http://www.infopasti.net/upaya-peningkatan-hasil-belajar-pai-menulis-huruf-hijaiyah-bersambung-melalui-penggunaan-alat-peraga-kartu-huruf-hijaiyah-bagi-siswa-kelas-iia/

PTK SD PAI Menulis huruf Hijaiyah Bersambung Melalui Alat Peraga Kartu

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MENULIS HURUF HIJAIYAH BERSAMBUNG MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA KARTU HURUF HIJAIYAH BAGI SISWA KELAS IIA SD NEGERI KARANGNANGKA PADA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/ 2016

zubaedah

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PAI sekolah dasar melalui penggunaan alat peraga. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PAI sekolah dasar melalui penggunaan alat peraga bagi siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2015/ 2016. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2015/ 2016 bertempat di SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng. Subyek penelitiannya adalah seluruh siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2015/ 2016 yang berjumlah 28 siswa yang teridiri 11 siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki.Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah teknik tes. Sesuai dengan materi pelajaran PAI yaitu tentang menulis huruf hijaiyah bersambung maka tes yang digunakan adalah tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan alat peraga kartu huruf hijaiyah, hasil belajar PAI menulis huruf hijaiyah bersambung siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2015/ 2016 dapat ditingkatkan. Dari rata-rata nilai pada kondisi awal yang hanya 61,42 dapat ditingkatkan menjadi 83,57 pada kondisi akhir. Kesimpulan berdasarkan data empirik sesuai dengan pengajuan hipotesis berdasarkan kajian teoritik yaitu “ melalui penggunaan alat peraga kartu huruf hijaiyah dapat meningkatkan hasil belajar PAI menulis huruf hijaiyah bersambung bagi siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka pada Semester II Tahun Pelajaran 2015/ 2016”.

.

Kata kunci: alat peraga, huruf hijaiyah, hasil belajar

PENDAHULUAN

Dalam proses pembelajaran PAI di kelas IIA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng sampai saat ini masih belum memperlihatkan hasil yang memuaskan. Dari dua kali mengerjakan tugas harian mata pelajaran PAI, nilai rata-rata yang diperoleh hanya 61,42 (enam satu koma empat dua).

Di sisi lain, dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) telah ditentukan bahwa kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk mata pelajaran PAI adalah 75. Artinya bahwa siswa dapat dinyatakan tuntas dalam mempelajari suatu materi pelajaran PAI manakala mereka dapat mencapai nilai minimal 75. KKM ini sebagai prasarat siswa dapat melanjutkan pelajaran berikutnya, sebab materi pelajaran-materi pelajaran yang ditargetkan dalam kurikulum merupakan satu rangkaian berjenjang. Siswa akan lebih mudah mempelajari suatu materi pelajaran apabila telah memahami materi berikutnya. Di samping itu, pencapaian KKM ini merupakan syarat bagi siswa untuk dapat naik kelas. Siswa yang dinyatakan naik kelas berarti mereka dinyatakan pula telah siap mengikuti program pembelajaran di tingkat berikutnya. Untuk siswa kelas IIA yang naik kelas berarti mereka telah siap mengikuti program pembelajaran di kelas III. Semakin tinggi tingkatan kelas maka semakin tinggi pula tingkat kesulitan materi pelajarannya. Itulah esensi dasar mengapa dalam KTSP ditentukan pula KKM masing-masing mata pelajaran.

Dengan mencermati uraian di atas maka jelaslah terlihat adanya kesenjangan antara kenyataan yang ada dengan harapan yang diinginkan. Kenyataan yang ada menunjukkan masih rendahnya hasil belajar siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka khususnya mata pelajaran PAI. Di sisi lain munculnya harapan semua pihak  baik guru, maupun orang tua/ wali siswa agar semua siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka dapat mencapai nilai hasil belajar minimal atau sama dengan kriteria ketuntasan minimal sehingga pada akhir tahun pelajaran mereka dapat naik ke kelas III. Bahkan bukan hanya sekedar naik kelas, tetapi dapat memperoleh nilai yang sangat memuaskan.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan masih rendahnya hasil  belajar bagi siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2015/2016. Misalnya karena terlalu seringnya pergantian  kurikulum, atau materi mata pelajaran PAI masih terlalu sukar untuk tingkatan siswa sekolah dasar kelas IIA, atau alokasi waktu yang tersedia untuk mata pelajaran PAI terlalu sedikit, atau tidak tepatnya teknik penanaman konsep dasar mata pelajaran PAI, atau penggunaan media yang  tidak tepat atau minimnya alat peraga untuk pembelajaran PAI, atau mungkin guru belum menggunakan alat peraga untuk mata pelajaran PAI.

Dari sekian banyak penyebab rendahnya hasil belajar tersebut tidak mungkin akan dapat dibahas seluruhnya dalam penelitian tindakan kelas ini. Sesuai dengan kaidah yang berlaku bahwa dalam satu penelitian hanya mungkin untuk menyelidiki satu permasalahan, dan juga untuk memudahkan dalam proses penelitian tindakan sekolah ini maka peneliti hanya akan berupaya meningkatkan hasil belajar bagi siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2015/2016 melalui Penggunaan Alat Peraga Kartu Huruf Hijaiyah. Penggunaan Alat Peraga Kartu Huruf Hijaiyah mempunyai kecenderungan mengalami peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang pada muara akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II.

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah sebagaimana dijelaskan di atas maka dibuatlah rumusan masalah dalam penelitian tindakan sekolah ini, yaitu: “Apakah melalui penggunaan alat peraga kartu huruf Hijaiyah dapat meningkatkan hasil belajar PAI menulis huruf Hijaiyah Bersambung bagi siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka pada semester II Tahun Pelajaran 2015/ 2016”

KAJIAN TEORI

Hasil belajar PAI adalah hasil belajar yang dicapai peserta didik  dalam mata pelajaran PAI setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar mata pelajaran PAI dalam waktu kurun waktu tertentu dan program tertentu. Kurun waktu yang dipergunakan untuk penelitian tindakan kelas ini adalah empat minggu sesuai dengan jumlah siklus yang dilaksanakan, yaitu masing-masing siklus dilaksanakan selama dua minggu. Tindakan-tindakan dalam siklus tersebut dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2015/ 2016. Sedangkan program yang dilaksanakan adalah pembelajaran tentang menulis huruf Hijaiyah Bersambung. Program pembelajaran tersebut meliputi  alif, ba’, sa’, jim, kha, kho, dal, zal, ro, zai, sin, syin, sad, dad, ta’, za’, ‘ain, gain, fa’, qaf, kaf, lam, mim, nun, wau, ha’, hamzah, ya’`Materi pelajaran dalam siklus I adalah tentang alif, ba’, sa’, jim, kha, kho, dal, zal, ro, zai, sin, syin, sad, dad. Sedangkan materi pelajaran siklus II adalah tentang ta’, za’, ‘ain, gain, fa’, qaf, kaf, lam, mim, nun, wau, ha’, hamzah, ya’.

Menulis dapat dikatakan proses maupun hasil. Menulis Puji Santosa,dkk, 2011:6.14) merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Menurut HG. Tarigan dalam Muclisoh,dkk. (1990:233) menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambing-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambing-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut. Dengan demikian, bahwa dengan tulisan dapat terjadi komunikasi antara penulis dengan pembaca. Hal ini dapat terjadi apabila penulis dan pembaca memahami lambing-lambang grafik yang dipergunakan untuk menulis tersebut. Misalnya seseorang dapat dikatakan sedang menulis huruf Arab, kalau dia memahami dia memahami lambing grafik dari huruf Arab tersebut.

Menurut Suyanto dan M. Ikhwan (2008:2) bahwa huruf hijaiyah  adalah huruf Arab yang dipakai untuk menuliskan ayat-ayat Al Qur’an. Huruf-huruf tersebut dalam bentuk Bersambung. Sedangkan menurut Asmuri, Siti Rofiah dan Moh.Muchtarom bahwa huruf-huruf dalam Al Qur’an adalah huruf Arab atau huruf Hijaiyah. Dengan demikian huruf Hijaiyah Bersambung adalah huruf Arab dalam bentuk Bersambung yang digunakan untuk menuliskan huruf-huruf dalam Al Qur’an.

Tanda baca atau harakat huruf hijaiyah ada 7, yaitu fathah (a), kasroh (i), dammah (u), sukun, tasydid, tanwin (fathatain/ an, kasratain/ in, dommatain/ un), dan tanda baca panjang/ mad, yang terdiri dari 1) Alif setelahhuruf bertanda baca fathah. 2) Huruf wau sukun setelah huruf yang bertanda baca dammah, dan 3) Ya sukun setelah huruf yang bertanda baca kasrah. (Suyanto dan M.Ikhwan, 2008:2-3).

Sesuai dengan silabus Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Karangnangka mata pelajaran PAI Kelas V semester II tahun pelajaran 2015/ 2016 disebutkan bahwa menulis huruf Hijaiyah Bersambung yang dimaksud adalah sebagai berikut: kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan tulisan huruf Arab Bersambung dan berharokat yang terdiri dari alif, ba’, sa’, jim, kha, kho, dal, zal, ro, zai, sin, syin, sad, dad, ta’, za’, ‘ain, gain, fa’, qaf, kaf, lam, mim, nun, wau, ha’, hamzah, ya’.

Yang dimaksud hasil belajar PAI adalah hasil belajar yang dicapai peserta didik dalam mata pelajaran PAI setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kurun waktu tertentu atau program tertentu. Hasil belajar tersebut berupa kemampuan-kemampuan baru yang meliputi pola perbuatan, nilai, makna, sikap, apresiasi, kecakapan, ketrampilan, yang berguna untuk memecahkan problematika dalam mata pelajaran PAI khususnya dan problematika sosial pada umumnya.

Sebagai bukti telah dikuasainya kemampuan-kemampuan baru oleh peserta didik dinyatakan dengan nilai yang berupa angka-angka. Makin tinggi nilai yang diperoleh peserta didik berarti makin tinggi pula tingkat kemampuan-kemampuan baru yang dikuasainya. Penilaian kelas dapat dilakksanakan melalui teknik tes (tertulis, lisan, dan perbuatan) dan non tes yang berupa pemberian tugas, tes perbuatan/ praktik dan kumpulan hasil kerja siswa (portopolio). (Depdiknas, 2002:5). Adapun jenis penilaian kelas meliputi ulangan harian, pemberian tugas, dan ulangan umum.

Dalam penelitian tindakan kelas ini hasil belajar PAI yang dimaksud adalah nilai mata pelajaran PAI menulis huruf Hijaiyah Bersambung yang diperoleh siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas pada semester II tahun pelajaran 2015/ 2016. (Tim KTSP SD Negeri Karangnanngka, 2015/ 2016).

Alat peraga kartu huruf Hijaiyah adalah alat yang digunakan dalam pembelajaran untuk memperagakan menulis huruf Hijaiyah Bersambung. Menulis huruf Hijaiyah Bersambung sebagai materi pelajaran dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi alif, ba’, sa’, jim, kha, kho, dal, zal, ro, zai, sin, syin, sad, dad, ta’, za’, ‘ain, gain, fa’, qaf, kaf, lam, mim, nun, wau, ha’, hamzah, ya’. Dalam penyampaian materi pelajaran, peneliti menggunakan alat peraga kartu huruf Hijaiyah untuk memperjelas materi pembelajaran tentang menulis huruf Hijaiyah Bersambung yang meliputi alif, ba’, sa’, jim, kha, kho, dal, zal, ro, zai, sin, syin, sad, dad, ta’, za’, ‘ain, gain, fa’, qaf, kaf, lam, mim, nun, wau, ha’, hamzah, ya’, kemudian siswa memperagakannya.

METODE PENELITIAN

Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas pada semester II tahun pelajaran 2015/ 2016, berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 11 siswa perempuan dan 17 siswa laki-laki.

Penelitian Tindakan Kelas ini hanya menggunakan sumber data primer yang berasal dari subjek penelitian. Data dari subjek penelitian tersebut adalah berupa nilai hasil belajar siswa. Ada tiga macam nilai yang diambil dari subjek penelitian, yaitu nilai kondisi awal, nilai siklus I, dan nilai akhir siklus II. Dari tiga macam nilai tersebut yang dijadikan sebagai dasar penentuan ada tidaknya peningkatan hasil belajar adalah nilai kondisi awal dan nilai akhir siklus. Karena dalam penelitian tindakan kelas ini terdapat dua siklus, maka terdapat dua nilai akhir siklus, yaitu nilai akhir siklus I dan nilai akhir siklus II. Pengumpulan data dalam Penelitian Tindakan Kelas ini digunakan teknik tes. Sesuai dengan materi mata pelajaran yang diambil dalam penelitian tindakan kelas ini, yaitu mata pelajaran PAI kelas IIA semester II dengan materi pelajaran menulis huruf hijaiyah bersambung, maka teknik tes yang diambil untuk pengumpul data adalah tes tertulis.

Analisis data dalam peneliitian tindakan kelas ini adalah menggunakan analisis deskriptif komparatif, yaitu membandingkan secara tertulis nilai-nilai yang ada. Nilai-nilai yang diperbandingkan adalah nilai rata-rata kondisi awal, nilai rata-rata kondisi akhir siiklus I, dan nilai rata-rata kondisi akhir siklus II. Penelitian tindakan kelas dikatakan berhasil apabila nilai rata-rata subyek penelitian mengalami peningkatan. Nilai rata-rata pada kondisi awal mengalami peningkatan pada kondisi akhir siklus II. Atau dapat dikatakan bahwa penelitian tindakan kelas disebut berhasil apabila nilai rata-rata subyek penelitian pada kondisi akhir siklus II lebih tinggi daripada nilai rata-rata pada kondisi awal.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Sebagaimana tertulis pada latar belakang masalah bahwa pada kondisi awal penelitian tindakan kelas ini, nilai hasil belajar mata pelajaran PAI menulis huruf hijaiyah bersambung  siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng  tahun pelajaran 2015/2016 rata-ratanya masih rendah. Rata-rata perolehan nilai masih belum memenuhi harapan. Dari 28 siswa kelas IIA yang mengikuti ulangan harian PAI, diperoleh nilai rata-rata 61,42. Nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 40.

Dikaitan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dari 28 siswa yang mengikuti ulangan harian mata pelajaran PAI menulis huruf hijaiyah bersambung, hanya 6 siswa (21,43%) yang mencapai ketuntasan. Sedangkan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal ada 22 siswa (78,57%). KKM mata pelajaran PAI kelas IIA adalah 75.

Deskripsi Siklus I

Siklus I dilaksanakan pada minggu ketiga dan keempat bulan Februari 2016. Guru peneliti mengambil data melalui serangkaian tindakan dari dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2016. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 25 Februari 2016.

Dalam pelaksanaan pembelajaran,  kegiatan intinya diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Guru peneliti menjelaskan cara mengerjakan lembar kerja dan penggunaan alat peraga kartu huruf hijaiyah tersebut. Semua siswa dikondisikan untuk dapat memperhatikan penjelasan guru dengan konsentrasi penuh.
  • Dengan bimbingan guru peneliti, siswa mencoba menggunakan alat peraga kartu huruf hijaiyah secara kelompok.
  • Setelah diperkirakan siswa paham akan penjelasan guru, maka secara berkelompok siswa dipersilahkan menggunakan alat peraga kartu huruf hijaiyah dan mengerjakan lembar kerja.
  • Guru peneliti dan siswa membahas lembar kerja siswa. Kegiatan ini sangat penting, disamping berguna untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa tentang materi pelajaran juga sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para siswa. Penghargaan ini mempunyai kedudukan penting dalam memanusiakan manusia, sehingga para siswa merasa dihargai dan hal ini akan mendorong semangat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.
  • Dengan bimbingan guru peneliti, siswa membuat kesimpulan.

Setelah peneliti melakukan tindakan di siklus I, peneliti mengakhirinya dengan mengadakan tes akhir siklus I. Subjek penelitian diberi tugas untuk mengerjakan tes akhir siklus I. Tes akhir Siklus I dikerjakan secara individual. Dari 28 siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng yang mengikuti tes akhir siklus I, diperoleh nilai rata-rata 75,35. Nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 50. Dikaitan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dari 28 siswa yang mengikuti tes akhir siklus I mata pelajaran PAI Menulis huruf hijaiyah bersambung, terdapat 19 siswa (67,86%) yang mencapai ketuntasan. Sedangkan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal ada 9 siswa (32,14%). KKM mata pelajaran PAI kelas IIA adalah 75.

Nilai rata-rata pada kondisi awal sebesar 61,42 meningkat menjadi 75,35 pada akhir siklus I (meningkat sebesar 22,67%). Nilai tertinggi pada kondisi awal sebesar 80 meningkat menjadi 90  pada akhir siklus I  (meningkat sebesar 12,5  %) . Nilai terendah pada kondisi awal sebesar 40 meningkat menjadi 50 pada akhir siklus I  (meningkat sebesar 25 %). Selengkapnya perhatikan tabel berikut:

Tabel 3

KOMPARASI NILAI HASIL BELAJAR ANTARA KONDISI AWAL DENGAN

KONDISI AKHIR SIKLUS  I

NO NILAI KONDISI AWAL KONDISI AKHIR SIKLUS  I KETERANGAN
NAIK TETAP TURUN
1 Tertinggi 80 90 12,5 %
2 Rata-rata 61,42 75,35 22,67%
3 Terendah 40 50 25 %

 

Deskripsi Siklus II

Siklus II dilaksanakan pada minggu kesatu dan kedua bulan Maret tahun 2016 . Guru peneliti mengambil data melalui serangkaian tindakan dari dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis  tanggal 3 Maret 2016. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 10 Maret 2016.

Siklus II terdiri dari planning, acting, observing, dan reflecting. Kegiatan intinya adalah sebagai berikut :

  • Guru peneliti menjelaskan cara mengerjakan lembar kerja dan penggunaan alat peraga kartu huruf hijaiyah tersebut. Semua siswa dikondisikan untuk dapat memperhatikan penjelasan guru dengan konsentrasi penuh.
  • Dengan bimbingan guru peneliti, setiap siswa mencoba menggunakan alat peraga kartu huruf hijaiyah.
  • Setelah diperkirakan siswa paham akan penjelasan guru, maka secara individual, siswa dipersilahkan menggunakan alat peraga kartu huruf hijaiyah untuk mengerjakan lembar kerja.
  • Guru peneliti dan siswa membahas lembar kerja siswa. Kegiatan ini sangat penting, disamping berguna untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa tentang materi pelajaran juga sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para siswa. Penghargaan ini mempunyai kedudukan penting dalam memanusiakan manusia, sehingga para siswa merasa dihargai dan hal ini akan mendorong semangat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.
  • Dengan bimbingan guru peneliti, siswa membuat kesimpulan.

Setelah peneliti melakukan tindakan di siklus II, peneliti mengakhirinya dengan mengadakan tes akhir siklus II. Subjek penelitian diberi tugas mengerjakan soal tes siklus II. Tes akhir Siklus II dikerjakan secara individual.  Dari 28 siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng yang mengikuti tes akhir siklus II, diperoleh nilai rata-rata 83,57. Nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 60. Subjek penelitian yang memperoleh nilai 75 s.d. 100 ada 23 siswa, nilai 50 s.d. 74  ada 5 siswa, nilai 25 s.d. 49 ada  0 siswa, dan nilai 0 s.d. 24 ada 0 siswa.

Nilai rata-rata pada kondisi akhir siklus I sebesar 75,35 meningkat menjadi 83,57 pada akhir siklus II (meningkat sebesar 10,90%). Nilai tertinggi pada kondisi akhir siklus I sebesar 90 dan pada akhir siklus II 100 ( 11,11%) . Nilai terendah pada kondisi akhir siklus I sebesar 50 meningkat menjadi 60 pada akhir siklus II  (meningkat sebesar 20%). Perhatikan table berikut :

Tabel 5

KOMPARASI NILAI HASIL BELAJAR ANTARA KONDISI AKHIR SIKLUS I DENGAN KONDISI AKHIR SIKLUS  II

NO NILAI KONDISI AKHIR SIKLUS  I KONDISI AKHIR SIKLUS  II KETERANGAN
NAIK TETAP TURUN
1 Tertinggi 90 100 11,11%
2 Rata-rata 75,35 83,57 10,90%
3 Terendah 50 60 20%

Nilai rata-rata pada kondisi awal sebesar 61,42 meningkat menjadi 83,57 pada akhir siklus II (meningkat sebesar 36,06 %). Nilai tertinggi pada kondisi awal sebesar 80 meningkat menjadi 100 pada akhir siklus II  (meningkat sebesar 25%) . Nilai terendah pada kondisi awal sebesar 40 meningkat menjadi 60 pada akhir siklus II  (meningkat sebesar 50%). Perhatikan table berikut :

Tabel 6

KOMPARASI NILAI HASIL BELAJAR ANTARA KONDISI AWAL DENGAN KONDISI AKHIR SIKLUS  II

NO NILAI KONDISI AWAL KONDISI AKHIR SIKLUS  II KETERANGAN
NAIK TETAP TURUN
1 Tertinggi 80 100 25%
2 Rata-rata 61,42 83,57 36,06%
3 Terendah 40 60 50%

 

PEMBAHASAN

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru peneliti sejak dari kondisi awal, kondisi di akhir siklus I, sampai dengan kondisi di akhir siklus II, sesuai dengan data-data yang diperoleh ternyata terjadi dinamika perubahan hasil belajar. Pada saat kondisi awal, nilai rata-rata subjek penelitian hanya 61,42. Setelah peneliti melakukan tindakan di siklus I, nilai rata-rata subjek penelitian menjadi 75,35. Ketika dilakukan penilaian di akhir siklus II, ternyata nilai rata-rata subjek penelitian menjadi 83,57. Data hasil belajar subjek penelitian mulai dari kondisi awal, kondisi akhir siklus I sampai dengan kondisi akhir siklus  II  dapat disimak pada tabel berikut ini :

Tabel 7

DATA NILAI HASIL BELAJAR SUBJEK PENELITIAN

NO. KONDISI NILAI RATA-RATA
1 Awal 61,42
2 Siklus I 75,35
3 Siklus II 83,57

Kiranya perlu diketahui bahwa keberhasilan penelitian tindakan kelas adalah ditentukan oleh perbandingan nilai  rata-rata kondisi awal dengan kondisi rata-rata kondisi akhir (kondisi pada akhir siklus II). Penelitian tindakan kelas dikatakan berhasil apabila nilai rata-rata subyek peneitian mengalami peningkatan dari kondisi  awal ke kondisi akhir siklus II.

Sebagaimana tertulis di bagian terdahulu bahwa nilai rata-rata subjek penelitian pada saat kondisi awal adalah 61,42 sedangkan nilai rata-rata subjek penelitian pada kondisi akhir (kondisi pada akhir siklus II) adalah 83,57. Dengan demikian dari kondisi awal ke kondisi akhir, nilai rata-rata hasil belajar subjek penelitian mengalami peningkatan sebesar 22,15 poin (36,06 %). Perubahan nilai rata-rata tersebut dapat lebih terlihat dengan jelas pada diagram berikut ini :

hasil-belajar

Gambar 1

DIAGRAM HASIL BELAJAR

DARI KONDISI AWAL KE KONDISI AKHIR SIKLUS II

 

PENUTUP

Data-data empirik yang dikumpulkan selama proses penelitian tindakan kelas sebgaimana tertulis dalam bab IV menunjukkan bahwa tindakan kelas yang dilakukan oleh guru peneliti dalam siklus I dengan menggunakan alat peraga kartu huruf hijaiyah secara kelompok telah berhasil meningkatkan hasil belajar subjek penelitian. Nilai rata-rata pada kondisi awal yang hanya 61,42 dapat ditingkatkan menjadi 75,35 di akhir siklus I.

Pada siklus II, guru peneliti melakukan perubahan teknik penggunaan alat peraga kartu huruf hijaiyah. Alat peraga kartu huruf hijaiyah diubah penggunaannya menjadi secara individual pada siklus II. Dengan perubahan teknik penggunaan alat peraga kartu huruf hijaiyah tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata di akhir siklus II mengalami peningkatan manjadi 83,57. Kalau kondisi awal hanya 61,42 sedangkan nilai rata-rata pada kondisi akhir siklus II menembus angka 83,57 berarti telah terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 22,15 poin atau meningkat sebesar 36,06%.

Berdasarkan data empirik yang dikumpulkan dalam penelitian tindakan kelas sebagaimana tertulis di atas menunjukkan bahwa tindakan kelas yang dilakukan oleh guru peneliti telah berhasil meningkatkan hasil belajar PAI menulis huruf hijaiyah bersambung bagi siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2015/ 2016.

Kesimpulan berdasarkan data empirik tersebut sesuai dengan pengajuan hipotesis berdasarkan kajian teoritis sebagaimana tercantum dalam bab II yang berbunyi : “Melalui penggunaan alat peraga kartu huruf hijaiyah dapat meningkatkan hasil belajar PAI menulis huruf hijaiyah bersambung bagi siswa kelas IIA SD Negeri Karangnangka pada semester II Tahun Pelajaran 2015/ 2016”.

 

DAFTAR PUSTAKA

Suyanto dan M. Ikhwan, 2008,Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas II, Erlangga, Jakarta.

Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang. 1990. Psikologi Belajar. IKIP Semarang Press: Semarang.

Depdiknas. 2002. Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kelas di SD, SDLB, SLB, tingkat Sekolah Dasar dan MI. Ditjen Dikdasmen. Depdiknas: Jakarta

Tim Pengembang Kurikulum. KTSP Dokumen 1 SDN Karangnangka th 2015/2016.

BIODATA PENULIS

Nama               : Zubaedah, S.Pd.I.

Pangkat           : Pembina , IV/a

NIP                 : 19600915 198405 2 002

Jabatan            : Guru SDN Karangnangka Kedungbanteng

 


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *