http://www.infopasti.net/upaya-peningkatan-hasil-belajar-pkn-globalisasi-melalui-penggunaan-model-pembelajaran-snowball-throwing/

PTK SD PKN Globalisasi Melalui Penggunaan Model Snowball Throwing

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN GLOBALISASI MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BAGI SISWA KELAS IVB SD NEGERI KARANGNANGKA PADA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn sekolah dasar melalui penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn sekolah dasar melalui penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing bagi siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2014/ 2015. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2014/ 2015 bertempat di SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng. Subyek penelitiannya adalah seluruh siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2014/ 2015 yang berjumlah 26 siswa yang teridiri 12 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah teknik tes. Sesuai dengan materi pelajaran yaitu tentang globalisasi maka tes yang digunakan adalah tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing, hasil belajar PKn siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2014/ 2015 dapat ditingkatkan. Dari rata-rata nilai pada kondisi awal yang hanya 62,88 dapat ditingkatkan menjadi 83,88 pada kondisi akhir. Kesimpulan berdasarkan data empirik sesuai dengan pengajuan hipotesis berdasarkan kajian teoritik yaitu “ Melalui penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar PKn Globalisasi bagi siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka pada semester II Tahun Pelajaran 2014/ 2015”.

Kata kunci: Snowball Throwing, globalisasi, hasil belajar

PENDAHULUAN

Dalam Proses pembelajaran PKn di kelas IVB SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas pada semester II tahun pelajaran 2014/ 2015 sampai saat ini masih belum memperlihatkan hasil yang memuaskan. Dari dua kali mengerjakan ulangan harian mata pelajaran PKn, nilai rata-rata yang diperoleh hanya 62,88 (enam dua koma delapan delapan).

Di sisi lain, dalam Kurikulum SD Negeri Karangnangka tahun pelajaran 2014/ 2015 telah ditentukan bahwa kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk mata pelajaran PKn adalah 75. Artinya bahwa siswa dapat dinyatakan tuntas dalam mempelajari suatu materi pelajaran PKn manakala mereka dapat mencapai nilai minimal 75. KKM ini sebagai prasarat siswa dapat melanjutkan pelajaran berikutnya, sebab materi pelajaran-materi pelajaran yang ditargetkan dalam kurikulum merupakan satu rangkaian berjenjeng. Siswa akan lebih mudah mempelajari suatu materi pelajaran apabila telah memahami materi berikutnya. Di samping itu, pencapaian KKM ini merupakan syarat bagi siswa untuk dapat naik kelas. Siswa yang dinyatakan naik kelas berarti mereka dinyatakan pula telah siap mengikuti program pembelajaran di tingkat berikutnya. Untuk siswa kelas IVB yang naik kelas berarti mereka telah siap mengikuti program pembelajaran di kelas V. Semakin tinggi tingkatan kelas maka semakin tinggi pula tingkat kesulitan materi pelajarannya. Itulah esensi dasar mengapa dalam Kurikulum SD Negeri Karangnangka ditentukan pula KKM masing-masing mata pelajaran.

Dengan mencermati uraian di atas maka jelaslah terlihat adanya kesenjangan antara kenyataan yang ada dengan harapan yang diinginkan. Kenyataan yang ada menunjukkan masih rendahnya hasil belajar siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka khususnya mata pelajaran PKn. Di sisi lain munculnya harapan semua pihak  baik guru, maupun orang tua/ wali siswa agar semua siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka dapat mencapai nilai hasil belajar minimal atau sama dengan kriteria ketuntasan minimal sehingga pada akhir tahun pelajaran mereka dapat naik ke kelas V. Bahkan bukan hanya sekedar naik kelas, tetapi dapat memperoleh nilai yang sangat memuaskan.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan masih rendahnya hasil  belajar bagi siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2014/2015. Misalnya karena terlalu seringnya pergantian  kurikulum, atau materi mata pelajaran PKn masih terlalu sukar untuk tingkatan siswa sekolah dasar kelas IVB atau alokasi waktu yang tersedia untuk mata pelajaran PKn terlalu sedikit atau tidak tepatnya teknik penanaman konsep dasar mata pelajaran PKn atau penggunaan media yang  tidak tepat atau mungkin guru belum menggunakan model pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi dan peran serta siswa dalam pembelajaran.

Dari sekian banyak penyebab rendahnya hasil belajar tersebut tidak mungkin akan dapat dibahas seluruhnya dalam penelitian tindakan kelas ini. Sesuai dengan kaidah yang berlaku bahwa dalam satu penelitian hanya mungkin untuk menyelidiki satu permasalahan, dan juga untuk memudahkan dalam proses penelitian tindakan sekolah ini maka peneliti hanya akan berupaya meningkatkan hasil belajar bagi siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2014/2015 melalui penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing. Penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing  mempunyai kecenderungan mengalami peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang pada muara akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II.

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah sebagaimana dijelaskan di atas maka dibuatlah rumusan masalah dalam penelitian tindakan sekolah ini, yaitu: “Apakah melalui penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar PKn globalisasi bagi siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2014/ 2015?”

KAJIAN TEORI

Hasil Belajar PKn Globalisasi

Belajar menurut Masyhuri  (1990:52) adalah suatu aktivitas untuk menghasilkan perubahan pola diri individu. Bahwa perubahan yang diharapkan itu berupa kemampuan-kemampuan baru dalam memberikan respons terhadap stimulus yang diterima. Proses perubahan perilaku mencakup pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap, kemampuan berpikir, penghargaan terhadap sesuatu, minat dan sebagainya.

Sedangkan Belajar menurut G. Kimble dalam Elin Rosalin (2008:16) adalah Learning is a relatively permanent change in bahaviour potentiality which occurs as a result of reinforced practice. Menurut G. Kimble  bahwa ada tiga faktor penting dalam dalam kegiatan belajar, yaitu 1) Adanya perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil perbuatan belajar. 2) Adanya perilaku yang bersifat potensial sebagai modal dasar individu yang harus dikembanngkan secara optimal. 3) Adanya reinforced practice (kegatan reinforcement) sebagai suatu pendekatan dalam mengembangkan perilaku dasar individu untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan.

Kemudian perumusan belajar menurut Gagne dalam Najib Sulhan (2006:5) adalah sebuah proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia, seperti sikap, minat, atau nilai dan perubahan kemampuannya, yakni peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai kinerja. Dengan demikian, belajar pada dasarnya dapat dipanndang sebagai suatu proses perubahan yang terjadi pada tingkah laku siswa sebagai subjek didik akibat adanya peningkatan pengetahuan, ketrampilan, nilai, sikap, minat, apresiasi, kemampuan berpikir logis dan kritis, kemampuan interaktif, dan kreativitas yang telah dicapai.

Menurut Sumiati dan Asra (2011:38) bahwa perubahan perilaku adalah hasil belajar. Artinya, seseorang dikatakan telah belajar, jika ia dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan sebelumnya.

Kemudian, hasil belajar dapat disamakan pengertiannya dengan produk belajar, yaitu suatu pola perbuatan, nilai, makna, apresiasi, kecakapan, ketrampilan, yang berguna bagi masyarakat. (Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang, 1990:172). Ada tiga ranah hasil belajar, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif adalah hasil belajar yang berupa pengetahuan-pengetahuan atau kemampuan-kemampuan baru yang bersifat keilmuan. Ranah afektif adalah hasil belajar yang berupa perubahan-perubahan perilaku sebagai akibat telah dilakukannya proses belajar. Sedangkan ranah psikomotorik adalah hasil belajar yang berupa ketrampilan-ketrampilan praktis oleh anggota badan, seperti tangan, kaki, alat indera dan sebagainya. Untuk mata pelajaran PKn, hasil belajar yang diperoleh peserta didik lebih dominan pada ranah kognitif. Yang dimaksud dengan hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai peserta didik  dalam mata pelajaran PKn setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar mata pelajaran PKn dalam kurun waktu tertentu dan program tertentu. Kurun waktu yang dipergunakan untuk penelitian tindakan kelas ini adalah empat minggu sesuai dengan jumlah siklus yang dilaksanakan, yaitu masing-masing siklus dilaksanakan selama dua minggu. Tindakan-tindakan dalam siklus tersebut dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2014/ 2015. Sedangkan program yang dilaksanakan adalah pembelajaran tentang globalisasi. Program pembelajaran tersebut meliputi 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya. 4.2. Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional. 4.3. Menentukan sikap terhadap pengaruh globaliisasi yang terjadi di lingkungannya. Materi pelajaran dalam siklus I adalah tentang 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya. 4.2. Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional, Sedangkan materi pelajaran siklus II adalah tentang 4.3. Menentukan sikap terhadap pengaruh globaliisasi yang terjadi di lingkungannya.

Globalisasi

Sesuai dengan silabus Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Karangnangka mata pelajaran PKn Kelas IVB semester II tahun pelajaran 2014/ 2015 disebutkan bahwa Globalisasi  yang dimaksud adalah meliputi 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya. 4.2. Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional. 4.3. Menentukan sikap terhadap pengaruh globaliisasi yang terjadi di lingkungannya.

Yang dimaksud hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai peserta didik dalam mata pelajaran PKn setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kurun waktu tertentu atau program tertentu. Hasil belajar tersebut berupa kemampuan-kemampuan baru yang meliputi pola perbuatan, nilai, makna, sikap, apresiasi, kecakapan, ketrampilan, yang berguna untuk memecahkan problematika dalam mata pelajaran PKn khususnya dan problematika sosial pada umumnya.

Sebagai bukti telah dikuasainya kemampuan-kemampuan baru oleh peserta didik dinyatakan dengan nilai yang berupa angka-angka. Makin tinggi nilai yang diperoleh peserta didik berarti makin tinggi pula tingkat kemampuan-kemampuan baru yang dikuasainya. Penilaian kelas dapat dilaksanakan melalui teknik tes (tertulis, lisa, dan perbuatan) dan non tes yang berupa pemberian tugas, tes perbuatan/ praktik dan kumpulan hasil kerja siswa (portopolio). (Depdiknas, 2002:5). Adapun jenis penilaian kelas meliputi ulangan harian, pemberian tugas, dan ulangan umum.

Dalam penelitian tindakan kelas ini hasil belajar PKn yang dimaksud adalah nilai mata pelajaran PKn Globalisasi yang diperoleh siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas pada semester II tahun pelajaran 2014/ 2015. Globalisasi yang dimaksud adalah 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya. 4.2. Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional. 4.3. Menentukan sikap terhadap pengaruh globaliisasi yang terjadi di lingkungannya. (Tim KTSP SD Negeri Karangnangka, 2014/ 2015:4).

Model Pembelajaran Snowball Throwing

Snowball artinya bola salju sedangkan throwing artinya melempar. Snowball Throwing secara keseluruhan dapat diartikan melempar bola salju. Adapun langkah-langkah pembelajaran Snowball Throwing sebagai berikut :

  • Guru menyampaikan materi yang akan disajikan.
  • Guru membentuk kelompok-kelompok yang dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
  • Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada teman sekelompoknya.
  • Masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menulis satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
  • Siswa membentuk kertas tersebut seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama kurang lebih 15 menit.
  • Setelah siswa mendapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan pada siswa tersebut untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara berg
  • Guru mengevaluasi dan menutup pelajaran (Miftahul Huda,2013:226-227).

Model Pembelajaran Snowball Throwing adalah model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran untuk memjelaskan materi PKn tentang globalisasi. Globalisasi sebagai materi pelajaran dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya. 4.2. Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional. 4.3. Menentukan sikap terhadap pengaruh globaliisasi yang terjadi di lingkungannya. Dalam penyampaian materi pelajaran, guru peneliti menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing untuk memperjelas materi pembelajaran tentang Globalisasi yang meliputi 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya. 4.2. Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional. 4.3. Menentukan sikap terhadap pengaruh globaliisasi yang terjadi di lingkungannya.

KERANGKA BERPIKIR

Kegiatan penelitian secara ringkas dapat dilihat dalam gambar kerangka berpikir di halaman berikut ini

Kepala Sekolah :

Belum menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing

Guru :

hasil belajar PKn rendah

Guru:

Menggunakann model pembelajaran Snowball Throwing

Sikuls I:

1.        Dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing

2.        Siswa dibentuk kelompok besar yang anggotanya terdiri dari 8-9 siswa.

Siklus II :

1.        Dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing

2.        Siswa dibentuk kelompok kecil yang anggotanya terdiri dari 3-4 siswa.

Diduga melalui  penggunaan model pembelajaran  Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar PKn Globalisasi bagi siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka pada semester II tahun pelajaran 2014/2015
Kondisi Awal
Tindakan
Kondisi Akhir

Gambar 1: Kerangka Berpikir

METODE PENELITIAN

Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas pada semester II tahun pelajaran 2014/ 2015, berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki.

Analisi data dalam peneliitian tindakan kelas ini adalah menggunakan analisis deskriptif komparatif, yaitu membandingkan secara tertulis nilai-nilai yang ada. Nilai-nilai yang diperbandingkan adalah nilai rata-rata kondisi awal, nilai rata-rata kondisi akhir siiklus I, dan nilai rata-rata kondisi akhir siklus II. Deskriptif komparatif tersebut meliputi : 1) Deskriptif komparatif kondisi awal dengan kondisi akhir siklus I. Nilai rata-rata pada kondisi awal dibandingkan dengan nilai rata-rata kondisi akhir siklus I. 2) Deskriptif komparatif kondisi akhir siklus I dengan kondisi akhir siklus II. Nilai rata-rata pada kondisi akhir siklus I dibandingkan dengan nilai rata-rata kondisi akhir siklus II. 3) Deskriptif komparatif kondisi awal dengan kondisi akhir siklus II. Nilai rata-rata pada kondisi awal dibandingkan dengan nilai rata-rata kondisi akhir siklus II.

Penelitian tindakan kelas dikatakan berhasil apabila nilai rata-rata subyek penelitian mengalami peningkatan. Nilai rata-rata pada kondisi awal mengalami peningkatan pada kondisi akhir siklus II. Atau dapat dikatakan bahwa penelitian tindakan kelas disebut berhasil apabila nilai rata-rata subyek penelitian pada kondisi akhir siklus II lebih tinggi daripada nilai rata-rata pada kondisi awal.

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Kondisi Awal

Sebagaimana tertulis pada latar belakang masalah bahwa pada kondisi awal penelitian tindakan kelas ini, nilai hasil belajar mata pelajaran PKn Globalisasi siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng tahun pelajaran 2014/2015 rata-ratanya masih rendah. Rata-rata perolehan nilai masih belum memenuhi harapan. Dari 26 siswa kelas IVB yang mengikuti ulangan harian PKn, diperoleh nilai rata-rata 62,88. Nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 40.

Subjek penelitian yang memperoleh nilai 75 s.d. 100 ada 5 siswa, nilai 50 s.d. 74  ada 15 siswa, nilai 25 s.d. 49 ada  6 siswa, dan nilai 0 s.d. 24 ada 0 siswa.  Perhatikan tabel berikut :

Tabel 1

RENTANG NILAI KONDISI AWAL

NO. RENTANG NILAI JUMLAH SISWA KET.
1 75 s.d. 100 5
2 50 s.d. 74 15
3 25 s.d 49 6
4 0 s.d. 24 0

Dikaitan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dari 26 siswa yang mengikuti ulangan harian mata pelajaran PKn Globalisasi, hanya 5 siswa (19,23%) yang mencapai ketuntasan. Sedangkan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal ada 21 siswa (80,77%). KKM mata pelajaran PKn kelas IVB adalah 75.

Deskripsi Siklus I

Siklus I dilaksanakan pada minggu ketiga dan keempat bulan Februari 2015. Guru peneliti mengambil data melalui serangkaian tindakan dari dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 18 Februari 2015. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 Februari 2015.

Siklus I untuk menyampaikan materi kompetensi dasar 4.1 Memberikan contoh sederhana pengaruh globalisasi di lingkungannya. 4.2. Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional. Untuk menyampaikan materi pembelajaran, peneliti menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing. Siswa dibentuk tiga kelompok besar. Satu kelompok beranggotakan 8 siswa dan dua kelompok beranggotakan 9 siswa. Setiap kelompok terdiri dari anak perempuan dan anak laki-laki. Siklus I terdiri dari planning, acting, observing, dan reflecting.

Dalam pelaksanaan pembelajaran,  kegiatan intinya diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Masing-masing ketua kelompok berkumpul untuk  mendapatkan  penjelasan tentang materi.
  • Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada teman sekelompoknya.
  • Masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menulis satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
  • Siswa membentuk kertas tersebut seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama kurang lebih 15 menit.
  • Setelah siswa mendapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan pada siswa tersebut untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara berg
  • Setelah habis waktu yang disediakan untuk mengerjakan lembar kerja siswa, maka kegiatan selanjutnya adalah membahas lembar kerja siswa. Kegiatan ini sangat penting, disamping berguna untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa tentang materi pelajaran juga sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para siswa. Penghargaan ini mempunyai kedudukan penting dalam memanusiakan manusia, sehingga para siswa merasa dihargai dan hal ini akan mendorong semangat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.

Siklus I ditutup dengan cara siswa mengikuti tes akhir siklus secara tertulis. Setiap siswa mengerjakan soal-soal tes tertulis secara individual. Waktu yang dipergunakan untuk tes akhir siklus adalah satu jam terakhir, yaitu selama 35 menit.

Setelah peneliti melakukan tindakan di siklus I, peneliti mengakhirinya dengan mengadakan tes akhir siklus I. Subjek penelitian diberi tugas untuk mengerjakan tes akhir siklus I. Tes akhir Siklus I dikerjakan secara individual. Dari 26 siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng yang mengikuti tes akhir siklus I, diperoleh nilai rata-rata 73,46. Nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 50. Perhatikan tabel berikut:

Tabel 2

RENTANG NILAI KONDISI AKHIR SIKLUS  I

NO. RENTANG NILAI JUMLAH SISWA KET.
1 75 s.d. 100 13
2 50 s.d. 74 13
3 25 s.d 49 0
4 0 s.d. 24 0

Dikaitan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dari 26 siswa yang mengikuti tes akhir siklus I mata pelajaran PKn Globalisasi, terdapat 13 siswa (50%) yang mencapai ketuntasan. Sedangkan siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal ada 13 siswa (50%). KKM mata pelajaran PKn kelas IVB adalah 75.

Nilai rata-rata pada kondisi awal sebesar 62,88 meningkat menjadi 73,46 pada akhir siklus I (meningkat sebesar 16,82%). Nilai tertinggi pada kondisi awal sebesar 80 meningkat menjadi 100  pada akhir siklus I  (meningkat sebesar 25 %) . Nilai terendah pada kondisi awal sebesar 40 meningkat menjadi 50 pada akhir siklus I  (meningkat sebesar 25 %). Selanngkapnya perhatikan tabel berikut:

Tabel 3

KOMPARASI NILAI HASIL BELAJAR ANTARA KONDISI AWAL DENGAN KONDISI AKHIR SIKLUS  I

NO NILAI KONDISI AWAL KONDISI AKHIR SIKLUS  I KETERANGAN
NAIK TETAP TURUN
1 Tertinggi 80 100 25 %
2 Rata-rata 62,88 73,46 16,82%
3 Terendah 40 50 25 %

Deskripsi Siklus II

Siklus II dilaksanakan pada minggu ke-1 dan minggu ke-2 bulan Maret 2015. Guru peneliti mengambil data melalui serangkaian tindakan dari dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2015. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2015.

Siklus II untuk menyampaikan materi kompetensi dasar 4.3. Menentukan sikap terhadap pengaruh globaliisasi yang terjadi di lingkungannya. Untuk menyampaikan materi pembelajaran, peneliti menggunkan model pembelajaran Snowball Throwing. Siswa dibentuk delapan kelompok kecil. Enam kelompok beranggotakan 3 siswa dan dua kelompok beranggotakan 4 siswa. Siklus II terdiri dari planning, acting, observing, dan reflecting. Kegiatan intinya adalah sebagai berikut :

  • Masing-masing ketua kelompok berkumpul untuk  mendapatkan  penjelasan tentang materi.
  • Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada teman sekelompoknya.
  • Masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menulis satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
  • Siswa membentuk kertas tersebut seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama kurang lebih 15 menit.
  • Setelah siswa mendapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan pada siswa tersebut untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara berg
  • Setelah habis waktu yang disediakan untuk mengerjakan lembar kerja siswa, maka kegiatan selanjutnya adalah membahas lembar kerja siswa. Kegiatan ini sangat penting, disamping berguna untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa tentang materi pelajaran juga sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para siswa. Penghargaan ini mempunyai kedudukan penting dalam memanusiakan manusia, sehingga para siswa merasa dihargai dan hal ini akan mendorong semangat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.

Siklus II ditutup dengan cara siswa mengikuti tes akhir siklus secara tertulis. Setiap siswa mengerjakan soal-soal tes tertulis secara individual. Waktu yang dipergunakan untuk tes akhir siklus adalah satu jam terakhir, yaitu selama 35 menit.

Setelah peneliti melakukan tindakan di siklus II, peneliti mengakhirinya dengan mengadakan tes akhir siklus II. Subjek penelitian diberi tugas mengerjakan soal tes siklus II. Tes akhir Siklus II dikerjakan secara individual.  Dari 26 siswa kelas IVB SD Negeri Karangnangka Unit Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng yang mengikuti tes akhir siklus II, diperoleh nilai rata-rata 83,84. Nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 70.

Subjek penelitian yang memperoleh nilai 75 s.d. 100 ada 21 siswa, nilai 50 s.d. 74  ada 5 siswa, nilai 25 s.d. 49 ada  0 siswa, dan nilai 0 s.d. 24 ada 0 siswa. Perhatikan tabel bberikut :

Tabel 4

RENTANG NILAI KONDISI AKHIR SIKLUS  II

NO. RENTANG NILAI JUMLAH SISWA KET.
1 75 s.d. 100 21
2 50 s.d. 74 5
3 25 s.d 49 0
4 0 s.d. 24 0

PEMBAHASAN

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru peneliti sejak dari kondisi awal, kondisi di akhir siklus I, sampai dengan kondisi di akhir siklus II, sesuai dengan data-data yang diperoleh ternyata terjadi dinamika perubahan hasil belajar. Pada saat kondisi awal, nilai rata-rata subjek penelitian hanya 62,88. Setelah peneliti melakukan tindakan di siklus I, nilai rata-rata subjek penelitian menjadi 73,46. Ketika dilakukan penilaian di akhir siklus II, ternyata nilai rata-rata subjek penelitian menjadi 83,84. Data hasil belajar subjek penelitian mulai dari kondisi awal, kondisi akhir siklus I sampai dengan kondisi akhir siklus  II  dapat disimak pada tabel berikut ini :

Tabel 7

DATA NILAI HASIL BELAJAR SUBJEK PENELITIAN

NO. KONDISI NILAI RATA-RATA
1 Awal 62,88
2 Siklus I 73,46
3 Siklus II 83,84

DIAGRAM HASIL BELAJAR SUBJEK PENELITIAN

Kiranya perlu diketahui bahwa keberhasilan peneliitian tindakan kelas adalah ditentukan oleh perbandingan nilai  rata-rata kondisi awal dengan kondisi rata-rata kondisi akhir (kondisi pada akhir siklus II). Penelitian tindakan kelas dikatakan berhasil apabila nilai rata-rata subyek peneitian mengalami peningkatan dari kondisi  awal ke kondisi akhir siklus II.

Sebagaimana tertulis pada diagram di atas, bahwa nilai rata-rata subyek penelitian pada kondisi awal adalah 62,88 sedangkan nilai rata-rata subyek penelitian pada kondisi  akhir siklus II adalah 83,84. Dengan demikian dari kondisi awal ke kondisi  akhir, nilai  rata-rata hasil belajar subyek penelitian mengalami peningkatan sebesar 20,96 poin (33,33%).

PENUTUP

Data-data empirik yang dikumpulkan selama proses penelitian tindakan kelas sebagaimana tertulis dalam bab IV menunjukkan bahwa tindakan kelas yang dilakukan oleh guru peneliti dalam siklus I dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing secara kelompok besar yang terdiri dari 8-9 siswa telah berhasil meningkatkan hasil belajar subjek penelitian. Nilai rata-rata pada kondisi awal yang hanya 62,88 dapat ditingkatkan menjadi 73,46 di akhir siklus I.

Pada siklus II, guru peneliti melakukan perubahan teknik penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing, menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing secara kelompok besar yang terdiri dari 8-9 siswa diubah menjadi model pembelajaran Snowball Throwing dengan kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 siswa. Siswa dibentuk delapan kelompok kecil. Enam kelompok beranggotakan 3 siswa dan dua kelompok beranggotakan 4 siswa pada siklus II. Dengan perubahan teknik penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata di akhir siklus II mengalami peningkatan manjadi 83,84. Kalau kondisi awal hanya 62,88 sedangkan nilai rata-rata pada kondisi akhir siklus II menembus angka 83,84 berarti telah terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 20,96 poin atau meningkat sebesar 33,33%.

DAFTAR PUSTAKA

Elin Rosalin, 2008, Bagaimana menjadi Guru Inspiratif, Karsa Mandiri Persada, Bandung.

Hendy Hermawan, 2010, Model-Model Pembelajaran Inovatif, CV Citra Praya, Bandung.

Mashuri HP, 1990, Azas-Azas Belajar, IKIP Semarang Press, Semarang.

Miftahul Huda, 2013, Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Najib Sulhan, 2006, Pembangunan Karakter pada Anak, Surabaya Intelektual club, Surabaya.

Sumiati dan Asra, 2011, Metode Pembelajaran, CV Wacana Prima, Bandung

Sugiyanto, 2010, Model-Model Pembelajaran Inovatif, Yuma Pustaka, Surakarta.

Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang, 1990, Psikologi Belajar, IKIP Semarang Press,  Semarang.

…. 2002, Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kelas di SD, SDLB, SLB, tingkat Sekolah Dasar dan MI Ditjen Dikdasmen, Depdiknas, Jakarta.

BIODATA PENULIS

Nama               : Sudarman, S.Pd.

Jabatan           : Guru SDN Karangnangka UPK Kedungbanteng Kab. Banyumas




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *