UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PKn DENGAN MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI KD PANCASILA SEBAGAI IDIOLOGI TERBUKA PESERTA DIDIK KELAS XII.IPS.5 SMA NEGERI PATIKRAJA SEMESTER GASAL 2013 / 2014

 

Nama                               : KUSMIJAN, S.Pd.

NIP                                  : 19680201 200701 1 026

Tugas Guru                   : Mengajar PKn

Instansi                          : SMA Negeri 1 Patikraja

 

Abstrak: Pembelajaran PKn selama ini belum mampu memberikan hasil pembelajaran yang lengkap, meliputi penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan nilai afektif. Untuk itu penulis mengajukan solusi dengan pembelajaran artikulas. Penelitian tindakan diberikan kepada siswa kelas XII.IPS.5 SMA Negeri 1 Patikraja. Dengan menggunakan model tersebut diperoleh Berdasarkan prestasi belajar siswa yang mengalami progres peningkatan yakni pada tindakan siklus I dapat menaikan ketuntasan siswa 50% terhadap prestasi prasiklus. Sehingga menaikan tingkat ketercapainya sasaran target dari 50% menjadi 73,44%. Sedangkan pada tindakan siklus II dapat menaikkan ketuntasan siswa 26,66% terhadap siklus I, sehingga menaikan tingkat ketercapaian sasaran target dari 73,44% menjadi 100%.

Kata Kunci: Prestasi Belajar, Model Pembelajaran Artikulasi

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sebagaimana lazimnya suatu bidang studi yang di ajarkan di sekolah, materi keilmuan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan mencakup dimensi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan nilai (value) berupa watak kewarganegaraan. Sejalan dengan ide pokok mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang ingin membentuk warga negara yang idial yaitu warga negara yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan nilai – nilai yang sesuai dengan konsep dan prinsip – prinsip pendidikan kewarganegaraan. Pada gilirannya menuntut keberhasilan guru pada proses pembelajaran siswa secara ideal, dalam penguasaan materi mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, sehingga hasil belajar meningkat serta siswa dapat menjadi warga negara yang baik .

Tentu saja pelajar tidak luput dari pengaruh negatif globalisasi, pernah penulis sendiri menjumpai ketika sedang mengajar dengan serius membahas pengertian idiologi ada yang main petak umpet (sembunyi – sembunyi ) menonton gambar pada layar handphone dan segera penulis sita. Pembelajaran materi Pancasila sebagai idiologi terbuka sebenarnya merupakan bahasan yang menarik karena didalamnya ada pendekatan politik, hukum, moral maupun nilai – nilai kewarganegaraan, namun realitasnya siswa masih banyak yang belum mampu memahami dengan baik, kurang memiliki motivasi maupun peranserta peserta didik yang kurang optimal, sehingga hasil belajar siswa kurang memuaskan.

Sehubungan dengan itu maka pendekatan dan strategi pembelajaran yang digunakan haruslah mampu membangun motivasi, menarik sehingga mampu mengaktualisasikan potensi diri siswa secara maksimal dan penuh kereaktifitas serta kemandirian. Hal itu akan membangkitkan juga daya saing (kompetisi) yang tinggi serta mampu meningkatkan prestasi belajar.

Berdasarkan uraian di atas, penulis sangat menyadari betapa pentingnya suatu metode pembelajaran yang inofatif dan kreatif pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Oleh karena itu penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang aplikasi pembelajaran kooperatif dengan model artikulasi dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di SMA Negeri Patikraja, Kabupaten Banyumas dengan penelitian tindakan kelas yang ber judul “UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PKn DENGAN MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI KD PANCASILA SEBAGAI IDIOLOGI TERBUKA PESERTA DIDIK KELAS XII IPS 5 SMA NEGERI PATIKRAJA SEMESTER GASAL 2013 / 2014”

Identifikasi Masalah

Berdasarkan kasus diatas maka penulis dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut :

1.Prestasi belajar peserta didik belum optimal

2.Pemahaman peserta didik pada mata pelajaran PKn masih rendah

3.Motifasi belajar peserta didik masih rendah

4.Peran serta peserta didik belum optimal

5.Guru belum mengguanakan metode yang dapat meningkatkan minat peserta didik dalam belajar PKn.

Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah dengan model pembelajaran artikulasi dapat meningkatkan prestasi belajar PKn KD Pancasila Idiologi Terbuka peserta didik kelas XII IPS 5 SMA Negeri Patikraja Semester Gasal 2013/2014

Tujuan Penelitian

Mengacu pada perumusan masalah, tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan prestasi belajar PKn kompetensi dasar Pancasila sebagai Ideologi Terbuka dengan model pembelajaran artikulasi bagi peserta didik Kelas XII.IPS.5 SMA Negeri 1 Patikraja Semester Gasal Tahun Pelajaran2013/ 2014.

Manfaat Penelitian

Manfaat bagi guru.

1.Meningkatkan kompetensi profesionalitas

2.Memberikan informasi mengenai metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran PKn khususnya KD Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka

Manfaat Bagi Siswa

1.Meningkatkan prestasi belajar PKn KD Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka secara maksimal

2.Menyadari arti penting faktor – faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Prestasi Belajar

Pengertian belajar menurut Daryanto (2010:2) adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dan interaksi dengan lingkungannya

Model pembelajaran artikulasi

Langkah – langkah pembelajaran artikulasi

1.Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai

2.Guru menyajikan materi sebagaimana biasa

3.Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan 2 orang

4.Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengarkan sambil membuat catatan – catatan kecil, kemudian berganti peran, begitu juga kelompok lainnya

5.Suruh siswa secara bergiliran /diacak menyampaikan hasil wawan caranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya

6.Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.

7.Kesimpulan/penutup

Pancasila sebagai idiologi terbuaka

Makna idiologi negara

Idiologi merupakan sesuatu yang sangat urgen bagi kehidupan suatu negara. Tanpa idiologi yang jelas maka kehidupan negara akan berjalan tanpa arah yang jelas pula dan negara akan kehilangan pegangan serta tidak memiliki pedoman arah yang jelas dalam menyelenggrakan negara sehingga akan terombang ambingkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat. Oleh karena itu idiologi harus dipahami dan diamalkan dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Istilah idiologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita – cita dan logos yang berarti ilmu. Secara harfiah idiologi berarti ilmu pengertian – pengertian dasar. Dalam pengertian sehari – hari idea berarti cita – cita. Cita – cita yang dimaksud adalah cita – cita yang tetap yang harus dicapai, sehingga cita – cita yang bersifat tetap itu sekaligus merupakan dasar, pandangan atau paham. Hubungan manusia dengan cita – citanya dinamakan ideologi.

Secara umum ideologi diartikan sebagai suatu kumpulan gagasan, ide – ide dasar, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang memberikan arah dan tujuan yang hendak di capai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.

Menurut Outoyo Usman dan Dr. Alvian mengemukakan bahwa idiologi mengandung 3 unsur berikut :

1.Adanya suatu penafsiran atau pemahaman terhadap kenyataan

2.Memuat seperangkat nilai – nilai atau suatu preskripsi moral

3.Ideologi merupakan suatu pedoman kegiatan untuk mewujudkan nilai -nilai yang termuat di dalamnya.

Pancasila sebagai ideologi terbuka

Sebagai sebuah ideologi, Pancasila memenuhi keriteria sebagai ideologi terbuka. Nilai – nilai Pancasila bersumber pada budaya dari masyarakat Indonesia. Nilai dasar Pancasila tidak bisa langsung di operasionalkan, tetapi perlu dijabarkan kedalam nilai instrumental.

Menurut Dr. Alvian, Pancasila memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka dan dinamis sebab nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung 3 dimensi sebagai berikut :

1.Dimensi realitas

2.Dimensi idealitas

3.Dimensi fleksibilitas

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan uraian di atas hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut : MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn KD PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA PESERTA DIDIK KELAS XII IPS 5 SMA NEGERI PATIKRAJA SEMESTER GASAL  2013/ 2014.

METODE PENELITIAN

Setting / Lokasi / Subjek Penelitian

1.Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri Patikraja di Jl. Adipura No. 3 Patikraja, Banyumas Jawa Tengah

2.Subjek Penelitian

Subjek Penelitian adalah peserta didik kelas XII / IPS 5 SMA Negeri Patikraja, Banyumas Jawa Tengah

3.Waktu Penelitian

Penelitian ini akan di laksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2013-2014 bulan Agustus s.d Oktober 2013

Metode Pengumpulan Data

Tes

Tes diberikan pada siswa untuk mengetahui persentase keberhasilan dan kemajuan hasil belajar siswa. Tes terdiri dari a). Pilihan Ganda b). Essay. Pilihan Ganda

Observasi

Observasi melalui pengamatan ( sinyalemen ), peneliti dapat melihat dan mengamati secara laangsung perilaku siswa dalam proses pembelajaran.

Dokumen

Peneliti menunjukan dokumen-dokumen tentang konsep-konsep Pancasila, yang meliputi Gambar Garuda Pancasila, Teks Pancasila, dan Peraturan Per-UU-an

Metode Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif presentase,

Presentase (%) =  x 100%

( Ali, 1985 : 184 )

Keterangan :

n          : Jumlah peserta didik yang sudah memperoleh nilai ≥ KKM

N         : Jumlah seluruh peserta didik

%         : Presentase

PROSEDUR PENELITIAN

Perencanaan dan Pelaksanaan

Penelitian ini menggunakan metode ARTIKULASI Tindakan Pembelajaran, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1.Menyusun instrumen pembelajaran

2.Menyusun alat/instrumen monitoring

3.Melaksanakan prasiklus (pembentukan kelompok berpasangan dua orang)

4.Menyusun strategi pembelajaran untuk siklus pertama

5.Melaksanakan tindakan dalam kegiatan pembelajaran pada siklus pertama

6.Melakukan observasi

7.Melaksanakan refleksi

8.Menyusun strategi pembelajaran pada siklus ke dua berdasarkan refleksi siklus pertama

9.Melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus kedua

10.Melaksanakan observasi

11.Melaksanakan refleksi

12.Menyusun laporan

Observasi

Kegiatan pada tahap ini adalah melakukan monitoring terhadap pelaksanaan tindakan sesuai dengan langkah penelitian

Refleksi

Refleksi di lakukan dengan cara mendiskusikan masalah dalam kelas dan menentukan adanya implementasi tindakan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Tindakan I

Pada pelaksanaan siklus I secara garis besar menampakkan prestasi belajar maupun minat belajar siswa lebih tinggi. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan di bawah ini :

Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan tindakan kelas pada siklus I dilakukan oleh observer dan kolaborator. Setelah memadukan hasil penelitian pada langkah refleksi pada siklus I, di dapat rekapitulasi rata-rata hasil pengamatan umum pada siklus I seperti pada tabel di bawah ini :

Tabel 1: pengamatan minat siswa dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) dengan metode Artikulasi pada siklus I.

 

 

 

 

 

Persentase hasil pengamatan setelah direkapitulasi antara hasil pengamatan dari observer dan kolaborator, didapatkan hasil perolehan dalam presentasi 73.33%. Persentase tersebut diatas diperoleh dari pertandingan antara harapan dengan rekapitulasi.

Kuesioner Siswa

Kuesioner siswa diberikan pada saat selesai pembelajaran. Dari rekapitulasi hasil Kuesioner siswa masih nampak cukup antusias dengan model belajar kelompok berpasangan dua orang, walaupun masih nampak ada kesulitan terutama dalam membuat kesimpulan, memahami materi, mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, serta kurang maksimal dalam bekerja sama. Presentase hasil kuesioner adalah sebagai berikut :

Tabel 2: Hasil Kuesioner Siswa pada Siklus I

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prestasi Belajar Siswa

Hasil post test pada siklus I adalah sebagai berikut :

Persentase Jumlah Siswa yang Belum Mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 26,66 % Presentase Jumlah Siswa yang sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 73,33 %. Nilai Rata-rata Siswa pada Siklus I adalah 77,9.

Berdasarkan hasil pengamatan, kuesioner siswa dan ketercapaian prestasi belajar, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam tindakan siklus menunjukan adanya hasil yang baik.

Tindakan II

Pada pelaksanaan iklus II secara garis besar menunjukan adanya peniingkatan yang positif, yakni meningkatnya prestasi belajar yang  signifikan serta minat belajar yang tinggi terhadap mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan khususnya KD. Pancasila Ideologi Terbuka.

Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan tindakan kelas pada siklus II dilakukan oleh penelitian kolaborator. Setelah memadukan hasil penelitian pada langkah refleksi pada siklus I, di dapat rekapitulasi rata-rata hasil pengamatan umum pada siklus II seperti pada tabel di bawah ini :

Tabel 4: Hasil pengamatan minat siswa dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) pada siklus I.

 

 

 

 

 

 

Persentase hasil pengamatan setelah direkapitulasi antara hasil pengamatan dari observer dan kolaborator, didapatkan hasil perolehan dalam presentasi 93.33%.

Kuesioner Siswa

Kuesioner siswa diberikan pada saat selesai pembelajaran. Dari rekapitulasi hasil Kuesioner siswa masih nampak cukup antusias dengan model pembelajaran artikulasi, dimana siswa sangat bersemangat belajar kelompok berpasangan dua orang, siswa dapat melakukan komunikasi interaktif yang sangat intensif, siswa telah  lebih mudah memahami materi Pancasila Ideologi Terbuka, siswa juga telah dapat mudah membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran, serta siswa telah dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan penuh perhatian dari awal sampai akhir pembelajaran.

Dari rekapitulasi hasil kuesioner siswa diperoleh hasil kuesioner sbb :

Tabel 5: Hasil Kuesioner Siswa pada Siklus II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prestasi Belajar Siswa

Hasil post test pada siklus II adalah sebagai berikut :

Presentasi Jumlah Siswa yang Belum Mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 0%. Presentase Jumlah Siswa yang sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) aalah 100%. Nilai Rata-rata Siswa pada Siklus I adalah 82,10%

Berdasarkan hasil pengamatan, kuesioner siswa dan ketercapaian prestasi belajar, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam tindakan siklus II menunjukan adanya hasil yang baik.

Perbandingan Nilai Tiap Sikus

Adapun perbandingan masing-masing nilai dari setiap siklus adalah sebagai berikut :

Nilai data awal, Tes akhir siklus I, dan Tes akhir siklus II.

 

 

 

 

Pembahasan

1.Minat Siswa

Hasil penelitian berupa pengamatan tindakan dan rekapitulasi Kuesioner siswa pada siklus I dan siklus II dapat dianalisis sebagai berikut :

Berdasarkan data pada siklus I,presentasi pengamatan adalah 73,33%.

Dari hasil pengamatan dari siklus I siswa tampak cukup antusias dengan model belajar kelompok berpasangan dengan dua orang, walaupun masih ditemui kesulitan dalam membuat kesimpulan, memahami materi, serta kerang dapat maksimal dalam mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dari awal sampai akhir pelajaran, namun demikian siswa dapat lebih mudah dalam bekerja sama dengan baik. Hasil pengamatan dan Kuesioner siswa pada siklus I menunjukan bahwa model pembelajaran artikulasi dapat meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) cukup tinggi. Berdasarkan data pada siklus II presentase hasil pengamatan adalah 93,33%

Dari rekapilitasi hasil pengamatan pada tindakan siiklus II, tampak adanya peningkatan di segala aspek, persentase hasil kuesioner juga menunjukkan adanya peningkatan dalam segala aspek, hanya sebagian kecil siswa yang mengalami kesulitan dalam membuat kesimpulan. Hasil pengamatan dan Kuesioner siswa pada siklus II menunjukan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) sangat tinggi.

Dari hasil keseluruhan hasil tindakan, di dapatkan hasil yang sangat memuaskan yang berkenan dengan menigkatnya siswa terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) dengan diterapkannya model pembelajaran artikulasi KD Pancsila sebagai Ideologi Terbuka peserta didik kelas XII IPS.5 SMA Negeri Patikraja Semester Gasal 2013/2014.

2.Prestasi Belajar

Prestasi belajar siswa dapat dilihat sebagai tabel berikut :

 

 

 

 

 

Berdasarkan prestasi belajar siswa yang mengalami progres peningkatan yakni pada tindakan siklus I dapat menaikan ketuntasan siswa 50% terhadap prestasi prasiklus. Sehingga menaikan tingkat ketercapainya sasaran target dari 50% menjadi 73,44%. Sedangkan pada tindakan siklus II dapat menaikkan ketuntasan siswa 26,66% terhadap siklus I, sehingga menaikan tingkat ketercapaian sasaran target dari 73,44% menjadi 100%.

Setelah dilakukan tndakan siklus I dan siklus II maka peserta didik telah mencapai  nilai diatas KKM (75) sudah mencapai nilai ketuntasan belajar 100% sehingga hipotesis dapat diterima karena sudah melampaui 80% peserta didik yang memenuh KKM (75).

Jadi Peneliian Tindakan Kelas ini dapat menyimpulkan bahwa : “MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn KD PANCASILA SEBAGAI Ideologi TERBUKA PESERTA DIDIK KELAS XII IPS.5 SMA NEGERI PATIKRAJA SEMESTER GASAL 2013/2014 ”

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dan jawaban kuesioner siswa, serta hasil evaluasi siswa pada penelitian tindakan kelas ini, maka dapat disimpulkan bahwa :

1.Dengan model pembelajaran artikulasi dapat meningkatkan minat siswa pada masa pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) KD. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka peserta didik kelas XII IPS.5 SMA Negeri Patikraja Semester Gasal 2013/2014.

2.Dengan menggunakan model pembelajaran  artikulasi dapat menunjukan prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) KD. Pancasila sebagai ideologi terbuka peserta didik kelas XII IPS.5 SMAN Patikraja semester gasal 2013/ 2014

Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis menyarankan :

1.Hendaknya penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reserch) ini ditindaklanjuti dalam rangka meningkatnya mutu pembelajaran terutama pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn).

2.Hendaknya para guru dapat menerapkan model pembelajaran ARTIKULASI sebagai salah satu upaya meningkatkan minat siswa karena tinggi rendahnya minat siswa dalam pembelajaran mata pelajaran, akan berpengaruh hasil presentasi belajar siswa pada mata pelajaran tesebut.

DAFTAR PUSTAKA

Arikanto, S, (1998). Prosedur Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta

Ali, M, (1985). Penelitian Kependudukan Prosedur dan Strategi,      Bandung: Angkasa

 

Bambang Tri, (2012). Membangun wawasan kewarganegaraan. Solo : Tiga Serangkai

Darji Darmodiharjo, (1982). Pancasila Dalam Beberapa Perspektif, Jakarta : Aries Lime

Daryanto, (2010). Belajar dan mengajar. Bandung : Krama Widya

Jamal Ma’mut.A, (2011). Penelitian Tindakan Kelas. Yogjakarta : Laksana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *