siklus 1 menunjukan ada peningkatan dari nilai hasil belajar pra siklus, walaupun belum 100% siswa mencapai KKM.  Hasil pengamatan ternyata aktifitas siswa mengalami kenaikan dari siklus 1, yaitu mencapai 82.4% , pada siklus 2  menjadi 89.8%.

.       Pembahasan

ardaniaaaa

Grafik  peningkatan keaktifan siswa dalam KBM

Berdasarkan  grafik di atas terlihat adanya peningkatan aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus 1 mencapai  82.4% meningkat pada siklus 2 keaktifan siswa mencapai 89.8%. Data tersebut menunjukan bukti bahwa dengan media voucer  mampu meningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran yang menyebabkan siswa aktif dan pembelajaran jadi efektif.

ardaniaaa

Grafik  Peningkatan nilai ulangan selama tindakan

Dari grafik tersebut dapat diketahui terjadi kenaikan nilai rata-rata dari performen siswa pada saat mengunakan media voucer pajak dilakukan secara bertahap. Pada pra siklus nilai yang diperoleh dengan rata-rata 71.4,pada siklus I tahapannya adalah mengklasifikasi jenis-jenis pajak melalui pengamatan voucher-voucher pajak berkelompok  nilai yang diperoleh siswa sebesar 82.2. Pada siklus II,  dengan tahapan yang lebih tinggi yaitu dengan menganalisa dan menghitung voucer pajak PBB dengan mencapai 90.3.maka pembelajaran dengan metode voucer menunjukan peningkatan prestasi belajar karena nilai siklus I dan siklus II telah melampaui indicator yang telah ditetapkan sebesar KKM atau 73.

Minat belajar siswa selama proses pembelajaran dengan media voucer pajak dapat   dilihat  pada grafik d di bawah ini :

ardaniaaaaaGrafik  Peningkatan Minat belajar IPS selama tindakan

          Dari tabel tersebut minat siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I yang berminat pada pelajaran IPS 72.9% siklus II naik menjadi 93.6% dan Sedangkan pada siswa yang tidak berminat pada pelajaran IPS setelah melaksanakan tindakan dengan metode media voucher pajak menurun yang semula 27.1% menjadi 6.4 %. Minat belajar yang meningkat menyebabkan hasil belajar juga meningkat.

PENUTUP

Simpulan

Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus menunjukan peningkatan minat belajar, keaktifan siswa selama proses pembelajaran, hasil belajar, dan ketuntasan belajar siswa. Minat belajar siswa ditunjukan dengan angket yang diisi oleh siswa. Untuk hasil belajar dapat ditunjukan dengan nilai tes ulangan harian setiap akhir siklus dan untuk nilai performen kemapuan siswa dilihat dari hasil kreatifitas yang dibuat siswa. Keaktifan siswa selama proses pembelajaran ditunjukan dengan lembar observasi yang diisi oleh observer. Secara umum, penelitian tindakan kelas ini menunjukan hasil yang cukup memuaskan.

Berdasarkan data yang diperoleh  dapat disimpulkan bahwa melalui pemanfaatan media voucher pajak dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Peningkatan pembelajaran ditunjukan dengan ketuntasan belajar secara klasikal yang mencapai 94.2%% dan prestasi belajar naik dari  81,9 pada siklus I menjadi 90,34 pada siklus II.

DAFTAR PUSTAKA

Crow.crow, Alice. 1984.  Educational Psycology, Psikologi pendidikan baku (terjemahan  Z Kasijan) Surabaya : PTBina Ilmu

Nasution. 2001. Metode Penelitian Naturalistik, Jakarta,

MGMP IPS Banyumas. 2014. Lembar Kerja Siswa IPS klas 8,Banyumas

Slameto.1991. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, Jakarta, Bina Aksara

The Liang Gie. 1988. Cara Belajar Efisian (cetakan ke 21), Yogyakarta: Pusat Kemajuan   Study (Center for Study Progress)

BIODATA PENULIS

Nama                                    :  Dra. Ardiani Rosiana

NIP                                         :  196803261999032003

Unit Kerja                            :  SMPN 7 Purwokerto

Pangkat/Gol                       :  Pembina / IV a




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *